
Voting sama Bintangnya kakak, author tunggu wkwk.
***
Ailee baru saja beres mandi, berpakaian dan mengeringkan rambutnya. Ia menggunakan pakaian santai, kaos dan hotpants saja. Mengingat hari ini dia tidak akan kemana mana. Ailee seharian ini berdiam diri di kamarnya. Menonton, scroll sosial media, dan tidur. Tidak ada kegiatan lain selain itu. Sebenarnya dia bosan, tapi dia tidak diijinkan untuk keluar.
Ailee mengambil laptopnya dan berselancar di internet, mencari cari universitas lain ketika Harvard bukan pilihannya lagi. Entah kenapa Ailee memiliki setengah hati untuk kuliah disana. Tapi entah ini hanya perasaannya atau apa, Ailee tidak tahu. Banyak universitas bergengsi yang memberikan kualitas terbaik untuk para murid muridnya yang berniat masuk ke universitas tersebut. Tentunya biayanya juga bukan kaleng kaleng. Perbulannya mencapai puluhan juta, itu sudah pasti.
"Banyak juga ternyata. Masih bingung banget harus dimana padahal kelulusan di depan mata," ucap Ailee.
Ailee tentu saja harus berbekal sejak dini sebelum akhirnya memutuskan untuk berkuliah. Otak dan tubuhnya harus benar benar siap menghadapi dunia perkuliahan, apalagi jika dia masuk universitas para sultan. Mungkin setiap hari ponselnya saja harus ganti. Misalnya.
Saat sedang asik melihat lihat beberapa universitas di laptopnya, tiba tiba panggilan video masuk dari papinya. Ailee menghela nafasnya, sudah pasti dia akan diceramahi dari A-Z.
"Kenapa papi?" Tanya Ailee saat panggilannya terhubung.
"Ini mama sayang. Kamu kebiasaan kalo di telepon suka langsung to the point nanya kenapa. Padahal basa basi dulu kan bisa," ucap Cya.
"Kan Ailee gak suka basa basi ma," ucap Ailee.
"Plat banget hidup anak gadis mama. Tenang aja, papi gak bakalan ceramahin kamu atas insiden kemarin," ucap Cya.
"Alhamdulilah kalo gitu," ucap Ailee.
"Tapi mama yang akan ceramahin kamu," ucap Cya.
__ADS_1
Ya salam. Apa bedanya?!
"Mama gak pernah larang kamu buat melakukan apapun yang kamu mau selagi itu baik dan tidak menyimpang. Mama sayang sama kamu, cuma cara mama sama papi menyayangi kamu itu berbeda dengan kebanyakan anak. Kami hanya bisa memantau kamu dari jauh. Tapi percayalah sayang, mama sama papi sayang banget sama kamu. Mama gak suka kamu terluka kayak kemarin," ucap Cya.
"Iya ma, Ailee ngerti dan paham. Tapi kemarin itu pure kecelakaan. Ailee juga gak tahu kenapa bisa dia nabrak Ailee gitu aja, lagian Ailee mau selebrasi kemarin tapi gak jadi gara gara dia nabrak," ucap Ailee.
"Ck. Kamu ini, lain kali kalo menang balapan gak usah selebrasi segala. Ngapain? Dengan kayak gitu kamu malah celaka. Awas aja kalo sampe ada laporan lagi kamu celaka atau kecelakaan, mama akan sita semua motor kamu," ucap Cya mengancam.
"Ih mama, gak asik banget main ancam ancam kayak gitu. Kan bener loh gak ada yang tahu musibah itu kapan menimpa kita. Kemarin emang salahnya aku? Kan enggak, aku juga gak tahu kalo mau di tubruk kayak gitu," ucap Ailee. Gadis ini masih berusaha bernegosiasi dengan menjelaskannya pada sang mama. Semoga saja kejadian menyita motornya tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Ailee tidak bisa jika tidak memakai motor!!
"Ya udah, kamu istirahat yang cukup. Maafin mama sama papi yang enggak bisa datang buat jenguk kamu sekarang. Mama masih ada urusan disini," ucap Cya.
