Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
120. Bisikan Iblis


__ADS_3

***


Senang rasanya memiliki cukup banyak teman random yang saling peduli satu sama lain. Mungkin Ailee tidak akan menemukan orang seperti mereka di kemudian hari. Semoga saja mereka tetap sama meskipun saat selesai masa SMA nanti, mereka akan berpisah untuk mengejar cita cita masing masing. Ailee benar benar sangat beruntung, awalnya dia hanya bertemu dengan Rici dan Cita di arena. Namun makin kesini, Ailee dikenalkan dengan Sopia, Angela, dan si kembar William dan Willem.


Sepulang dari markas SBA, Ailee mampir dulu ke sebuah mini market yang ada di ujung jalan. Tenggorokannya terasa haus karena di markas tadi dia tidak henti hentinya berbicara juga tertawa ngakak. Karena menurutnya, hanya anak anak inti SBA yang selalu mampu membuatnya tertawa seperti itu. Ailee benar benar senang sekali malam ini, setidaknya dia bisa sejenak melupakan sejenak sakit hatinya pada Kalingga. Namun tidak dapat dipungkiri jika ia pasti akan selalu bertemu Kalingga selama dia belum selesai dari SMA.


Ailee masuk ke dalam mini market dan mengambil lima kotak susu dengan varian rasa yang random. Ailee mengambilnya asal. Ia memang sangat menyukai susu, di markas sebenarnya dia minum minuman soda hanya untuk pengalihan saja. Selain itu dia juga ingin mencoba cobanya. Meskipun sebenarnya dia jarang menyukai minuman soda seperti itu.


Yang ia butuhkan hanya susu saja. Jadi setelah mendapatkan susu kotak, dia langsung berjalan ke arah kasir. Saat berjalan, ia mendengar pintu mini market terbuka, namun Ailee tidak mau melihatnya. Ia tidak memiliki urusan untuk hal itu.


"Saya totalkan dulu," ucap kasir. Ailee hanya mengangguk sekilas. Ia membuka ponselnya yang sejak tadi tidak berhenti bergetar karena munculnya notif di ponselnya. Memang setelah dia mempublish fotonya di instagram, selalu dan pasti ponselnya tidak akan berhenti bergetar. Padahal Ailee sudah menonaktifkan kolom komentar, namun para fansnya itu tidak akan berhenti. Mereka bahkan memenuhi DM instagramnya. Namun satu pun tidak pernah Ailee lihat. Bukan sombong, namun kebanyakan dari mereka itu adalah buaya. Alias mendekatinya hanya untuk popularitas atau hal lainnya.


Ailee melotot melihat ponselnya yang tiba tiba mati karena kehabisan daya baterai. Sial!! Bagaimana dia membayar jajanannnya?! Dia tidak membawa uang cash atau pun kartu kredit. Yang dia bawa hanya ponselnya saja. Astaga, bagaimana ini?!!


Kasir itu tidak mengatakan totalnya, karena di depan Ailee sudah tertera totalnya. Kasir itu hanya bertanya akan membayar cash atau debit. Namun Ailee jadi bingung.


"Mbak punya cargeran kayak gini?" Tanya Ailee.


"Enggak. Saya orang miskin, gak kebeli ponsel Iphone," ucapnya ketus.


Astaga. Maksud Ailee bukan seperti itu. Ia bertanya bukan maksud untuk pamer, melainkan bertanya karena dia ingin mencarger ponselnya baru lah dia bisa membayar belanjaannya.


"Gak gitu mbak. Ponsel saya mati, saya bingung mau bayar pake apa. Saya gak bawa cash, kartu kredit juga enggak dibawa. Saya bertanya begitu untuk meminjam sebentar supaya bisa membayarnya," ucap Ailee.

__ADS_1


"Halah, bilang aja kalo mbaknya gak mampu bayar. Handphone aja Iphone, bayar gak mampu. Gaya elite tapi ekonominya sulit," ucap kasir.


Ailee memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya. Mulut wanita di depannya ini memang tidak bisa di kontrol olehnya. Jadi dia hanya bisa mendengar hinaan itu.


