Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
190. Alexander Fox Enterprise


__ADS_3

***


Satu jam berlalu, Ailee sudah menapakan kakinya di perusahaan besar dengan banyak cabang yang tersebar di seluruh Asia dan Eropa. Perusahaan itu adalah perusahaan rintisan papi Ailee sejak dia masih muda. Sekarang dia sudah berumur dan harus banyak istirahat di rumah. Sementara pekerjaan akan digantikan oleh anak semata wayangnya, yaitu Ailee.


Alexander Fox Enterprise adalah nama dari perusahaan papi Ailee. Perusahaan yang benar benar dirintis dari nol. Berawal dari bangunan kecil yang kumuh, kini sudah memiliki kantor pusat dengan banyak lantai. Bahkan perusahaan ini sering masuk penghargaan perusahaan terbaik nomor satu. Terkadang perusahaan Fox dengan Kavinder saling berebut posisi. Namun anehnya, baik Alex atau pun Kavin tidak pernah bermusuhan. Mereka justru menjalin hubungan baik pekerjaan.


Ailee berjalan menuju ke kantor papinya. Seumur hidupnya baru kali ini dia menapakan kakinya disini. Selama ini dia hanya mendengar dan melihat wujud perusahaan papinya dari internet, tv, dan majalah. Dia tidak pernah mau menapakan kakinya disini sebenarnya. Namun dia tidak boleh egois, karena nantinya perusahaan ini bertumpu padanya.


"Nona Fox, perkenalkan saya Alice sekretaris tuan Fox dan nyonya Fox. Saya akan membawa anda ke ruangan tuan Fox. Disana sudah ada tuan dan nyonya menunggu anda," ucap Alice.


"Terima kasih Ms.Alice," ucap Ailee.


"No, nona. Panggil saya Alice saja, lagi pula saya juga sudah menikah. Suami saya adalah asisten dan tangan kanan tuan Fox," ucap Alice.


"Baiklah, terima kasih Alice," ucap Ailee mengulang.


"Sama sama. Mari nona," ucapnya. Alice menunjukan jalannya pada Ailee. Mereka akan menaiki lift. Sebenarnya suasana cukup canggung dan Ailee sangat tidak suka dengan situasi seperti ini.


"Alice, sudah berapa lama kamu bekerja disini?" Tanya Ailee.


"Sejak saya berumur dua puluh tiga tahun sampai saya berumur tiga puluh tahun cukup lama, bahkan saya sampai memiliki suami dari kantor ini," ucap Alice terkekeh.


Ailee ikut tersenyum, "Benarkah? Jadi Yaledam adalah suami mu? Aku kira om Yaledam tidak akan memiliki istri. Dulu aku sering diasuh olehnya saat dia datang ke mansion, dia baik tapi menyebalkan. Aku sering di panggil gadis pendek," ucap Ailee.


"Yaledam memang sedikit menyebalkan. Entah mengapa aku juga bisa sampai menyukainya bahkan mencintainya sampai kami menikah," ucap Alice.

__ADS_1


Mereka berdua masih berada di dalam lift sebab lantai yang di tuju Ailee cukup jauh. Yaitu berada di lantai tepat di lantai seratus satu. Seratus satu bukanlah angka yang sembarangan. Seratus satu bermakna untuk Alex, papi Ailee. Perusahaan ini dibangun tanggal sepuluh bulan satu. Tanggal yang sama dengab tanggal lahir Ailee. Makanya tidak jarang, papinya sering mengadakan pesta perayaan ulang tahun Ailee sekaligus ulang tahun perusahaan. Itu mutlak setiap tahunnya. Umur perusahaan ini sama dengan umur Ailee.


"Ngomong ngomong, apa anda sudah memiliki seorang anak?" Tanya Ailee.


"Sudah, aku baru melahirkan satu tahun yang lalu. Anak ku sangat manis dan tampan sekali," ucap Alice.


"Selamat ya Alice. Ternyata om Yaledam benar benar membuktikan jika dia akan memiliki seorang anak laki laki. Aku kira, dulu dia hanya berhalusinasi saja untuk memiliki anak laki laki," ucap Ailee.


