Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
160. Cacing Alaska


__ADS_3

***


"Mienya udah jadi."


Teriakan yang cukup keras itu membuyarkan lamunan Kalingga. Pria itu seketika tersenyum menatap ke arah Ailee yang membawa dua mangkok piring berisi mie yang tadi dibeli oleh keduanya di toserba. Ailee juga menghidangkan orange juice sebagai pelengkapnya. Diatas mienya ditambahkan telor ceplok dan juga lelehan keju mozza. Benar benar sangat menggugah selera.


Seumur umur, Kalingga baru kali ini lagi dia memakan makanan instant seperti mie. Selama ini dia jarang sekali memakannya sebab dia sangat menjaga bentuk tubuh dan kesehatannya juga. Terlebih maminya juga membatasinya untuk tidak terlalu sering memakan makanan instan seperti mie.


Ailee mengambil duduk di sebelah Kalingga. Mereka makan mie instant itu di meja bar yang ada di bagian dapur apartment. Apartement Kalingga memang sangat luas, bahkan hampir sama luasnya dengan apartement milik Ailee.


"Makan sayang, jangan cuma diliatin aja. Kamu gak akan kenyang," ucap Ailee.


"Belajar masak dari siapa?" Tanya Kalingga. Pria itu mengambil sumpit yang diberikan Ailee.


"Kakek. Dari dulu kan aku diurus beliau, cuma pas SMA aja beliau harus pulang ke Indonesia. Sebab disana juga banyak restoran miliknya," ucap Ailee.


"Pantes pinter masak," ucap Kalingga.


"Pokoknya kalo kamu nikah sama aku, siap siap berat badan kamu naik. Aku yakin kamu gak bisa nolak masakan aku. Buktinya aja waktu aku buatin bakso, kamu yang paling banyak makan. Tante Ashel yang cepu," ucap Ailee.


"Mami emang gak bisa jaga rahasia soal gue ke lo," ucap Kalingga. Pria itu mulai menyantap ramen instan miliknya. Enak juga, entah karena memang aslinya enak atau karena memang dibuat oleh Ailee.


"Gimana?" Tanya Ailee.


"Enak," jawab Kalingga.


"Enak aja? Gak enak banget?" Tanya Ailee.

__ADS_1


"Enak banget sayang," ucap Kalingga.


Seketika jantung Ailee langsung berdisko ria. Entah kenapa rasanya atmosfer di sekitar juga jadi memanas. Ailee yakin jika kedua pipinya saat ini sudah memerah. Ia cepat cepat menundukan kepalanya dan menyeruput mienya untuk menutupi rona merah di wajahnya, namun tiba tiba Kalingga menyatukan kedua rambutnyaa yang tergerai.


"Ikat rambutnya dimana?" Tanya Kalingga. Ailee tidak mengatakan apapun, dia hanya menyodorkan ikat rambut miliknya.


Ini Kalingga pura pura tidak tahu atau benar benar tidak tahu? Ailee justru sengaja menundukan kepalanya untuk menutupi rona merah di wajahnya. Tapi Kalingga malah mengikat rambutnya.


"Gak usah malu sih kalo wajah lo merah, gue malah suka lihatnya. Lanjutin makannya habis itu ajarin gue pelajaran Biologi," ucap Kalingga.


"Aaa mas Ling, kenapa biologi sih? Aku tahu maksud kamu apa loh," ucap Ailee.


Cup..


"Diem, lanjut makan. Nanti kita bicara lagi setelah selesai makan," ucap Kalingga mengecup bibir Ailee agar tidak banyak bicara lagi. Ailee sendiri hanya terdiam mematung saat Kalingga mengecup bibirnya. Ailee pun perlahan mengambil sumpitnya dan memakan mienya.


Mencintai orang seperti Kalingga memang tidaklah mudah. Butuh banyak effort yang keluar, karena mencintai Kalingga benar benar sangat melelahkan. Lelah dinaik turunkan dalam mood, bahkan lelah ketika pria ini menjadikan sasaran emosinya dulu. Tapi sekarang, entah kenapa Ailee tidak pernah mendengar nada bentakan dan nada ketus dari Kalingga. Sepertinya pria ini mulai berubah setelah bersamanya.


