Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
192. Green Lamp


__ADS_3

***


Rasanya ingin sekali Ailee membanting pintu saat menutupnya ketika keluar ruangan kerja papinya. Namun apa boleh buat, dia tidak boleh seperti itu. Karena bagaimana pun Cya adalah wanita yang sudah melahirkannya. Ailee tetap harus menghormatinya, bagaimana pun sikapnya selama ini. Ailee tetap menutupnya perlahan.


Ailee kesal dengan mamanya, bagaimana bisa beliau mengatakan hal seperti itu seolah dia sangat mendukung Ailee untuk melakukan hubungan intim sebelum waktunya. Ailee memang sudah tahu seperti apa hubungan intim itu, namun hanya sebatas namanya saja. Untuk prakteknya dia membutuhkan tutor. Tentu saja yang menjadi tutornya adalah suaminya.


Ailee berjalan keluar menuju ke lobby. Ia mengecek ponselnya dan...


"F*ck!! Masih nyambung," ucap Ailee.


"Mulutnya minta di hukum?" Tanya Kalingga.


Sambungan telepon memang masih terus tersambung. Ailee lupa mematikannya saat mamanya masuk tadi. Saking terkejutnya, karena biasanya dia memang tidak pernah dipergoki saat bertelepon dengan Kalingga. Dan parahnya lagi kenapa Kalingga tidak mematikannya?!


"Ling, kenaoa gak dimatiin teleponnya sih?!" Gerutu Ailee kesal. Terdengar kekehan dari sebrang panggilan. Bahkan Ailee tidak mau menampakan wajahnya, dia mengarahkan kamera belakang ponselnya.


"Sengaja. Kalo aja tadi gue matiin, gue gak mungkin denger percakapan lo sama mama lo. Ngomong ngomong, gue lima menit lagi nyampe," ucap Kalingga.


What the f*ck! Bagaimana bisa?!


"Kamu gak usah jemput. Aku udah pesen taksi online. Aku gak mau ketemu kamu, malu," ucap Ailee.


"Dan gue gak terima penolakan. Awas aja kalo kabur, gue pastikan lo bakalan menyesal kalo sampe kabur dari gue," ucap Kalingga.


Ya tuhan, habislah sudah riwayat Ailee. Dia tidak ingin bertemu Kalingga saat ini. Bukan apa apa, dia tentu saja malu jika harus bertemu dengan Kalingga. Apalagi pria itu mendengarkan percakapannya dengan mamanya tadi. Jika sudah diberi lampu hijau alias semacam ijin, sudah pasti Kalingga akan gas pol.


Ailee menghela nafas panjangnya, "Ya udah Ailee tutup dulu. Mau masuk lift."

__ADS_1


"Gak bisa. Jangan berani ya tutup teleponnya, gue ngambek pokoknya kalo lo tutup teleponnya," ucap Kalingga.


"Kan mau masuk lift, gak mungkin ada sinyal mas. Gimana sih," ucap Ailee kesal.


"Pokoknya jangan. Percaya sama gue sinyal gak ngaruh dan berhenti keselnya, nanti gue kasih bonus plus plus," ucap Kalingga.


Nah kan, baru saja Ailee mengatakan jika dia takut Kalingga akan seperti ini, malah kejadian. Pacar mesumnya ini memang sudah tidak bisa diselamatkan. Bukan apa apa, jika sudah diberi lampu hijau seperti itu Ailee sudah benar benar tidak bisa menyelamatkan dirinya. Paling paling kejadian kemarin terulang lagi. Kejadian dimana Kalingga akan lepas kendali lagi.


Ailee terus terusan menghela nafas panjangnya. Entah kenapa rasanya dia takut sekaligus malu. Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Kalingga sudah mendengarnya juga.


Ailee sudah masuk ke dalam lift, dia baru sampai di lantai delapan puluh. Memerlukan waktu lagi untuk sampai di bassement. Ailee merilik ke arah ponselnya, disana masih terhubung dengan Kalingga. Tumben sekali, biasanya sinyal akan segera hilang ketika dia masuk ke dalam lift. Tapi ini tidak. Ucapan Kalingga ada benarnya juga.


