Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
125. Baperan


__ADS_3

Maap ya ges kalo cuma up dikit². Soalnya sekarang udah kerja, hehe.


***


Jika terus seperti ini, akhir yang akan diterima apa? Tarik ulur tidak menentu. Dengan orang lain dihalangi, dengan sendirian diabaikan. Entah apa mau Kalingga. Jika memang dia tidak menginginkan Ailee, seharusnya dia melepaskan Ailee untuk bersama dengan pria lain. Tapi baru saja Ailee berbicara dengan pria lain, padahal konteksnya mereka adalah teman, hal itu sudah memancing emosi Kalingga. Buktinya saja malam ini. Pria itu dengan paksa membawa Ailee ke apartementnya. Bahkan membuat tindakan tidak senonoh pada Ailee.


Ailee memang kesal dan marah. Tapi tidak marah sampai meledak ledak. Dia selalu menyimpan amarahnya. Ailee tentu saja tidak menerima perlakuan Kalingga tadi. Pria itu terus menyerang titik sensitifnya. Ailee paling tidak tahan ketika titik sensitifnya diserang. Namun untungnya Ailee bisa menahan dirinya. Jika saja tidak, mungkin dia akan terbawa arus permainan Kalingga.


Sudah kotak kelima Ailee habiskan saat ini. Perutnya sedikit begah, mungkin karena terlalu banyak minum susu. Tetapi itu enak, Ailee tidak bisa menolaknya. Susu sangat enak! Ia masih menyedot kotak susu yang kelima. Masih banyak karena dia baru meminumnya. Ailee memejamkan matanya. Namun mulutnya terus menyedot susu tersebut. Seolah seperti seorang bayi yang sedang menyusu pada ibunya.


Namun tiba tiba Ailee dikejutkan dengan kotak susu yang ditarik tiba tiba. Tentu saja hanya kotak susunya saja yang ditarik karena pipetnya di gigit oleh Ailee. Ada sedikit ceceran susu dari pipet yang masih tergigit mulutnya.


"Lingggg," geram Ailee. Ia mengeluarkan pipet dari mulutnya kemudian menarik kotak susu di tangan Kalingga dan menyimpan pipet itu di kotak susu kembali. Ailee juga menarik tissue untuk mengelap ceceran susu yang mengenai dada dan bajunya.


"Kenapa bangun?" Tanya Ling.


"Laper, jadi nyus*," ucap Ailee.


"Sejak kapan lo suka susu?" Tanya Ling.


"Dari dulu, cuma jarang minum di depan kalian. Biar enggak dikira anak kecil. Makanya sering minum soda atau minuman lain biar sama," jawab Ailee.


Pantas saja Kalingga selalu merasa aneh ketika melihat ekspresi Ailee yang terlihat tidak menikmati minumannya. Ternyata dia tidak terlalu suka.


"Kenapa gak order makanan?" Tanya Ling.


"Emang ada yang buka jam segini? Kan ini udah dini hari," ucap Ailee.


Benar juga. Kalingga tidak melihat jam jadi tidak tahu. Ia asal bicara juga. Sedangkan Ailee kembali meminum susu kotaknya. Kalingga memperhatikan Ailee yang sedang menyedot susu itu. Terlihat menggiurkan. Lingga pun menarik kotak susu itu dan meminumnya. Kemudian mencondongkan kepalanya dan menyatukan bibirnya dengan bibir Ailee.


Ailee mematung. Kalingga memundurkan kepalanya ke belakang, sehingga Ailee bersandar ke sofa. Ailee kira dia akan dipaksa meminum susu itu dari mulut Kalingga, namun ternyata salah. Susu itu sudah tidak ada di mulut Kalingga. Terbukti saat pria itu menggerakan bibirnya agar Ailee membalas ciumannya. Namun Ailee hanya diam saja.


Cukup lama Kalingga bermain sendiri, akhirnya dia melepaskan ciuman itu. Pria itu menatap ke arah Ailee. "Kenapa enggak dibalas?"


"Maksud ucapan kamu tadi apa? Kamu cowok Ailee? Maksudnya kamu pacar Ailee?" Tanya Ailee.

__ADS_1


Tidak nyambung memang, tetapi Ailee memang sangat penasaran dengan maksud ucapan Kalingga tadi. Ia bahkan mengabaikan pertanyaan Kalingga.


"Menurut lo," ucap Kalingga. Pria itu menyandarkan kepalanya pada bahu sofa lalu memejamkan matanya.


"Ailee gak ngerti Ling, maksud kamu apa?" Tanya Ailee.


