Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
13. Dikeroyok Overthinking


__ADS_3

AKU CRAZY UP, YAKIN GAK MAU KOMEN GITU? APALGI VOTE HMMM


***


"Itu pilihan Ling, tapi sampai saat ini kan gak ada cewek yang deket sama Ling. Jadi Ailee deket aja sama dia, ganggu Kalingga kayaknya udah jadi kebiasaan yang harus Ailee lakukan setiap hari. Meskipun gak ada feed back baik. Seenggaknya Ailee gak pernah bohong kalo perasaan Ailee ini benar benar tulus buat dia," ucap Ailee. Ia melirik ke arah Ling yang hanya diam saja menatap ponselnya.


"Sorry, harusnya gue gak nanya gitu," ucap Briella.


"Gak papa," ucap Ailee tersenyum.


"Udah yuk balik. Nanti dimarahin mami kalo kemaleman," ucap Kai.


Mereka mengangguk dan pergi dari sana setelah Kairav membayar semua makanan total makanan mereka. Kairav dan Kalingga memang selalu membayar makanan mereka semua ketika keluar bersama.


Ailee kembali naik ke atas motornya yang dibawa oleh Ling. Ling memajukan motornya setelah motor Kai maju. Ailee dengan sengaja memeluk tubuh Kalingga kembali. Dapat ia rasakan jika tubuh Kalingga menegang dan sedikit terkejut. Ailee tersenyum kecil dan kembali menghirup dalam aroma tubuh Kalingga. Ini kesempatannya sebelum nanti mereka sampai ke rumah si kembar.


"Ailee gak tahu kalo omongan Briella sampe bener dan jadi kenyataan. Cinta sendirian aja udah cape apalagi harus menghindar dari kehidupan kamu. Ailee kayaknya gak sanggup Ling," gumam Ailee. Membayangkannya saja mampu membuatnya sakit hati, bagaimana jika itu terjadi. Sudah pasti Ailee akan jatuh sakit.


Ailee semakin mengeratkan pelukannya. Ia tidak mau kehilangan Kalingga. Meskipun pria ini tidak pernah menganggapnya.


"Ling, jangan dulu punya pacar ya? Ailee mohon," gumam Ailee. Ling dapat mendengarnya karena mereka sedang berhenti di lampu merah. Sedangkan Kai dan Briella sudah pergi melesat jauh.


Ling hanya diam saja, tidak berminat meladeni ucapan gadis ini. Saat lampu kembali hijau, Ling langsung melesatkan motor Ailee dengan kecepatan tinggi membuat Ailee kembali memeluknya dengan kencang.


"LING, AILEE MASIH MAU HIDUP. KITA BELUM NIKAH," teriak Ailee. Namun Ling menghiraukannya dan terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Briella dan Kai juga terkejar oleh motor mereka.


Tak berselang lama, motor mereka berempat pun sampai di mansion keluarga Kavinder. Ailee dan Briella turun.


"Gue langsung pamit ya," ucap Ailee.


"Apaan, kagak ya. Lo harus nginep. Bang, bantu seret nih anak," ucap Briella.

__ADS_1


"Oke," ucap Kairav.


"Heh, gue punya rumah juga. Kasihan rumah gue kalo gak gue tinggali, cukup kedua orang tua gue aja yang gak pernah ada di rumah," ucap Ailee.


"Bodo, gak denger," ucap Briella. Mereka berempat pun masuk ke dalam lift.


"Selamat datang tuan dan nona muda juga nona Fox. Tuan besar meminta kalian semua segera masuk ke kamar dan istirahat. Dan juga untuk nona Fox, nyonya besar berpesan untuk menginap disini," ucap pelayan rumah Briella.


"Oke," ucap Briella dan Kairav. Sementara Ailee hanya mampu menghela nafasnya. Mau tak mau malam ini ia menginap disini. Apalagi tante Ashel sudah memintanya sendiri.


"Nah kan, udah dibilang nginep aje Lee," ucap Briella.


"Hooh, biar makin deket sama Ling," bisik Kai. Ailee hanya mendengus pelan.


***


Sejak Briella memutuskan untuk tidur karena mengantuk, Ailee masih membuka matanya sejak tadi. Tidak ada tanda tanda dia akan tidur. Matanya terbuka lebar. Pikirannya terus overthinking memikirkan ucapan Briella.


