Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
61. Sewa


__ADS_3

Aku udh crazy up 8 bab. Masa enggak di ramein sih😠😠😠


***


Briella sudah seperti saudaranya sendiri. Ailee tentu saja akan menolak kemauan William. Meskipun ia tahu William adalah temannya. Bagaimana pun, Ailee tidak mau melihat Briella sakit hati karena William. Sudah cukup dia jadi sad girl karena memiliki banyak pacar gepeng. Ia Briella memiliki pacar gepeng karena ia menyukai pria pria di Manhwa. Yang artinya pria idaman Briella hanya ada di dalam pandangan dua dimensi, yaitu gambar.


Miris, namun Ailee membiarkannya. Toh itu kebahagiaan Briella. Yang penting anak itu bahagia.


"Bu ketu, malam ini Albert bakalan kesini lagi kayaknya," ucap Cita.


"Dia tahu dari mana sih rumah ini? Ribet banget kali dia udah datang," gerutu Ailee.


"Gue sih yakin dia sewa orang buat ikutin salah satu anggota kita. Gak mungkin dia tahu dengan usahanya sendiri, secara Albert kan berduit. Apa apa pake duit," ucap William.


"Iya bene banget. Gue denger dari sepupu gue yang satu sekolahan sama Albert, dia jarang banget masuk sekolah tapi naik. Katanya orang tuanya nyogok uang banyak ke sekolahnya," ucap Rici.


"Perusak citra sekolah," ucap Sopia.


Albert memang terlahir dari keluarga kaya raya. Namun sayangnya kekayannya itu tidak digunakan dengan baik. Ailee sebenarnya sudah tahu berita itu. Ia kira itu hanya berita burung saja, tahunya Albert memang benar benar menyogok sekolah agar bisa naik kelas. Benar benar gila.


Seharusnya orang tuanya memberikan pengertian dan kasih sayang agar Albert tidak seperti itu. Menyelesaikan segala hal dengan uang. Uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang. Mungkin itu lah kata kata yang pas untuk Albert.


"Ngomong ngomong," ucap William.


"Ngomong ngomong apa?" Tanya Cita.


"Ngomong ngomong aja," ucap William.


"Anj- lo," ucap Cita tertahan.


Mereka kembali diam. Sibuk dengan pikiran masing masing. Lebih tepatnya dengan kegiatan masing masing. Cita dan Rici mabar mobile legend, Sopia dan Angela bergibah tentang idol k-pop favorit mereka. Sedangkan William dan Willem membahas soal kucing kembar mereka di rumah. Ailee sendiri hanya diam saja memejamkan matanya. Ia lelah dan butuh tidur, namun ia tidak mungkin tidur disini. Tapi dia mengantuk.


"Gue ke kamar dulu, kalo ada Albert bilang ke gue," ucap Ailee.


"Ngokeh."


Ailee pun berjalan ke kamar yang sering digunakan para wanita. Ia ingin tidur. Akhir akhir ini ia sering cepat merasa lelah. Ia kira hanya dia yang seperti ini, nyatanya Briella juga sama. Mungkin karena otak mereka dipaksa untuk berpikir terus menerus. Baik Ailee atau pun Briella sama sama bersaing ketat dalam pelajaran. Namun mereka bersaing sehat.

__ADS_1


Ailee melempar ponselnya ke dekat bantal kemudian ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dan tidur tengkurap.


***


Di mansion keluarga Kavinder, semuanya sedang berkumpul. Hari sudah malam, sekarang sudah pukul setengah tujuh. Sudah sejak lama memang ini menjadi agenda penting di keluarga Kavin. Mereka akan quality time sekeluarga setiap malamnya. Entah menonton tv, film, karaoke, atau barbeque.


Sejak tadi Briella dan Kavin terus saja berseteru. Mereka berseteru karena hal sepele. Yap, hanya karena Briella tidak mau papinya terus menempel pada maminya.


"Papi ih, rakus banget sama mami. Emang gak puas semaleman papi nempelin mami?" Tanya Briella galak.


"Enggak dek, sebelum ada kamu, papi bahkan lebih nempel dari ini. Papi gak pernah mau jauh jauh dari istri papi," ucap Kavin tak mau kalah.


