
***
"Sayang deh sama calon kakak ipar. Nginep ya?"
Tidak kakaknya tidak adiknya. Keduanya sama sama selalu menahan Ailee agar tidak pulang. Sepertinya itu sudah jadi kebiasaan. Namun sayangnya Ailee harus pulang, di rumah ada abang sepupunya ditambah juga dia sudah lama meninggalkan rumah. Seharian penuh dia terus bersama dengan kekasihnya. Meskipun sudah mendapatkan ijin, namun dia tidak bisa seenaknya juga.
"Gak bisa, gue harus pulang sekarang. Besok juga ketemu lagi Bri. Udah ya jangan galauin Klein? Masih banyak cowok lain, kalo mau gue kenalin lo sama William gimana?" Tanya Ailee.
"William? William yang waktu itu gue pernah ketemu? Yang anak kelas sebelah?" Tanya Briella.
"Iya itu," jawab Ailee.
"Wait, ngomong ngomong lo kenal sama dia dimana? Kok bisa tahu dia?" Tanya Briella.
"Gak sengaja kenal, gue nolongin dia dan dia balik nolongin gue. Impas sih tapi ya kita jadi temenan sampe saat ini," ucap Ailee.
Maafkan Ailee, dia tidak bermaksud menutupinya. Dia hanya sedang mengulurnya saja. Suatu saat nanti pasti dia akan memberitahu semuanya. Namun entah kapan.
"Enak ya jadi lo Lee, bisa kenal cowok cowok cakep. Tapi kenapa sih malah nyantol mulu sama kak Lingga?" Tanya Briella keheranan. Sebab selama ini dia yang jadi saksi seberapa berusahanya Ailee untuk mendapatkan kakaknya. Bahkan ketika awal awal sebelum saling mencintai, kakaknya selalu menyakiti sahabatnya ini. Tak jarang dia juga ikutan marah pada kakaknya.
"Karena dia tulus cinta sama gue."
Atensi Briella dan Ailee langsung teralih ke arah belakang mereka. Disana ada Kalingga yang sudah berdiri di belakang keduanya. Pria itu merendahkan tingginya jadi berjongkok dan mengecup pipi Ailee.
"Hueekkk. Gila lo bucin depan gue," ucap Briella kesal. Raut jijik yang dibuat buat sangat kentara sekali. Namun Kalingga malah semakin menggoda adiknya dengan mengecupi pipi kekasihnya.
"Kak gue aduin papi ya lo cabulin pipi sahabat gue," ucap Briella mengancam.
"Dasar tukang ngadu," ucap Kalingga. Ailee sendiri hanya terkekeh pelan melihat tingkah adik kakak ini. Memang seseru ini ternyata memiliki sodara. Sayangnya dia anak tunggal. Jangankan sodara, bahkan kedua orang tuanya pun selalu sibuk dengan kegiatannya.
"Waktunya aku anter kamu pulang," ucap Kalingga.
"H-ha," ucap Briella terbengong.
"A-aku?"
Kalingga menoleh ke arah adiknya. "Kenapa? Masalah buat lo?"
"Lingga, jangan sewot gitu dong. Nanti dia ngamuk. Dia lagi galau harusnya kamu hibur," ucap Ailee.
"Aku bukan badut sayang," ucap Kalingga.
__ADS_1
"Justru dia yang jadi badut buat cowok itu," sambungnya membuat Ailee dan Briella terkejut.
"Kamu tahu?"
"Kakak tahu dari mana?"
Briella dan Ailee kompak bertanya bersama sama. Pasalnya selama ini tidak ada yang tahu tentang hal itu kecuali Ailee. Atau mungkin Ailee yang cepu? Briella sedikit bertanya tanya.
"Gue tahu karena gue pernah lihat lo masuk mini market, gak lama cowok itu juga masuk. Terus kalian ngobrol di halaman mini market," ucap Kalingga.
"Dih, gue kira Ailee cepu sama lo," ucap Briella.
"Jahat lo nuduh gue. Gue gak gitu ya Bri, meskipun Kalingga cowok gue, gue gak mungkin cepuin apa apa sama dia soal lo," ucap Ailee.
"Hehe, maap kak," ucap Briella.
"Gue lebih muda dari lo," ucap Ailee tak mau kalah.
"Hih," ucap Briella mendelik.
