
Komennnnn dongggggg
***
Sepeninggal Ailee, semua anak anak geng Albert terkejut sekaligus merasa takut. Takut karena cewek itu akan melaporkan mereka ke polisi sehingga mereka bisa masuk ke kantor polisi. Parahnya, sampai saat ini mereka masih menggunakan narkoba sejenis sabu sabu dan pil kecil berwarna kuning.
"Bert, kita harus tangkap dia. Kalo perlu kita habisin dia. Berani banget dia sama geng kita, sama aja dia nginjak nginjak geng kita ini," ucap seorang anak geng Albert.
"Lo gak tahu dia anak siapa?" Tanya Albert.
"Dia anak biasa aja cuma songongnya selangit. Kita harua rencanain buat culik dia terus main main dikit baru deh kita bunuh dia," ucap yang lain.
"Gak usah kayak gitu. Masalah ganti rugi biaya rumah sakit anak itu biar gue yang ganti. Gue gak mau cari masalah sama dia," ucap Albert.
"Bert, dia udah nyia nyia-in lo. Masa lo masih mau baik sama dia sih?! Heran gue," ucap David, cowok kemarin yang mengeroyok teman tongkrongan Ailee.
"Bukan masalah itu, dia anak Alexander. Kalian tahu kan siapa Alexander. Alexander Fox?" Tanya Albert.
"Serius lo?" Tanya David.
"Buat apa gue bohong, gak ada gunanya," ucap Albert.
"Pantesan songong," ucap David.
"Udah, intinya berhenti nyari gara gara sama anak anak SBA plus anak tongkrongannya. Selain dia bukan cewek sembarangan, dia juga udah punya kartu AS kita. Gue harap kalian paham," ucap Albert. Mereka hanya menghela nafasnya. Sedangkan David yang tidak terima pun langsung pergi dari sana meninggalkan tempat itu.
Sementara dilain tempat, Ailee sedang melajukan motornya kembali ke rumahnya. Ia memang keluar hanya untuk menemui anak anak geng Albert saja. Setelah itu ia tidak memiliki rencana kemana mana lagi. Baru pukul tujuh, sepertinya ia akan tidur lebih cepat malam ini. Lumayan, biasanya ia akan begadang bahkan tidak tidur semalaman.
Ailee terkadang benar benar dikeroyok overthinking ketika malam hari. Mau tak mau otaknya terus memikirkan sesuatu hal yang belum tentu terjadi. Bahkan matanya juga terpaksa tidak bisa terpejam lama karena overthinking itu.
Makanya Ailee selalu merasa senang dan bersyukur saat bisa tidur dengan cepat. Ia sungguh tidak sabar ingin segera sampai, bersih bersih lalu tidur. Membayangkannya saja mampu membuat senyumnya terbit saking senangnya.
Namun tak berselang lama, tiba tiba ada yang menyalipnya dan menghadang motornya. Terpaksa Ailee pun berhenti. Tanpa bertanya pun Ailee sudah tahu dia siapa.
__ADS_1
"Lo pikir lo bisa kabur gitu aja?" Tanya David.
"Enggak," ucap Ailee santai. Ia melepas helm miliknya.
"Jangan pikir lo cewek. Gue gak pernah mandang cewek atau cowok buat gue pukul," ucap David.
"Gak usah lo bilang juga gue udah tahu kali. Tampang aja udah kayak banci," ucap Ailee.
"Bangs*t," umpat David. Ia pun mulai menyerang Ailee namun Ailee berhasil menghindar. Ia turun dari atas motornya dan berakhir berkelahi dengan David. Fyi, Ailee adalah mantan atlet taekwondo sejak kecil hingga SMA kelas sebelas. Jelas saja kemampuan bela dirinya juga cukup mumpuni.
Namun Ailee tidak banyak memukul. Ia lebih banyak menghindar. Banyak gerakan David yang terbaca olehnya. Jadi Ailee memilih menghindar dari pada harus mengotori tangannya. Niatnya ia ingin membuat David kelelahan dan berhenti. Namun semakin lama David bukannya berhenti justru semakin menggila. Mungkin karena kesal Ailee terus menghindar dari pukulannya.