Jujur saja Kalingga sedang menahan senyumnya karena ucapan Ailee yang awal sudah kembali. Ia menyukai Ailee yang berbicara dengan nada seperti ini. Dari pada dengan nada 'lo gue' rasanya Kalingga tidak suka.


"Gue gak nembak apalagi menyatakan perasaan gue," ucap Ling.


"Terus maksudnya apa? Kenapa kamu ngomong kayak gitu?" Tanya Ailee.


"Anggaplah gue lagi mengklaim kalo lo milik gue," ucap Kalingga.


"Kok gitu?! Kan Ailee bukan barang. Kok main di klaim sih," ucap Ailee kesal.


"Biarin, gue maunya gitu," ucap Kalingga acuh.


"Ck. Nyebelin," ucap Ailee.


Setelah menyakitinya, kini terbitlah sikap menyebalkan Kalingga. Ailee benar benar tidak habis pikir, sebenarnya Lingga ini spesies manusia seperti apa? Mood pria ini selalu berubah ubah. Ailee bahkan pusing sendiri menghadapinya. Sialnya, dia malah mencintai pria ini.


"Hm," gumam Ling.


Ailee tersenyum kecil mendengar jawaban Kalingga. Biasanya pria ini akan marah jika Ailee memanggilnya dengan sebutan itu. Tapi kali ini sepertinya tidak. Apa mungkin ini kemajuan?


"Ayang," panggil Ailee.


"Apa Brixy?" Tanya Ling. Pria itu membuka matanya dan menatap ke arah Ailee.


"Enggak, manggil doang kok. Besok Ailee mau ketemu sama temen cowok. Anterin pagi pagi," ucap Ailee.


"Gak," ucap Ling.


"Loh, kok enggak. Ya udah Ailee minta ponsel, Ailee mau hubungin orang rumah buat jemput. Udah buat janji soalnya sama dia," ucap Ailee.

__ADS_1


"Gue bilang enggak ya enggak. Ayo tidur lagi," ucap Ling. Pria itu menarik tangan Ailee kembali masuk ke dalam kamar. Masih lama untuk matahari muncul. Lebih baik tidur.


"Ling, Ailee udah janji loh. Masa iya gak datang, Ailee ada urusan penting sama dia," ucap Ailee. Kalingga tidak menjawab ucapan Ailee. Dia memilih diam dan terus berjalan masuk ke dalam kamar sembari menarik tangan Ailee.


"Lingga," panggil Ailee.


"Ayang."


"Kalingga."


"Enggak. Lo ngerti bahasa manusia kan? Gue gak bakalan biarin lo buat ketemu sama cowok itu. Gue mau bawa lo ke rumah, oma dan opa datang besok. Mami juga minta lo datang," ucap Kalingga.


"Oma yang mana?" Tanya Ailee.


"Oma Sarah," ucap Ling.


"Oh. Kenapa Ailee harus datang? Kan itu acara keluarga kamu," ucap Ailee. Gadis itu naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut.


"Mami yang minta. Lo tahu gue gak bisa nolak kemauan beliau," ucap Ling. Pria itu merebahkan tubuhnya dan tidur terlentang dengan tangannya yang dijadikan bantalan olehnya.


"Apa ini kode aku bakalan jadi anggota keluarga kamu?" Tanya Ailee.


"Ngarep lo ketinggian," ucap Ling.


Biasa saja namun cukup menohok. Ucapan Kalingga memang ada benarnya, Ailee memang tidak boleh berharap pada Kalingga apalagi bisa masuk menjadi anggota keluarga Natapraja. Keluarga terharmonis yang pernah dia lihat seumur hidupnya. Salah memang mengharapkan hal seperti itu. Dia hanya keluarga harmonis yang nampak diluar, namun berbeda dengan dalamnya.


"Kamu bener. Harapan Ailee terlalu tinggi buat masuk ke keluarga harmonis kamu. Harusnya gak berharap setinggi itu," ucap Ailee. Gadis itu merebahkan tubuhnya membelakangi. Entah kenapa cukup menyakitkan.


Kalingga menoleh ke arah Ailee yang sudah tidur membelakanginya. Kalingga tersenyum kecil dan menggeserkan tubuhnya kemudian memeluk Ailee.


"Baperan banget. Pantes gak bisa lupain perasaan lo ke gue."



Anak sultan cakep banget sumpah😭❤️

__ADS_1


Avv, udah cukup deh kayaknya nyakitin Aileenya.


Tbc.


__ADS_2