"Sepertinya hubungan kamu dengan suami ku sangat dekat ya?" Tanya Alice.


"Tidak terlalu. Aku hanya sesekali bertemu dengannya juga berbicara dengannya. Dulu papi sering bekerja di rumah saat perusahaan masih belum sebesar saat ini. Dan om Yaledam adalah karyawannya yang pertama," ucap Ailee.


"Benarkah?" Tanya Alice.


Ailee menganggukan kepalanya. Karena memang kebenarannya seperti itu. Yaledam adalah karyawan pertama papinya yang sangat setia. Bahkan Yaledam rela tidak di gaji waktu perusahaan ini belum semaju saat ini.


"Dia adalah penerus Alexander Fox Enterprise," ucap Alex pada orang orang itu.


Ailee hanya tersenyum kecil dan berjalan ke arah papinya. Kedua tangan pria paruh baya itu terbuka, menandakan pada Ailee jika Alex ingin di peluk olehnya. Ailee paham dan langsung berjalan menuju ke arah papinya dan memeluknya.


"Bagaimana kabar kamu hm? Beberapa hari ini papi jarang melihat kamu," ucap Alex.


"Kabar baik pi," ucap Ailee.


"Apa sudah berbaikan dengan Kalingga? Kelihatannya kemarin kalian sedang bermasalah kemarin," ucap Alex.

__ADS_1


"Kemarin kami memang sempat selisih paham, tapi hari ini kami sudah seperti biasa. Semalam Brix tidur di apartement Kalingga," ucap Ailee pelan.


"Papi tahu, Kavin semalam memberitahunya. Kamu tidak macam macam dengannya kan?" Tanya Alex.


"Tidak, kami hanya tidur saja. Tidak ada hal lain selain itu," ucap Ailee.


"Nice girl. Papi membebaskan kamu karena papi percaya kamu bisa menjaga diri kamu," ucap Alex.


"Iya pi," ucap Ailee.


"Sekarang ikut papi ke dalam, simak apa yang disampaikan di dalam. Mereka semua adalah rekan bisnis papi," ucap Alex.


Ailee mengangguk dan mengikuti langkah kaki papinya menuju ke sebuah ruangan yang ada disana. Sepertinya itu adalah ruangan meeting. Buktinya disana ada sebuah meja panjang dengan masing masing kursi di sampingnya. Ailee duduk di samping papinya. Semua orang yang masuk sudah duduk, terkecuali om Yedam dan Alice. Mereka duduk di kursi samping.


Meeting dimulai. Ailee mulai menyimaknya meskipun sedikit tidak paham, namun dia tetap menyimaknya. Biasanya Ailee akan mengantuk jika menyimak sesuatu yang tidak ia pahami. Namun ini baru awal awal, semoga saja Ailee tidak mengantuk.


***


Di sebuah ruangan bernuansa putih, duduk seorang pria sembari menatap sebuah foto besar berisi gambar seorang gadis dari keluarga Fox. Gadis itu sangat cantik, cantik sekali. Dia sengaja membuat foto sebesar ini agar dia puas menatapnya. Tidak peduli berapa lembar uang keluar karena foto ini, yang jelas dia tidak peduli.


"Ailee Fox, nama yang sangat indah. Sebentar lagi kita akan bertemu dan aku pastikan kamu tidak akan lagi berhubungan dengan bocah ingusan itu lagi. Youre mine Ailee Fox," ucapnya sembari tersenyum miring.


Jika saja bukan karena kelancaran rencananya, mungkim dia tidak akan banyak mengorbankan waktu dan tenaganya. Bahkan dia rela menjadikan orang lain sebagai batu loncatannya untuk bisa bersama dengan gadis manis itu.


"Hari ini kamu datang ke kantor ayah mu? Aku tebak kamu akan segera menduduki perusahaan seusai kamu pendidikan bisnis. Dan saatnya tiba kamu akan mengingat ku," ucapnya.

__ADS_1


Kenangannya dengan gadis bernama Ailee ini sangat manis. Bahkan dia tidak mampu untuk sekedar melupakannya sekejap saja. Kenangan seindah itu benar benar membuatnya sangat senang bukan kepalang.


Tbc.


__ADS_2