"Ingat kak, lebih baik kayak saya. Gaya pas pasan tapi mampu bayar. Dari pada kayak anda, ponsel Iphone, pake barang barang branded, motor juga moge. Tapi giliran bayar gak bisa alesannya gak masuk akal banget," ucap kasir semakin menohok. Bahkan kasir itu menatap Ailee dengan tatapan sinis. Kasir itu memperhatikan baju Ailee juga tampilan Ailee dari atas sampai ujung kaki. Ailee benar benar tidak terima. Sialnya jarak rumahnya juga cukup jauh.


Duk..


"Saya yang bayar."


Ailee menolehkan kepalanya menoleh ke arah samping kirinya, disana ada Kalingga berdiri dengan tatapan datar dan dinginnya. Mengeluarkan kartu kreditnya setelah menyimpan keranjang belanjannya.


"Wah, kakak ganteng rupanya. Baik kak, saya totalkan dulu," ucap kasir itu semangat. Ia mulai mentotalkan belanjaannya.


"Baik kakak ganteng," ucapnya manja.


Cih. Jijik sekali rasanya Ailee mendengarnya. Dia hanya bisa diam saja, jika saja dia memegang uang cash mungkin dia bisa enyah dari sini. Dia benar benar muak. Apalagi saat melihat raut wajah Kalingga yang menatapnya dengan senyuman miring namun tipis. Ailee benar benar tidak suka di tatap seperti itu oleh Kalingga.


"Sudah kak," ucapnya memberikan sekantong belanjaan beserta kartu kredit Kalingga. Kalingga menerima kantong belanjaannya tidak dengan kartu kreditnya.


"Kartunya kak? Atau buat saya aja? Saya berasa jadi pacar anda jika menerima kartu itu," ucapnya pede.


"Dengar itu, ambil kartunya. Jangan diam saja, bukannya malam ini kita akan menghabiskan malam bersama?" Tanya Kalingga menatap wajah Ailee. Bahkan pria itu merangkul bahu Ailee. Kalingga terkekeh pelan melihat tingkah Ailee yang sepertinya ngebug karena hal ini. Gadis ini benar benar imut sekali.

__ADS_1


"Jangan lihat orang dari tampilannya. Siapa tahu apa yang dia ucapkan itu ada benarnya. Beberapa orang seperti wanita di samping saya bahkan saya juga jarang membawa dompet, uang cash, dan juga kredit. Kami hanya mengandalkan mbanking di ponsel kami," ucap Ling.


"Ambil kartu kredit gue," bisik Kalingga membuat Ailee tersentak kaget karena bisikan iblis itu. Ia pun segera menuruti kemauan Kalingga dan mengambil kartu kredit itu dari kasir tadi.


Cupp..


"Terimakasih," ucap Kalingga.


Ucapan Kalingga ini entah untuk Ailee atau entah untuk kasir di depan mereka. Ciuman Kalingga memang mendarat di pipi Ailee namun ia menatap kasir saar mengucapkan terimakasih.


Pria itu pun pergi membawa Ailee keluar dari dalam mini market ini. Meninggalkan kasir tadi dengan keterkejutannya. Mungkin dia terkejut karena melihat Kalingga mengecup Ailee. Namun Kalingga tidak peduli. Dia sama sekali tidak suka dengan seseorang yang sudah merendahkan orang lain.


"Lepas," ucap Ailee. Ia menepis tangan Kalingga dan berjalan menuju ke motornya. Kalingga tentu saja mengikutinya. Saat Ailee mengeluarkan kunci motornya, pria itu merebutnya.


"Apa lagi sih?!" Tanya Ailee galak.


"Lo pulang sama gue ke apartement gue," ucap Kalingga. Dia melambaikan tangannya pada mobil hitam yang berada di seberang jalan. Mobil itu adalah mobil bawahan papinya. Kalingga kemudian melemparkan kunci motor Ailee ke arah bodyguard yang keluar dari dalam mobil.


"Bawa motor ini pulang ke rumah," ucap Ling.


"Baik tuan muda."


Lingga pun menarik tangan Ailee untuk turun, namun Ailee menolak. Sehingga kedua manusia berbeda jenis itu saling adu jotos. Antara yang memaksa dan tidak mau dipaksa.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2