"Bangs*t lo, sini anji*g," umpatnya. Ailee pun akhirnya terpaksa memukul balik pada David. Selain karena kesal karena terus di umpati oleh pria itu, ia juga geram karena waktu tidurnya terkorupsi karena harus meladeni pria gila ini.
Pipi kanan Ailee terkena bogeman David. Namun Ailee tidak jatuh. Justru ia malah menendang ******** David dengan keras. Bayangkan saja, ujung sepatu yang digunakan Ailee saat ini cukup runcing dan dengan empuknya menendang burung pria itu.
David meringis kesakitan memegangi miliknya. Ia kesakitan karena tendangan itu sangat kuat sekali. Bahkan tanpa sadar air mata pria itu keluar dari ujung matanya.
"LO HARUS MATI ANJI*G," umpatnya. Ia pun kembali melayangkan bogeman pada Ailee yang sedang memegangi pipinya namun dengan cepat seseorang menahannya.
Ling terus membogem pria itu sampai pria itu k.o dan pingsan.
"Lo gak papa?" Tanya Ling.
"Ciee, khawatir ya sama Ail- aaduh," ucapnya meringis saat akan tersenyum. Pipinya yang dibogem tadi tertarik ke atas membuatnya sakit.
"Kenapa lo? Sakit?" Tanya Kalingga.
"Hihi akhu sakhit," ucap Ailee tidak jelas.
"Hah? Hihi? Maksud lo apa?" Tanya Kalingga.
Ailee berdecak kesal dan menunjuk pipinya dan membuat gerakan seperti akan membogem pipinya dengan tinjuannya. Dengan sengaja Ling menekan pipi itu dengan telunjuknya membuat Ailee memekik kesakitan. Bahkan gadis itu memukul dada Kalingga dengan kepalan tangannya✊️.
__ADS_1
"Masih bisa bawa motor kan?" Tanya Kalingga.
Ailee menggelengkan kepalanya dan memperlihatkan punggung tangannya yang sedikit terluka karena tergores aspal akibat menghindar dari David.
"Terus gimana?" Tanya Ling
"Nebweng. Motor dibawa mereka," ucap Ailee menunjuk ke arah dua orang yang maju ke dekat mereka. Ailee memberikan kunci itu dan pergi bersama Ling. Namun sebelum itu, salah satu orang tadi memberikannya es batu dalam cup minuman yang tadi dibeli olehnya di mini market.
Sepanjang jalan Ailee menggerakan es batu itu diatas permukaan kulit pipinya. Sebelah tangannya lagi digunakan untuk pegangan pada pinggang Kalingga.
Jarak dari persimpangan tadi menuju ke mansion mereka tidak lah jauh. Ling mengantarkan Ailee pulang lebih dulu.
"Kenapa lo bisa adu otot sama cowok itu?" Tanya Ling.
"Dia bukan cowok, tapi banci. Udah tahu salah masih aja gak terima," ucap Ailee kesal.
"Cowok lo?" Tanya Ling.
"Dih, cowok Ailee kan Kalingga. Udah kiss kissan juga masih gak di akuin, mana kamu gre*e grep* aku lagi waktu kiss," ucap Ailee.
"Yaudah sana masuk, lain kali jangan keluar sendirian," ucap Ling.
"Jadi kalo mau keluar hubungin kamu gitu minta ditemenin? Mau dong," ucap Ailee genit.
"Mau lo. Sana masuk," ucap Ling.
"Ih, iya iya," ucap Ailee. Gadis itu terdiam sebentar kemudian mengecup pipi Kalingga dan berlari masuk ke dalam rumahnya. Ling berdecak kesal dan segera pergi dari sana.
Sementara Ailee memekik senang karena ia berhasil mengecup pipi pria itu. Untungnya saat sampai kesini dan bertanya padanya, Ling membuka helm miliknya.
"Papi gak suka kamu dihajar gitu aja sama cowok itu sayang."
Astaga...
__ADS_1
Tbc.