Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
209. Permintaan Kalingga


__ADS_3

Guys, maaf belum bisa crazy up atau pun double up. Soalnya sibuk bngt akhir akhir ini sama kerjaan lain🥹🤳


***


"Ada lagi?"


Kalingga memang sengaja terus mempertanyakannya. Sebab dia tahu banyak keinginan dari Ailee untuknya. Hanya saja Ailee terlalu malu untuk mengungkapkannya. Kalingga peka soal itu, makanya dia menggunakan kesempatan ini untuk membuat Ailee menyatakannya. Karena jika dilain waktu dia menanyakannya, sudah pasti Ailee tidak akan jujur. Gadis ini cukup pemalu, padahal Kalingga pacarnya.


"Itu namanya bukan satu permintaan Kalingga," ucap Ailee.


"Ya pokoknya apapun yang lo mau, ungkapin semuanya hari ini," ucap Kalingga.


"Ya pokoknya mau Ailee cuma itu. Ailee gak mau kamu pergi dari kehidupan Ailee, Ailee gak sanggup kalo sampe hal itu terjadi. Ailee gak mau," ucap Ailee. Gadis itu memeluk Kalingga yang sedang bersandar pada bahu kursi.


Kalingga sendiri hanya tersenyum mendengarnya. Tentu saja dia senang, senang karena keinginan Ailee sama dengannya. Dia tidak ingin Ailee pergi dari hidupnya, namun untuk kali ini dia tidak akan meminta hal itu pada Kalingga. Tapi hal lain, yang tentunya dia akan mendapatkan jackpot.


"Gitu doang?" Tanya Kalingga.


"Iya, itu aja. Kalo mau kamu apa? Tapi ini kesannya kayak bukan taruhan ya? Kenapa sih kamu ikut ikutan naik nilainya. Kalo enggak kan cuma Ailee doang yang minta permintaan dari taruhan itu," ucap Ailee. Sedikit kesal, namun sudahlah. Ini juga merupakan suatu kemajuan untuk kehidupan Kalingga di SMA sebelum mereka meninggalkan SMA itu dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.


"Ya gimana, namanya juga usaha yang enggak menghianati hasil," ucap Kalingga.


Ailee hanya memberengut kesal sembari memeluk Kalingga erat. Rasanya sangat nyaman sekali, entah sudah nyaman yang ke berapa kalinya. Ailee benar benar tidak ingin melepaskannya. Begitu juga dengan Kalingga. Pria itu menyimpan dagunya di atas kepala Ailee. Kini keduanya sama sama diam, larut dalam pikiran masing masing. Namun Ailee lebih memikirkan ucapan wali kelasnya tadi.


Sedikit heran, namun dia juga percaya dengan usaha dan otaknya. Tapi kenapa harus lulus cepat? Yang ada dalam beberapa bulan mungkin dia akan berjauhan dengan Kalingga. Memang iya, dia tidak perlu khawatir soal Kalingga, pria ini tidak mungkin selingkuh. Pasalnya dia pria yang anti bicara jika dengan orang lain. Bahkan ketika ada yang bertanya juga, Kalingga hanya menjawab seperlunya saja. Kadang dia tidak menjawabnya, melainkam menunjukannya saja. Setelah itu dia pergi begitu saja.


Kalingga memang super cuek dan super super menyebalkan bagi Ailee. Menyebalkan karena pria ini sangat mesum. Bahkan rasanya mesumnya ini tidak tertolong lagi. Sisi negatifnya memang mesum, tapi sisi positifnya, Ailee merasakan nyaman yang selama ini dia cari. Nyaman yang tidak pernah ia dapatkan dan temukan dari orang lain.

__ADS_1


Kalingga menyakitinya, namun Kalingga juga adalah obat dari rasa sakitnya. Selama ini Ailee selalu berusaha mencari obat dari sumber rasa sakitnya. Obat uang diberikan psikiaternya cukup membantu namun tidak terlalu meredakan. Entah kenapa Kalingga merasa jika hanya bersama Kalingga barulah dia merasakan sesuatu hal yang dia inginkan selama ini.


"Ngomong ngomong, soal lo yang ikut ujian kelulusan duluan itu gimana? Lo mau ambil?" Tanya Kalingga.


"Gak tahu, masih bingung. Aku gak mau jauh jauhan sama kamu," ucap Ailee.


