
***
Yang diucapkan oleh Kalingga memang benar. Ini merupakan sesuatu yang sangat Ailee takutkan sejak awal. Semakin dia mencoba untuk melupakan Kalingga dengan cara membenci, maka dia akan semakin tergila gila dengan pria ini. Semakin kesini, Ailee semakin berpikir bagaimana caranya ia melupakan Kalingga. Karena setiap hari, dia semakin mencintai Kalingga. Seperti apapun sikap pria ini padanya, bahkan setiap kali Kalingga menyakitinya, Ailee tidak pernah membencinya. Meskipun Ailee mencobanya, namun ia tetap tidak bisa membencinya.
Ailee selalu berpikir, apakah ini cinta atau obsesi. Ailee tidak pernah bisa membedakan mana cinta dan mana obsesi. Jika benar ini obsesi, seharusnya Ailee selalu melakukan hal gila pada Kalingga. Namun nyatanya tidak. Ailee tetap bersikap normal seperti biasanya.
Duk..
"Ahh, sakit," ringis Ailee saat jidatnya kembali di jitak oleh Kalingga. Pria ini benar benar tidak pernah memiliki kelembutan untuk Ailee. Selalu kasar dan tidak pernah sedikit pun bersikap manis, sesuai dengan apa yang Ailee mau.
"Des*hnya kurang. Gue jadi gak horn-," ucap Kalingga.
"Ih, mulutnya!! Minta di lakban?" Tanya Ailee kesal.
"Kalo di lakban, gimana nanti kalo lo mau kiss? Kan gak bisa merasakan kenikmatannya," ucap Kalingga.
"Kamu vulgar banget sih Ling. Emang gak malu apa?! Ailee kan cewek," ucap Ailee.
"Enggak tuh, biasa aja," ucapnya. Pria itu pun menjatuhkan kepalanya diatas bahu Ailee kemudian memeluk wanita kecil ini. Ailee memang memiliki tubuh yang cukup kecil dibandingkan dengan Kalingga. Tak jarang itu jadi bahan bullyan Kalingga untuk Ailee.
"Kenapa manja? Ailee bukan pacar kamu," ucap Ailee. Gadis itu mengelus pelan kepala Kalingga.
"Kenapa harus sama pacar kalo ada lo disini?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
"Kan kalo sama pacar kamu, kamu bisa bebas melakukan apapun termasuk s*x. Bukannya itu yang selalu kamu mau?" Tanya Ailee.
"Gak perlu. Gue bisa nuntasin nafsu gue," _dengan bayangin lo yang jadi lawan main gue_. Sambung Kalingga di dalam hatinya.
Kalingga memang selalu menjadikan Ailee sebagai bahannya untuk berhalusinasi saat menuntaskan hasratnya. Entah kenapa pria ini hanya bernafsu dengan Ailee. Tanpa sepengetahuan Ailee juga tanpa sepengetahuan siapa pun. Bahkan Kalingga dengan sengaja selalu melihat foto seksi Ailee untuuk ia jadikan bahan. Libidonya akan naik begitu saja saat melihat Ailee dengan pakaian seksi.
"Gimana caranya?" Tanya Ailee.
"Lo gak perlu tahu. Lo cuma perlu nurut sama apa yang gue minta," ucap Ling.
"Ailee kepo loh," ucap Ailee.
"Kalo gue minta lo bantuin buat menuntaskan nafsu gue, lo mau?" Tanya Kalingga.
Ini Ailee polos atau pura pura polos seperti orang biad*b? Dia sudah kelas dua belas SMA dan masih belum mengerti hal itu? Apa harus Kalingga menjelaskannya sekaligus mempraktekannya? Lumayan juga dia bisa untung. Untung karena ada yang membantunya menuntaskan hasratnya, selain itu mungkin dia akan membuat Ailee melepas viriginnya.
"Kalo gue kasih tahu, lo pasti bakalan ngamuk plus ngereog gak jelas. Mending gak usah tahu. Ssttt, diem, gue mau tidur," ucap Kalingga.
"Tapi Aileee kep-aahhhh," ringis Ailee. Wanita itu langsung menepis tangan Kalinga yang merem*s satu squishynya denga tidak berdosanya. Ailee tentu saja terkejut sekaligus tidak terima. Seumur hidup hanya Kalingga yang selalu melakukan hal ini padanya. Pria ini benar benar tidak tahu malu!!
