Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
148. Ngedate


__ADS_3

***


Rasanya Ailee ingin sekali tertawa kencang. Dua jam setelah Kalingga pergi ke kamar mandi, pria itu keluar dalam keadaan rambut basah dan bawahnya hanya memakai celana pendek. Pria itu tidak memakai kaos atau pun singlet.


"Keringin yang," ucap Ling. Pria itu memberikan handuk kecil pada kekasihnya lalu duduk di atas kasur. Sedangkan Ailee langsung bangun dan berdiri di depan Kalingga. Wanita itu mengeringkan rambut Kalingga dengan cara menggosok gosokan handuk kecil itu ke kepala Kalingga. Kalingga sendiri hanya diam, namun tangannya memeluk tubuh Ailee. Wajahnya berada di depan perut ramping Ailee.


"Mau di rumah aja atau mau keluar?" Tanya Ling.


"Pengennya keluar sih, soalnya gabut juga di rumah. Besok kan sekolah," ucap Ailee.


"Mau kemana emangnya?" Tanya Ling.


"Kemana aja asal sama kamu, Ailee sekarang pacar kamu. Masa iya gak diajak nge-date," ucap Ailee.


"Kita baru sehari pacaran," ucap Kalingga mengingatkan.


"Ye," ucap Ailee singkat. Gadis itu berhenti menggosok gosok rambut Kalingga. Ia meminta Kalingga untuk mengosoknya sendiri. Sedangkan gadis itu berjalan menjauh.


"Ngambekan banget sih, ya udah ayo keluar. Kita ngedate," ucap Ling. Pria itu menarik tangan Ailee agar kembali masuk ke dalam kamarnya sementara dia pergi ke walk on closetnya lagi. Memakai kemeja hitam dipadukan dengan celana levis. Kalingga benar benar sangat memukau hanya dengan pakaian biasa seperti itu saja.


"Gak cocok ih, aku cuma pake legging," keluh Ailee. Namun Kalingga tidak mendengarkannya. Setelah selesai berpakaian dia menarik tangan Ailee keluar dari dalam kamarnya. Sebelum pergi dia berpamitan dulu pada abangnya yang masih bermain game. Kairav hanya mengiyakannya saja, toh jika melarang pun itu tidak akan berlaku dan tidak akan di dengarkan. Mengijinkan adik laki lakinya pergi memang sudah seharusnya.


Kalingga menekan tombol yang ada pada kunci mobil. Kunci mobil itu ada di tangannya. Iya, Kalingga memang berniat pergi menggunakan mobil. Sedangkan Ailee hanya menurut saja saat Kalingga membukakan pintu mobil untuknya.


Sebenarnya tadi hanyalah kata kata sindiran saja untuk Kalingga. Ailee tidak benar benar menginginkan ngedate, karena menurutnya duduk diam sembari saling berbicara dan mendengarkan satu sama lain lebih baik. Dari pada harus keluar, mengumbar kemesraan. Rasanya Ailee tidak terlalu suka. Namun karena Kalingga sudah mengajaknya, ya sudah dia ikut saja. Toh planning dia keluar bersama Briella juga gagal karena anak itu masih tidur saat ini. Ailee benar benar menyesal karena hanya menggunakan celana legging saja.

__ADS_1


Di dalam mobil tidak ada percakapan. Hanya terdengar deru mesin mobil dan angin saja. Sebab Ailee membuka kaca mobilnya. Kalingga melajukan mobilnya menuju ke arah pusat kota. Ailee masih tidak tahu apa yang akan mereka lakukan disana. Dia hanya diam dan menuruti Kalingga saja. Sebenarnya dia ingin tidur, namum Kalingga mengajaknya keluar. Jadi ya sudahlah.


Tiga puluh menit berlalu, Kalingga berhenti di depan sebuah gedung bertuliskan Sash Boutique. Itu adalah butik milik tante Ashel. Kenapa pria ini membawanya kemari?


"Pilih dress simpel dulu buat lo. Ini first date kita, gue mau yang berkesan," ucap Ling. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke arah Ailee setelah melepas seat beltnya, baru ia melepas seat belt milik Ailee.


"Aku kayak gembel ya pake baju biasa gini?" Tanya Ailee.