Ailee pun memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan berjalan ke balkon kamar Briella. Ia pelan pelan membuka pintu balkon dan keluar dari sana.


Hawa dingin langsung menyergap ke kulitnya. Ternyata malam ini sangat dingin sekali. Ailee memilih duduk, menekuk lututnya di sofa panjang yang ada disana. Pandangannya menatap lurus ke arah depan. Disana diterangi oleh lampu jalanan.


Jika dilihat orang lain, mungkin tatapan Ailee saat ini sangat kosong. Pikirannya terus berkecamuk. Biasanya jika seperti ini, ia akan keluar malam dan naik motor sendirian. Karena dengan bermotor, pikirannya sedikit bisa lebih tenang. Namun sialnya dia harus menginap di rumah Briella. Jika saja Ashel tidak menyuruhnya secara langsung, mungkin dia tidak akan mau menginap disini.


"Cape banget hidup kayak gini. Tapi kayaknya udah jadi kebiasaan gue kayak gini. Ketemu orang gue keliatan bahagia tapi pas sendirian overthinking datang bertubi tubi. Aneh, datangnya suka keroyokan," gumam Ailee. Helaan nafas terus keluar dari mulut gadis itu. Ia benar benar lelah, namun entah apa yang ia lelahkan saat ini.


Lelah mengejar Kalingga? Rasanya tidak. Jika iya dia lelah, mungkin dia sudah menyerah sejak dulu. Lelah karena sikap kedua orang tuanya? Mereka terus berjanji akan pulang tapi nyatanya mereka tidak sampai juga. Mungkin iya, Ailee lelah menunggu.


Menunggu Kalingga yang tidak kunjung ia dapatkan dan menunggu kehadiran kedua orang tuanya yang tidak kunjung datang.


"Andai aja cari orang tua baru yang selalu ada itu mudah. Mungkin gue udah gak terlalu memperdulikan mama sama papi. Cape tuhan," ucap Ailee. Ia kembali menghela nafasnya dan mengeluarkan ponselnya. Lebih baik bermain game saja dari pada ia puyeng dengan kehidupan yang melelahkan ini, namun sialnya harus ia jalani.

__ADS_1


Ailee tidak peduli dengan dinginnya malam, ia justru selalu berusaha untuk sakit. Siapa tahu orang tuanya akan pulang jika dia sakit.


"Ck, ngapain sih," gumam Ailee saat ada telepon masuk. Namun ia tetap menganggkat panggilan itu.


"Apa?" Sarkas Ailee.


"Ketus amat dek. Lagi apa? Kok belum tidur, malah online game," ucap seseorang di sebrang telepon.


"Ngelont-," ucap Ailee.


"Heh! Mulut kamu. Kayak berani aja ngadepin pria hidung belang. Nanti nangis di unboxing," ucapnya.


"Apa kabar? Kapan pulang? Udah kayak orang tua gue aja gak pulang pulang," ucap Ailee.


"Maaf, abang masih banyak pekerjaan disini. Mau gak mau abang terus handel disini," ucapnya.


"Oke," ucap Ailee singkat.


"Jangan marah, abang pasti pulang," ucapnya.


"Pulangnya emang pasti tapi kapannya belum pasti," ucap Ailee.


"Minggu depan abang pulang," ucapnya.


"Gak usah kasih harapan apalagi janji. Gue udah muak sama janji lo terus mama sama papi. Lebih baik kayak gini, kita emang keluarga tapi gak pernah ketemu. Bahkan kita ketemu cuma hitungan jari aja. Gue udah terbiasa hidup sendiri," ucap Ailee.


"Dek, abang tahu kamu kecewa. Tapi abang kayak gini karena emang sibuk kerja," ucapnya.


"Iya, gue juga sibuk. Sibuk bangun kepercayaan lagi buat keluarga gue sendiri. Gue tutup, takutnya lo sibuk dan gue ganggu," ucap Ailee. Ia pun mematikan teleponnya sepihak tanpa menunggu persetujuan orang di seberang video.


Dia adalah abang sepupunya. Anak dari kakak mamanya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2