"Udah, udah. Ayo pulang, habis anter kamu aku harus beresin kerjaan kemarin sama papi. Dan lo dek, mami minta lo buat pijitin dia. Katanya dia gak enak badan," ucap Kalingga.
"Aku pamitan dulu ya?" Ucap Ailee.
"Iya. Gak baik kalo calon mantu gak pamitan sama calon mertua. Nanti disangka gak sopan," ucap Kalingga.
"Dasar."
***
Kalingga dan Ailee berjalan bergandengan tangan memasuki area perumahan milik kakek Atma. Kalingga tadi memakai mobil milik papinya, disini dia tidak memiliki motor gede seperti biasanya. Hanya motor ninja biasa saja.
"Masuk dulu?" Tanya Ailee.
"Yakin aku boleh masuk?" Tanya Kalingga sembari mengerlingkan matanya ke arah Ailee.
Ailee mengernyit. "Kenapa gak yakin? Kan cuma masuk buat nyapa doang. Emang mau nginep?"
Astaga, gadis ini benar benar tidak bisa diajak becanda. Masuk yang dimaksud Kalingga bukanlah masuk rumah melainkan masuk yang lain. Tahulah Kalingga otak mesum ketika bersama Ailee. Jelas saja maksud masuk yang dikatakan Ailee akan berbeda arti jika Kalingga yang mendengarnya.
Kalingga menghela nafasnya lalu mengangguk. Hanya menyapa saja, tidak lebih. Sebab dia sudah ditunggu oleh papinya. Telat sedikit saja papinya pasti akan mengomel.
__ADS_1
Ailee menarik tangan Kalingga dan membawanya masuk. Di ruang tengah, ada papinya, kakek, Alvaro beserta Moran? Kenapa pemuda itu ada disini?
"Wah, akhirnya ketemu calon mantu," celetuk Cya dari arah dapur. Wanita itu membawa satu nampan teh beserta cake buatannya. Ia menyimpan nampan tersebut dan berjalan ke arah Ailee dan Kalingga.
"Mama," tegur Ailee saat mamanya menarik lengan Kalingga. Alhasil pegangan Ailee dan Kalingga terlepas.
"Makin ganteng aja calon mantu. Gimana kabar kamu?" Tanya Cya.
"Baik tante," ucap Kalingga sopan.
"Katanya mami kamu sakit ya? Gimana, udah mendingan? Tante belum sempat jenguk," ucap Cya.
"Mami baik baik aja. Mungkin hanya kelelahan saja," ucap Kalingga.
Tanpa Kalingga sadari, sejak tadi Atma terus menatap pemuda itu sembari tersenyum. Tidak disangka pemuda ini sudah tumbuh tinggi. Bahkan tingginya juga kalah. Dulu anak ini hanya setinggi pinggangnya.
"Grandpa," sapa Kalingga saat melihat Atma mendekat. Atma tersenyum. Ia pun menerima uluran tangan Kalingga. Iya, Kalingga sun tangan pada orang tua. Apalagi beliau adalah kakek dari kekasihnya.
"Pantas cucu saya rela lari larian tadi. Ternyata yang dia kejar bukan orang jelek," ucap Atma.
"Grand," ucap Ailee.
"Ah iya, soal itu Kalingga minta maaf. Kalingga kira pihak rumah sakit menghubungi papi, ternyata mereka malah menghubungi Brixy," ucap Kalingga.
"Brixy?" Beo Ailee.
"Why not," bisik Kalingga. Ailee menahan senyumnya karena salah tingkah sendiri. Dasar pria mesum!
"Duduk dulu, mari minum teh bersama," ucap Atma.
"Em, grand. Lingga udah ditunggu om Kavin sama Kairav. Mereka ada pekerjaan malam ini. Mungkin nanti dia mampir lagi," ucap Ailee.
"Its okay, aku bisa susul nanti," ucap Kalingga.
"No, you have agreement with your dad. Ngobrol dengan grand bisa nanti, lagi pula kamu baru keluar rumah sakit harusnya istirahat juga," ucap Ailee.
"Perhatian banget," cibir Alvaro namun Ailee menghiraukannya.
"Baiklah, hati hati di jalan. Ingat, kamu hutang minum teh dengan grand," ucap Atma.
Tbc.
__ADS_1