"Jemput di bassement parkiran aja, jangan di lobby," ucap Ailee.


"Sure, darl," ucap Kalingga.


Sekitar sepuluh menit berlalu, Ailee sudah sampai di bassement parkiran. Baru saja pintu lift terbuka, disana sudah ada Kalingga berdiri menunggunya. Ailee kira pria ini masih di mobil, ternyata dia sudah menunggunya di depan sini.


Kalingga tersenyum tipis dan menarik Ailee untuk jeluar dari dalam lift. Baru dia memeluk gadisnya. Ailee tidak melawan, justru dia malah membalas pelukan Kalingga. Ailee menyembunyikan wajahnya di dada Kalingga.


"Kenapa hm?" Tanya Kalingga.


"Malu sama kamu, aku kira kamu matiin teleponnya. Tahunya enggak," ucap Ailee.


"Sengaja sayang, sekarang udah dapet lampu hijau dari mama Cya. Kapan kita melakukannya?" Tanya Kalingga. Ailee memejamkan matanya kuat kuat sembari meremas jaket yang dipakai Kalingga.


Benarkan apa yang dia khawatirkan saat ini sudah terjadi. Kalingga meminta hal itu. Padahal sudah jelas jika Ailee akan menolaknya. Dia tidak mau melakukan itu jika dia belum menikah.

__ADS_1


"Jangan dibahas, aku nangis kalo kamu bahas soal itu," ucap Ailee.


"Kok nangis? Kan mama lo aja udah ijinin, tinggal kita eksekusi aja," ucap Kalingga.


"Kamu ngebet banget sumpah Ling," ucap Ailee.


"Kita sama sama ngebet, asal lo tahu," ucap Kalingga.


"Kita? Kamu kali yang udah ngebet, aku sih enggak. Pake segala bilang eksekusi, dipikir aku mau mati apa?" Tanya Ailee.


"Big no. Kiss me," ucap Kalingga.


"Gak mau, malu. Kamu nafsuan lagi, gimana bisa Ailee kiss kamu saat ini. Yang ada Ailee dibawa cek in," ucap Ailee.


"Gue punya tiga apartement, ngapain cek in di hotel? Oh atau lo mau nginep di hotel sambil kita gituan? Boleh, tapi untuk sekarang kita sewa dulu. Soalnya gue belum punya hotel sendiri. Gimana?" Tanya Kalingga.


"Bunuh sekalian aja mas, gak papa," ucap Ailee pasrah. Iya, dia benar benar pasrah. Karena memang dia sudah tidak mampu lagi melawan apalagi menatap Kalingga saat ini.


"Terus lo pikir gue mau jadi duda tanpa perjaka? Mana bisa, gak mau. Gak enak tahu abis itu langsung buat kamu pergi, pokoknya gue gak mau lo pergi. Lo harus senantiasa ada di samping gue, bukan di belakang atau pun di depan gue. Tapi di samping gue, sebab gue mau kita berjalan beriringan bersama menuju bahagia yang sebenarnya," ucap Kalingga tulus.


Oh hooo, dari mana belajarnya pria ini mengenai kaga kata putitis ini? Kenapa semakin kesijj Kalingga semakin sweet dan romantis sekali. Entah dalam kata kata atau pun tindakannya. Terkejut dan speechless sudah tidak perlu ditanya lagi. Ailee benar benar masih bingung sampai sampai dia tidak bisa berkata kata.


"Ayo pulang, kita ada janji jalan kan?" Tanya Kalingga.


Ailee mengurai pelukannya namun tidak melepaskannya. Tubuhnya masih menempel di depan Kalingga.


"Belajar dari mana kata kata puitis tadi? Ternyata Ailee sudah benar benar merubah kepribadiann kamu yang seperti gurun es itu," ucap Ailee. Kalingga tersenyum mendengarnya. Tidak membalas ucapan Kalingga karena dia membalas ciuman pria ini yang menciumnya duluan. Untungnya disini tidak banyak orang.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2