"Iya. Papi mana? Tumben enggak kelihatan," tanya Ailee. Cya mengarahkan ponselnya ke arah suaminya yang sedang melakukan zoom meeting di arah lain. Alex melambaikan tangannya saat istrinya mengarahkan ponselnya ke arahnya.
"Kerja mulu nanti cepet kaya. Kasihan yang belum dapet kerjaan," ucap Ailee.
"Iya ma."
Tut.
Panggilan video pun berakhir. Oke, Ailee akan kembali memaklumi kesibukan orang tuanya. Itu semua demi dia juga kan? Jadi ya sudah biarkan mereka mengurus pekerjaan mereka. Ailee masih mampu merawat dirinya sendiri.
Ia hampir lupa belum mengoleskan salep ke bagian bahunya yang lebam. Ailee pun kembali melepas bajunya sehingga hanya menyisakan tanktop saja. Ia pun berjalan ke arah cermin besar yang ada di dekat ranjangnya dan mengarahkan bahunya kemudian mengoleskan salep itu dengan perlahan lahan.
"Cepet ilang dong lebamnya. Jangan betah banget, Ailee ngeri tahu lihat beginian," ucapnya pada bahunya yang sedang diolesi oleh salep.
__ADS_1
Saat sedang tenang mengoleskan salep ke bahunya. Tiba tiba pintu kamarnya dibukan seketika. Ailee sontak melihat ke arah pintu. Disana ada Briella, Kalingga dan Kairav di paling belakang. Ailee melotot seketika saat menyadari dirinya hanya memakai tanktop kemben.
"WOI ANJIR TUTUP MATA KALIAN," teriak Briella. Ia mencoba mendorong abangnya lebih dulu karena jaraknya cukup dekat dengannya sementara Kalingga mengangkat sebelah alisnya saat melihat luka lebam yang cukup lebar di bahu Ailee.
Ailee sendiri langsung heboh menyambar kaos yang berada diatas ranjang dan memakainya dengan tergesa gesa. Hal itu membuat sikutnya kembali sakit karena gerakan yang cepat.
"Argh," ringisnya. Ia memegangi sikutnya yang kembali sakit dan terasa sekali nyut nyutan.
Kalingga masuk lebih dulu, dia tidak memperdulikan teriakan adiknya yang sudah menggema di luar kamar karena dia masuk duluan. Tujuannya bukan untuk melihat Ailee dengan posisi se-seksi itu, melainkan untuk melihat luka di tubuh gadis itu.
"Tutup mata kamu!!" Ucap Ailee galak.
"Udah pernah gue rem*s. Santai aja, gue cuma mau lihat bahu lo," ucap Kalingga santai.
What the f*ck!!! Ailee sangat ingin sekali menggetok kepala Kalingga menggunakan palu batu yang besar.
"Enggak!" Ucap Ailee. Ia berusaha kembali memakai kaos miliknya meskipun kesusahan. Kalingga menghela nafasnya dan membantu gadis itu memakai kaos.
"HEH KAK! NGAPAIN UNBOXING AILEE? BELUM MUHRIM. INSAF KAK INSAF, NANTI DEDEK KAMU DI POTONG SAMA MAMI," teriak Briella. Ia berlari menuju ke arah Ailee dan mendorong kakaknya untuk mundur. Membiarkan dia sendiri yang membantu Ailee.
"SI BANGSUL MENTANG MENTANG AILEE SUKA SAMA DIA SEENAKNYA LIHAT LIHAT AILEE GAK PAKE KAOS," teriak Kairav tak mau kalah. Bukan apa apa, dia hanya memancing kemarahan maminya saja. Bukannya seru melihat adiknya menderita karena ceramahan dari kedua orang tuanya?
Ailee menghela nafasnya. Waktu istirahatnya benar benar akan hancur sepertinya setelah kedatangan manusia kembar tiga ini. Padahal semalam tidur Ailee cukup nyenyak dan tidak bermimpi apa apa, tapi kenapa ia harus mendapatkan kesialan seperti ini?
Oh, ia baru ingat. Sejak pagi matanya berkedut tidak jelas. Ternyata ini yang akan terjadi. Astaga, Ailee sepertinya kurang prepare diri. Seharusnya dia melarang dulu manusia tiga ini untuk datang menjenguknya.
__ADS_1
Tbc.