Beberapa menit berlalu, mereka sudah selesai menyantap hidangan mie ramen instan yang dibuat Ailee. Selesai makan keduanya langsung mencuci piring dan bekas masak tadi bersama. Ailee bagian menyabuni sedangkan Kalingga bagian membersihkan.


Selesai mencuci piring dan membereskan dapur, keduanya berjalan menuju ke ruang depan dapur yang ada tv-nya. Namun baik Kalingga atau pun Ailee, keduanya tidak menyalakan tv tersebut. Sebab mereka akan belajar, sudah pasti mereka tidak akan fokus jika belajar dibarengi menonton tv.


Ailee mengeluarkan buku catatannya dan juga mengambil flash disk yang selalu ia bawa. Disana banyak sekali modul pelajaran yang sudah ia ringkas jadi lebih sedikit. Ailee hanya mengambil intinya saja, sisanya dia tidak bawa sebab menurutnya itu yang paling penting dan yang pasti masuk ke dalam soal ujian adalah bagian itu.


"Cewek kalo hamil gimana caranya?" Celetuk Kalingga tiba tiba sampai membuat Ailee menghentikan gerakan tangannya saat membuka laptop Kalingga.


"Apa iya kamu gak tahu? Atau pura pura gak tahu," ucap Ailee. Rasanya dia ingin menjitak Kalingga saat ini juga, namun Kalingga adalah pacarnya dan dia lebih tua dari Ailee. Tidak sepantasnya Ailee melakukan itu. Selain tidak sopan, itu juga akan membuatnya kualat. Karena sudah menjitak orang yang lebih tua.

__ADS_1


"Tahu, cuma pengen denger penjelasan lo aja. Soalnya penjelasan lo suka singkat, padat dan jelas. Guru mata pelajaran Biologi bilang, pelajaran tentang reproduksi dan sistem reproduksi yang bakalan lebih banyak dikasih," ucap Kalingga.


"Intinya, pertanyaan kamu tadi itu gak akan masuk ke soal ujian. Palingan juga yang masuk ke soal ujian pertanyaannya gak jauh jauh dari sistem reproduksi kayak apa, pengertian sisten reproduksi, sama yang terakhir sebagai bonus pertanyan kayaknya ditanya apa penyakit yang menyerang sistem reproduksi," ucap Ailee.


"Emang apa penyakit yang menyerang sistem reproduski?" Tanya Kalingga.


Ailee tersenyum dipaksakan dan memberikan laptopnya pada Kalingga. "Kamu baca baca aja modul ini. Ini buatan Ailee, materi itu udah Ailee ringkas jadi dikit disini. Ailee gak mau bicara soal itu ya sayang. Karena Ailee tahu maksud dan tujuan kamu itu apa bahas bahas soal biologi."


"Loh, ya jelasin lah. Kan gue minta diajarin," ucap Kalingga.


Ck. Pria ini benar benar menyebalkan sekali. Niat pria ini bukan belajar tapi ujung ujungnya sudah pasti mengarah ke hal hal yang sangat mesum.


"Mas pacar," panggil Ailee. Gadis itu berpindah tempat duduk dan menjadi duduk diatas pangkuan Kalingga.


"Jangan bahas hal hal yang mesum dan cukup intim ya? Nanti adik kamu yang baperan ini berdiri tegak gak karuan. Yang jadi sasaran siapa lagi kalo bukan Ailee. So, belajar sendiri aja kalo materi ini. Ailee mau bobo," ucap Ailee tersenyum. Ia mengecup pelan bibir Kalingga lalu kembali turun dari pangkuan Kalingga untuk duduk di tempat tadi. Namun Kalingga menahannya.


"Duduk disitu aja. Jangan turun lagi," ucap Kalingga.


"Oke. Aku duduk dipangkuan kamu, jangan buat adik kamu berdiri. Ailee ngantuk pengen tidur," ucapnya. Gadis itu pun menyandarkan kepalanya pada bahu Kalingga.


"Asal jangan banyak gerak aja kalo gak mau cacing alaska itu bangun."



Semakin sini Kalingga semakin solimeh😭🤝


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2