
***
Kalingga masih diam di posisinya dengan Ailee di sampingnya. Pemuda ini tidak ads niatan melakukan apapun, ia hanya menahan Ailee agae tidak masuk ke dalam hotel lagi. Ia ingin ditemani, namun hanya ingin Ailee saja yang menemaninya. Namun ka bingung harus melakukan apa dengan Ailee saat ini. Tiba tiba, Ling menarik tangan Ailee dan membawanya pergi dari sana. Ailee tentu saja berontak, namun Kalingga tidak menggubrisnya.
"Lepas Ling, Ailee gak bisa ninggalin abang gitu aja," ucap Ailee.
"Gak bisa ninggalin abang lo atau cowok yang bareng abang lo?" Tanya Kalingga.
"Gak usah cemburu, masa iya Ailee sama om om," ucap Ailee. Tangannya terus ditarik oleh Kalingga. Entah mereka akan pergi kemana. Namun semakin lama, mereka semakin jauh dari area hotel.
"Ling, berhenti dulu. Kaki Ailee sakit, kayaknya lecet deh," ucap Ailee. Ia menarik cekalan tangan Kalingga agar berhenti menariknya karena kakinya sangat sakit sekali. Ia pun berjongkok untuk mengeceknya. Benar saja, kakinya lecet akibat gesekan hells yang dia pakai.
"Siapa lagi yang telepon," gerutu Ailee. Bagaimana ia tidak menggerutu ia sedang kesakitan akibat lecet di kakinya dan ponselnya ikut ikutan merepotkannya.
"Lo pulang sama gue," ucap Ling.
"Males. Minta maaf aja susah," ucap Ailee ketus.
"Ya udah iya maafin gue, janji gitu lagi," ucap Ling.
"Ih, niat gak sih?! Bikin kesel mulu," ucap Ailee. Gadis itu pun mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata abangnya. Namun belum juga ia mengangkatnya, Ling lebih dulu merebutnya dan mereject panggilannya. Entah apa yang dilakukannya lagi setelahnya.
"Kuat jalan gak?" Tanya Ling.
"Enggak. Siniin ponselnya, mau suruh abang jemput kesini," ucap Ailee.
"Lo gak ngerti omongan gue? Gue bilang pulang sama gue," ucap Ling.
"Ya gimana pulangnya Ling? Kamu gak bawa kendaraan. Kaki Ailee bener bener sakit ini," ucap Ailee.
"Makanya jangan ribet pake hells ginian, kenapa gak pake sepatu aja biar simpel," ucap Ling. Ia memasukan ponsel Ailee pada saku jasnya kemudian berjongkok.
"Ya gimana Ailee tahu bakalan lecet. Lagian masa iya pake sepatu, kan enggak matching," ucap Ailee.
__ADS_1
"Naik," ucap Ling.
"Gak mau," ucap Ailee.
"Cewek bener bener ribet banget ya? Lo bilang sakit tapi giliran gue suruh naik punggung gue lo gak mau. Maunya apa?" Tanya Ling sedikit kesal. Wanita benar benar sangat ribet sekali menurutnya. Padahal tinggal naik ke punggungnya apa susahnya? Heran sekali.
"Ya udah iya aku naik," putus Ailee. Ia pun berjalan mendekat ke punggung Kalingga dan naik ke punggung pria itu.
Saat Ailee naik ke punggungnya, Ling langsung berdiri dan berjalan membawa Ailee pergi dari sana. Sebenarnya tidak memungkinkan bagi mereka pulang dengan jalan kaki. Jarak rumah masih sangat jauh. Kalingga bisa saja meminta orang rumah untuk mengirimkan mobil, namun entah kenapa ia ingin melakukan ini.
Ailee sendiri hanya diam saja di belakang punggung Kalingga. Pertama kali dalam hidupnya ia digendong Kalingga. Biasanya untuk sekedar dekat saja bersebelahan sangat susah sekali karena Kalingga selalu menjaga jarak dan selalu tidak mau untuk ia dekati. Namun entah jin apa yang merasuki pria ini, tiba tiba ia jongkok untuk menggendongnya. Biasanya ketika Ailee mengeluh, Kalingga sudah pasti akan menghiraukannya.