"Diem atau gue kayak gitu lagi?!" Ancamnya saat Ailee akan bergerak memukul dan mencakarnya. Namun setelah mendengar Kalingga bersuara, Ailee jadi diam. Mungkin memang diam lebih baik.
Kalingga tersenyum kecil saat merasakan tidak ada lagi perlawanan dari Ailee. Ia menggesekkan kepalanya mencari kenyamanan pada bahu tangan Ailee. Ailee sedikit mendesis saat rambut Kalingga mengenai telinganya. Telinga Ailee cukup sensitif, apapun yang mengenai telinganya dia pasti akan mendesis, menjerit, bahkan tak jarang mendes*h terkejut.
__ADS_1
"Jangan des*h. Gue horn-," ucap Kalingga.
"Mesum!! Rambut kamu kena telinga aku," ucap Ailee.
"Mampus. Des*h sampe serak," ucap Kalingga cuek. Ailee hanya mencubit tangan Kalingga yang melingkar di perutnya. Pria ini benar benar gila, selain gila pria ini juga mesum sekali. Baru kali ini Ailee mendengar Kalingga cukup frontal dan vulgar sekali. Biasanya dia tidak seperti ini. Kalingga akan tetap stay cool.
Semakin malam, mereka berdua semakin lelap tertidur. Malam ini memang tidak ada yang berkunjung karena kemauan Kalingga. Bahkan Ardian, Lupi dan Rixel pun tidak diijinkan datang karena kemauan tuan muda Kalingga. Kavin terpaksa meminta Ardian untuk tidak berkunjung. Untungnya Ardian mengerti dan tidak banyak bertanya.
Posisi kini sudah berubah. Kalingga yang kini dipeluk Ailee bahkan Ailee tidur di bahu pria itu. Entah bagaimana caranya. Mereka berdua juga tidak tahu saking lelapnya tidur. Untungnya pengganggu sudah pulang ke rumah. Yaitu Briella dan Kairav.
Dalam tidurnya, tiba tiba milik Kalingga bangun tanpa diminta. Nafasnya juga tiba tiba memburu. Ia semakin mengencangkan pelukannya pada Ailee. Bahkan keringat sudah membasahi pelipisnya. Kalingga benar benar tidak bisa tidur jika miliknya sudah bereaksi seperti ini. Pria itu ingin sekali berteriak kencang. Kenapa miliknya bereaksi di waktu yang tidak tepat.
"Ngggghhh," lenguh Ailee saat ia bergerak mencari kenyamanan pada bahu Kalingga. Gadis itu semakin mendekatkan tubuhnya agar semakin menempel.
"F*ck!! Kenapa lo makin nempel," ucap Ling. Pria itu menggeram saat lutut Ailee mengenai miliknya. Sudah tahu miliknya sudah bereaksi, sedangkan Ailee malah menyenggolnya tanpa merasa bersalah.
Kalingga menatap tajam ke arah wajah Ailee yang sedang tertidur lelap. Gadis ini benar benar tidak takut apa jika sewaktu waktu Kalingga melakukan hubungan intim? Kalingga pria normal dan dia selalu bereaksi terhadap Ailee. Makin tajam tatapan Kalingga, makin melemah juga tatapan itu dan berubah jadi lembut. Mata Kalingga terfokus pada bibir ranum Ailee. Ia benar benar tergoda dengan bibir itu. Apalagi bibir itu sedikit terbuka.
"Salah lo karena terlalu menggoda iman gue. Untungnya lo minum obat lo yang ada obat tidurnya. Sialnya, dosis obat itu tidak terlalu lama. Gue harus cepat cepat melakukannya," bisik Kalingga. Pria itu meraup bibir Ailee dengan cepat namun dengan tindakan cukup lembut. Karena takut wanita ini akan bangun. Kalingga tidak peduli disebut bajing*n atau pun sejenisnya. Dia akan melakukan apa yang dia inginkan.
Ciuman Kalingga semakin dalam namun tetap dalam gerakan lembut. Ia menghis*p bibir Ailee cukup lama sampai membuat bibir itu membengkak. Bahkan Kalingga juga melepaskan kancing teratas baju yang digunakan Ailee. Dengan mudahnya pria itu membuat tanda merah keunguan diatas dada Ailee. Kalingga sengaja melakukannya disana agar bekas itu tidak terlihat oleh siapapun.
Tbc.
__ADS_1
Hujatan untuk Kalingga disini👇🤪