
***
Kalingga menatap tajam ke arah Ailee saat melihat gafis itu masuk ke dalam kamar rawatnya dengan membawa seorang pria. Bukan kah pria itu adalah pria yang berada di pesta waktu itu? Jadi benar jika Ailee ada hubungan dengan pria ini? Cih, murahan sekali ternyata. Kalingga kira saat Ailee dekat dengannya, gadis itu tidak memiliki pria lain. Tahunya dia punya cadangan juga.
"Kenapa Ailee?" Tanya Ashel. Wanita itu mendekat ke arah Ailee.
"Ailee mau pamit pulang, makasih juga udah bayar tagihan rumah sakit," ucap Ailee tersenyum.
"Loh, kok pulang sih nak? Kondisi kamu belum membaik loh," ucap Ashel.
"Enggak tante, Ailee baik baik aja kok. Ailee mau istirahat di rumah aja," ucap Ailee.
"Enggak bisa gitu dong nak, kamu harus nurut loh. Gimana pun tante hutang nyawa karena kamu sudah menyelamatkan Kalingga kemarin sampe sampe tangan kamu luka lagi," ucap Ashel.
"Kewajiban sesama manusia kan saling tolong menolong tante. Ailee nolong Kalingga karena rasa kemanusiaan aja," ucap Ailee.
Pembohong! Jelas jelas Ailee menolong Kalingga karena dia memang khawatir dengan kondisi pria itu sampai sampai dia rela pergi ke arena tanpa mempedulikan kondisi kesehatannya sendiri. Ailee menolong Kalingga bukan semata mata karena rasa kemanusiaan, melainkan karena dia memang mencintai pria itu.
"Lo gak bisa pulang ya gak bisa. Ngerti bahasa manusia kan? Percuma nolong gue karena rasa kemanusiaan kalo lo sendiri gak ngerti bahasa manusia," sarkas Kalingga.
"Lingga," peringat Kavin dan Ashel bersamaan. Vanesha sendiri yang berada disana tersenyum licik ke arah Ailee karena Kalingga sepertinya tidak suka dengan wanita itu. Syukurlah, setidaknya Kalingga tidak meladeni wanita gatal itu.
"Ailee ngerti bahasa manusia. Ailee punya hak untuk menentukan apa yang Ailee inginkan. Selain karena Ailee sudah merasa lebih baik, Ailee juga memang harus pulang hari ini karena ada urusan. Masalah kamu apa menahan Ailee untuk tetap disini? Bukannya kamu gak suka kalo Ailee ada di hadapan kamu kan?" Tanya Ailee beruntun. Tiba tiba suasana jadi memanas setelah Ailee mengatakan hal itu. Emosi Kalingga terpancing. Pria itu hendak turun dari atas brankar yang ia duduki namun dengan cepat Kavin menahannya. Menahan agar anak laki lakinya itu tidak berbuat macam macam.
__ADS_1
"Maaf om, tante, atas ketidaknyamannnya. Seharusnya Ailee enggak datang kesini dan menghancurkan kehangatan keluarga yang sedang bercengkrama ini. Sekali lagi, Ailee-,"
"Ya emang lo harusnya minta maaf bahkan harus sampe sujud di depan kaki gue," ucap Vanesha memotong ucapan Ailee.
"Vanesha!" Panggil Fello. Vanesha hanya berdecih pelan. Ia kembali melipat kedua tantannya diatas dadanya.
"Gue harus berlutut sama lo? Lo patung yang harus gue sembah sambil berlutut gitu?" Tanya Ailee menohok. Ia sudah tidak suka dengan situasi seperti ini. Ucapan Kalingga tadi terngiang ngiang, ditambah dengan ucapannya saat ini. Belum lagi makian dari Vanesha. Ailee akui, keluarga dia memang tidak seharmonis keluarga Kalingga atau pun Vanesha. Ia iri, tapi tidak seharusnya juga dia iri. Dia lebih unggul dari segi apapun.