Kepala Ailee berada di sebelah kanan telinga Kalingga. Dia hanya diam saja di dalam gendongan Kalingga. Ia tidak tahu harus mengatakan apa. Otaknya tiba tina ngebug karena dia mengantuk.
Yap, ratu tidur itu tidak pernah ketinggalan mengantuknya. Entah kenapa Ailee selalu saja mengantuk.
"Jangan tidur," ucap Ling.
"Makanya berhenti, jangan ngejar ngejar. Tunggu gue yang ngejar," ucap Ling.
"Kapan? Kamu susah banget buat dijadiin pacar. Kan kalo pacaran enak, apa apa sama kamu. Bisa kiss juga tiap hari," ucap Ailee.
"Mau lo. Bibir lo suka nyosor kayak bebek tahu gak," ucap Ling.
"Biarin. Ling juga sering sosor Ailee kalo cuma berduaan kayak gini. Sekarang aja tumbenan enggak nyosor," ucap Ailee.
"Orang tua lo di rumah?" Tanya Ling.
"Mustahil mereka ada di rumah terus," ucap Ailee.
"Jadi lo cuma sama Magi di rumah?" Tanya Ling lagi.
"Iya. Mau nginep? Nanti kelon dulu sebelum bobo," ucap Ailee. Gadis itu berbicara namun matanya terpejam.
__ADS_1
Mendengar ucapan Ailee, seketika kaki Ling berhenti berjalan. "Tapi abis kelon kita s*x, mau?"
"Enggak. Punya kamu gede, takut Ailee," ucap Ailee.
"Yang penting muat masuk ke milik lo. Lo masih virgin kan?" Tanya Ling.
"Kenapa? Takut Ailee gak virgin lagi?" Bukannya menjawab Ailee malah balik bertanya.
"Enggak, siapa juga yang takut. Itu kan hak lo," ucap Ling.
"Ailee bakalan lepas virgin di malam setelah pernikahan. Ailee berharap kamu suaminya, tapi kecilin dulu ukuran adik kamu," ucap Ailee.
"Briella maksudnya?" Tanya Ling.
"Ih, tahu ah," ucap Ailee kesal. Adik yang dimaksud olehnya disini bukanlah Briella. Ini berbeda. Tolong bedakan antara adek dan adik. Itu sangat berbeda.
Kalingga tidak menjawab ucapan Ailee. Pemuda itu hanya tersenyum kecil mendengar celotehan gadis ini. Entah sadar atau tidak. Ia sangat menyukai ucapan ceplas ceplos Ailee. Polos namun biadab. Karena Ailee selalu menjerumuskan ucapannya pada hal hal yang vulgar. Entah dia belajar dari mana.
Setiap malam, Kalingga selalu mematikan kamar tidurnya. Dan dalam kegelapa, ia selalu mengingat ucapan Ailee. Biasanya dia akan tidur dengan lampu temaram, namun setelah insiden di dalam lemari waktu itu, Kalingga mencoba untuk tidur dengan lampu gelap. Awalnya memang terasa sesak, namun lama kelamaan dia mulai terbiasa. Bahkan dalam gelapnya malam, ia selalu mengingat Ailee. Entah kecupannya atau sentuhannya. Sialan!! Baru saja membayangkannya sudah membuat miliknya bereaksi, apalagi saat ini dada gadis ini menempel sekali dengan punggungnya. Ling tentu saja dapat merasakan benda kembar kenyal itu menempel sempurna pada punggungnya.
"Lo tidur?" Tanya Ling.
"Heem. Turun dulu, telepon orang rumah suruh jemput. Ailee udah ngantuk berat," ucap Ailee.
"Oke." Ling menuruti ucapan Ailee, ia menurunkan gadis itu untuk duduk dulu di kursi kayu yang ada di pinggiran jalan. Ia menelepon orang rumahnya untuk mengirimkan mobil ke lokasi dimana ia berada. Ling pun ikut duduk dengan Ailee.
Saat Ling duduk, Ailee menjatuhkan kepalanya pada bahu pria itu dan menarik tangannya untuk ia peluk.
"Gak mau kiss? Ailee mau bobo," ucap Ailee. Kalingga menoleh sedikit. Ia melihat Ailee yang sudah memejamkan matanya. Tak mengatakan apapun, Kalingga pun mengecup sekilas bibir Ailee.
Tbc.
Ngakak banget sama komenan deterjennya Kalingga😭👍
__ADS_1