"Emang lo mau lanjut study dimana? Gue kira di Harvard," ucap Kalingga.


"Ya emang mungkin di Harvard. Tapi Ailee masih belum tahu universitas yang dimaksud sama bu guru tadi. Beliau cuma bilang lima universitas tanpa kasih tahu univ mana aja," ucap Ailee.


"Ya bener juga sih. Harvard aja, biar gue bisa ke rumah lo tiap pulang sekolah," ucap Kalingga.


"Gitu ya? Kita lulus sekitar lima bulanan lagi. Dan Ailee malah lulus duluan. Kamu kok gak ngejar nilai buat lulus cepet cepet sih Ling," ucap Ailee.


"Lah, kok nyalahin?" Tanya Kalingga.


"Pinter, dengerin gue. Gue emang berhasil ngejar peringat pertama. Tapi belum tentu juga gue bisa ngejar lo buat lulus sama sama sebelum waktunya. Itu terlalu susah buat gue yang mageran ini," ucap Kalingga.


"Ck."


Ailee hanya berdecih pelan. Kesal tapi bukan marah. Dia kesal karena Kalingga selalu menang ketika berbicara dengannya. Tidak pernah satu kali pun Kalingga kalah bicara karena Ailee. Justru Ailee lah yang selalu kalah. Lebih tepatnya Kalingga tidak mau mengalah.


"Udah sih yang, kan kita masih satu kota juga. Makanya ambil kuliah di Harvard. Biar gue bisa nyulik lo kalo lo udah selesai kelas," ucap Kalingga.


"Kan dibilang Ailee gak tahu universitas mana aja, sayang. Nanti deh kalo udah dikasih tahu. Katanya kan dikasih tahunya nanti, tapi entah kapan soalnya belum pasti juga," ucap Ailee.


Kalingga hanya mengangguk perlahan dan kembali memeluk Ailee. Semalaman dia kurang tidur karena begadang menunggu kabar dari sang kekasih. Yang ternyata sang kekasih juga sedang sibuk karena pekerjaan yang diberikan padanya. Kalingga bangga karena Ailee selalu unggul darinya, dari hal apapun itu. Dulu iya, dia memang iri pada Ailee. Tapi sekarang, setelah dipikir pikir apa gunanya? Toh Ailee sekarang pacarnya dan Kalingga tidak perlu iri lagi. Harusnya dia bahagia.

__ADS_1


Bahagia karena Ailee selalu yang terdepan.


"Lo naik jet papi nanti pas pulang ke Indo. Gue gak mau tahu," ucap Kalingga.


"Kamu aja yang naik jet papi aku, sesekali lah kamu berbaur sama mama sama papi aku. Mereka kayaknya udah pro sama kamu. Sampe sampe mama udah kasih lampu hijau buat kamu," ucap Ailee.


"Ah iya juga," ucap Kalingga.


"Aneh sih, kenapa mama tiba tiba banget langsung se-pro itu sama kamu. Padahal kamu sama mama cume sebayas kenal aja, gak kenal banget," ucap Ailee.


"Rezekinya," ucap Kalingga.


"Ngomong ngomong, permintaan kamu dari taruhan ini apa Ling?" Tanya Ailee.


"Be mine," ucap Kalingga.


Ailee mengernyit mendengarnya. Be mine? Bukannya dia sudah menerima Kalingga dan sudah berpacaran dengan pria ini? Lalu kenapa pria ini masih mengatakan hal itu?


"Be mine dalam artian, jadi milik gue seutuhnya," ucap Kalingga menjawab diamnya Ailee. Sebab dia tahu jika diam Ailee kali ini memang dia tidak mengerti.


"Seutuhnya? Maksudnya apa?" Tanya Ailee yang semakin tidak paham. Otaknya memang pintar, namun untuk urusan seperti ini dia sangat awam, sangat sangat awam. Sebab Kalingga mengatakannya cukup rumit dan tidak mudah di mengerti oleh Ailee.


Kalingga mengurai pelukannya dan memegang kedua bahu Ailee. Ailee menatapnya, begitu juga Kalingga.


"Gue mau tidurin lo," ucap Kalingga.


Tbc.

__ADS_1


Lochhhh..... 🫣🫣🫣


__ADS_2