"Enggak, itu sopan dan simpel. Bukannya ini baju kebangsaan paling nyaman menurut lo? Selagi lo nyaman gue suka," ucap Ling.


"Pinter banget ngomongnya. Belajar dari mana? Kan belum pernah pacaran," ucap Ailee.


"Apapun yang gue lakukan saat ini ke lo, lo gak perlu tahu gue belajar dari siapa dan dari mana. Tugas lo cuma jadi pacar gue," ucap Ling. Ailee hanya tersenyun dan mengangguk.


Keduanya keluar dari dalam mobil Kalingga dan berjalan masuk ke dalam butik tersebut. Ailee menarik tangan Kalingga untuk menggandengnya, Kalingga sama sekali tidak menolak dan malah menautkan kedua jarinya.


Dari lubuk hati yang paling dalam, Ailee masih tiidak percaya dengan ini semua. Semua seolah seperti mimpi, namun ini nyata. Kalingga jadi pacarnya. Dulu ia hanya berangan agar bisa menjadi kekasih Kalingga, nyatanya tidak. Semua mimpi tingginya di masa lalu satu per satu mulai terjadi.


"Selamat datang tuan muda, nona Fox," sapa pelayan butik.


"Pilihkan gaun cantik untuk wanita ini," ucap Kalingga. Pria itu menoleh saat mengatakan hal itu. Tentu saja rasanya Ailee ingin tersipu malu mendengarnya. Namun dia harus jaga image di depan orang lain.


"Baik tuan muda, mari nona Fox," ucapnya.


"Kamu gak ikut?" Tanya Ailee.

__ADS_1


Kalingga tersenyum kecil lalu berbisik, "Jadi lo mau gue lihat lo lepas dan ganti baju? Atau mau sekalian gue gantiin?"


Ailee seketika merinding dan langsung berlari ngacir dari sana sembari menarik tangan pelayan toko untuk menunjukan dimana beradanya gaun yang dimaksud. Sementara Kalingga memilih duduk di sofa yang ada disana. Ia mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor maminya.


Cukup lama menunggu memang, baru akhirnya teleponnya diangkat oleh mami tercintanya.


"Kenapa sayang? Mami masih diluar, kayaknya pulang malem. Kerjaan papi cukup banyak, mami bantu handel sebagian," ucap Ashel.


"Enggak mi, Lingga cuma mau ngasih tahu, Lingga lagi di butik mami. Mau ngambil satu dress buat Ailee. Dia minta kencan tapi cuma pake baju biasa," ucap Kalingga.


Ashel terkekeh mendengarnya. Kalingga dan Ailee memang pasangan yang cukup unik.


"Ambil aja sayang, bilang sama asistem manager disuruh mami. Kamu yang anteng sama Ailee, jangan di sosor mulu. Dia anak orang loh, mami sama papi aja gak bakal biarin adik kamu di sosor sembarangan sama cowok," ucap Ashel memperingatkan.


"Maaf mi, kan mami udah tahu alasannya. Salahin papi, dia kasih gen-nya kebanyakan. Makanya sikao dan sifat kami gak jauh beda," ucap Ling.


"Hushh, jsngan kayak gitu ah. Kasihan Ailee, dia masih kecil sayang. Jangan kamu buat dia dewasa gitu dong," ucap Ashel.


"Ya kan sekalian belajar biar pro mi. Udah dulu deh, Lingga cuma mau ngasih tahu itu. Kasih tahu papi juga, kerjain kerjaan sendiri jangan seret seret mami. Awas aja kalo sampe mami sakit. Bye mi," ucap Ling.


"Astaga, iya sayang. Bye," ucap Ashel.


Tut.


Kalingga mematikan panggilan suaranya dan kembali menyimpan ponselnya. Pria itu melirik jam tangannya, sudah hampir pukul setengah tiga. Namun Ailee masih belum keluar juga.

__ADS_1


"Cewek lama banget kalo disuruh milih," gumamnya. Ia pun memanggil asisten manager dan mengatakan hal yang diperintahkan maminya tadi. Lumayan gratis. Namun bukan maksud tidak mau modal ya.


Tbc.


__ADS_2