"Ailee pamit, permisi," ucap Ailee. Ia pun segera menarik tangan Alvaro untuk keluar dari dalam ruangan yang sangat tidak ia sukai ini. Tanpa menunggu ucapan dari tante Ashel ataupun om Kavin, Ailee tetap melangkah pergi. Ia sudah malas meladeni Kalingga dengan perasaaan dan sikapnya yang berubah ubah. Ia juga kesal karena disana ada Vanesha, ditambah wanita itu juga menyindir keluarganya yang tidak sehangat dan seharmonis keluarga Natapraja. Ailee benar benar selalu muak ketika seseorang membahas soal keluarga.
Ailee berjalan perlahan untuk sampai ke depan lobby. Disana sudah ada jemputannya. Ailee ingin segera pulang dan istirahat. Mungkin dia akan tidur lama hari ini. Fisik, batin juga pikirannya benar benar lelah. Lelah dengan kehidupannya.
"Akhhhh," ucap Ailee terkejut saat pinggangnya ditarik seseorang.
Sebenarnya tadi di dalam ruangan rawat Kalingga setelah Ailee pergi dari sana, Kalingga langsung meminta pulang dengan atau tanpa adanya ijin dari dokter. Dia jug bilang ada urusan dengan Ailee dan ia harus membereskannya hari ini juga. Ashel dan Kavin sebagai orang tua Kalingga tentu saja menolak kemauan Kalingga. Bagaimana pun kondisinya sedang tidak stabil saat ini dan pria ini malah bertingkah. Sebenarnya sikap dan sifat Kalingga tidak jauh berbeda dengan sang papi. Kavin juga seperti ini dulu, semaunya tanpa mau dibantah.
"Kenapa lagi sih?! Gak cukup apa kamu nyusahin aku terus?" Tanya Ailee.
"Karena tujuan gue emang kayak gitu," ucap Kalingga.
"Maksud anda apa? Kenapa anda narik dia begitu saja? Itu tidak sopan," ucap Alvaro. Dia hendak menarik tangan Ailee namun dengan cepat Lingga menarik tubuh Ailer kr belakang.
"It's not you bussiness," ucap Kalingga pada Alvaro. Kalingga mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya pada Ailee. Posisinya saat ini Ailee berada di depan tubuh Kalingga dengan posisi tangan Kalingga memeluk perutnya.
__ADS_1
Ailee melotot melihat isi gambar yang ditampilkan oleh Kalingga.
"Lingga," ucap Ailee pelan.
"Bayangin kalo foto ini gue sebar, gue pastiin masa depan lo hancur," ucap Lingga tersenyum licik. Sedangkan Alvaro yang tidak mengerti situasi pun memilih diam saja. Ia ingin menyelamatkan Ailee, adiknya. Namun pria ini adalah pria yang disukai adiknya. Alvaro sedikit bingung harus berbuat apa.
"Mau kamu apa?" Tanya Ailee pelan.
"Lo temenin gue disini," ucap Kalingga. Sialan! Kenapa Ailee tidak pernah menyadari jika Kalingga adalah pria yang licik?! Entah kapan foto dirinya yang sangat seksi itu bisa berada di ponsel Kalingga. Ailee benar benar tidak ingat. Bahkan disana, bagian atas tubuhnya tereskpos dengan Kalingga yang berada di depan kedua squishynya. Mereka tidur bersama tanpa mengenakan baju!? Apa Kalingga sudah bertindak sejauh itu pada tubuh Ailee?
"Suruh dia pulang. Ruangan rawat lo satu kamar sama gue," ucap Kalingga. Tidak ada pilihan lain selain menuruti maunya Kalingga. Ailee pun melakukan apa yang diinginkan oleh Kalingga.
Kenapa dia selalu lemah terhadap Kalingga? Dan kenapa Kalingga memiliki foto itu. Bahkan ada foto dimana Ailee hanya mengenakan br* dan celana legging saja. Apa mungkin diam diam Kalingga menyimpan kamera di kamarnya?
"Adek, jangan dengerin dia. Kamu ikut aku pulang," ucap Alvaro.
"Dia bukan adek lo. Lo mendingan pergi dan jangan pernah kesini lagi, Ailee cuma boleh sama gue," ucap Kalingga mengusir Alvaro.
"Dia bukan pacar kamu, kamu gak berhak buat ngatur ngatur," ucap Alvaro.
Tbc.
Lingga mabok rendang kayaknya🥸
__ADS_1