"Ya udah, malem ini mami tidur sama adek di kamar adek. Papi jangan ikut. Tidur sama anak anak bujang papi aja sana," ucap Briella.


"Gak mau, papi maunya sama mami. Kamu aja sana sama bujang bujang jomblo itu," ucap Kavin.


"Wah, sekate kate mulut papi kalo ngomong. Nanti giliran Kairav bawa calon malah enggak di setujuin," ucap Kairav.


"Ya abisnya kamu bawa fotonya doang. Mana cewek cewek kamu itu halu banget, suka kok sama yang enggak bisa di gapai sih," ucap Kavin.


"Heh pi, kita itu harus bermimpi dulu baru gapai cita cita," ucap Kai.


Tawa Briella dan Ashel seketika meledak mendengar celetukan Kavin. Bisa bisanya seorang papi sangat menistakan anaknya sendiri. Sedangkan Kalingga stay cool, dia hanya tersenyum saja.


"Mami, lihat papi. Kok dia gitu banget sama abang," ucap Kairav.


"Udah mas udah, kasian anak bujanganya loh di goda terus. Biarin aja dia mimpi sampe mimpinya itu kenyataan," ucap Ashel melerai.


"Nah itu, semua berawal dari mimpi. Papi harusnya tahu itu," ucap Kairav.


"Ling ke kamar dulu ya? Badan gak enak banget rasanya," ucap Kalingga membuat Ashel langsung berdiri dan mengecek suhu udara anak itu.


"Kamu sakit nak?" Tanya Ashel.


"Kecapean aja kayaknya mi. Makanya Kalingga mau tiduran aja," ucap Ling.


"Ya udah, kamu istirahat aja. Nanti kalo panasnya naik kasih tahu mami," ucap Ashel. Kalingga hanya menganggukan kepalanya. Ia pun pergi dari ruang keluarga menuju kamarnya. Entah kenapa badannya tiba tiba seperti ini. Biasanya kan tidak.

__ADS_1


Sesampainya di kamarnya, Ling merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia mencoba memejamkan matanya beberapa kali namun sulit tertidur. Terlintas di pikirannya nama Ailee. Pria itu pun menghubungi gadis itu. Cukup lama dan dua kali Ling menghubunginya baru diangkat oleh Ailee.


"Lo kebiasaan banget kalo angkat telepon lama banget," gerutu Kalingga saat Ailee mengangkat teleponnya.


"Ngghh, apa sih," gumam Ailee.


Wajar saja gadis itu masih tertidur tadi namun ia terbangun gara gara Kalingga.


"Lo des*h? Lagi ngapain lo?!" Tanya Kalingga.


"Lagi open b*. Duitnya lumayan buat jajan," ucap Ailee asal.


"****. Jawab yang jujur. Lo lagi ngapain?" Tanya Ling.


"Kepo amat sama calon istri. Percaya aja, yang penting nanti pas Ling masuk milik Ailee masih ngeluarin darah," ucap Ailee.


"AILEE JAWAB GUE YANG BENER," teriak Kalingga kesal. Pria itu bahkan sudah duduk dari tidurannya saat mendengae desah*n dan kalimat open b* dari Ailee. Apa benar gadis itu sedang open b*?


"Jangan marah dong. Kan cuma becanda," ucap Ailee.


Ia menguap dan bangun dari tidurnya. Ailee duduk seperti orang bodoh saja. Jika saja ada Kalingga disana sudah pasti Kalingga akan menertawainya.


"Lo dimana?" Tanya Kalingga.


"Club," ucap Ailee.


"Club mana? Gue seret lo dari sana sekarang juga," ucap Ling.


"Aw, mau diapain nih? Mau di unboxing ya? Tapi Ailee takut, punya kamu gede," ucap Ailee.


"Sialan!! Lo dimana Ailee, jawab yang bener," ucap Kalingga.


"Ih, dibilang lagi open b*."


"Shitt!!! Gue sewa lo sekarang juga Ailee Fox."


Tbc.

__ADS_1


AADK ( ada apa dengan Kalingga ) ?


__ADS_2