Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
122. Tarik Ulur


__ADS_3

CISS DULU DONGGGG🤳🤳🤳


***


"Gue gak peduli sama perasaan lo, yang jelas gue suka dengan apa yang gue lakukan ke lo. Entah meluk, kiss, atau mungkin yang lainnya," ucap Kalingga.


Ailee tertawa miris mendengarnya. Kalingga hanya menjadikannya sebagai objek nafsunya saja. Mungkin iya, saat ini hanya tahap memeluk, kiss, atau mungkin berpegangan tangan. Tapi tidak ada yang tahu ke depannya akan seperti apa. Entah mungkin Kalingga akan melakukan hubungan intim padanya atau tidak. Dia seorang manusia dan memiliki nafsu. Apalagi Kalingga terlihat memiliki kelainan pada s*x.


Ailee hanya bisa membatasi dirinya sejak saat ini. Dia tidak mungkin akan melakukan hal itu. Masa depannya sudah pasti akan hancur jika melakukan hal itu. Apalagi di nama belakangnya dia membawa nama besar keluarganya. Yaitu Fox. Marga yang sangat disegani di dunia bisnis.


"Kenapa harus gue? Bukannya lo banyak duit, lo bisa sewa cewek cewek club atau cewek yang emang butuh duit dan mau di sewa. Atau kalo enggak ya sama Vanesha," ucap Ailee.


"Gue gak doyan cewek lain sayangnya, gue cuma doyan sama lo," ucap Ling. Pria itu pun melajukan mobilnya setelah mulutnya banyak keluar kata kata. Terlalu banyak berbicara, Kalingga tidak suka. Apalagi posisi mereka masih di pinggir jalan. Untungnya tidak ada polisi yang berpatroli, jika saja ada mungkin mereka akan diusir dari sana.


Ailee hanya diam saja. Ia sudah malas berbicara dengan Kalingga. Kata kata yang keluar dari mulut pria ini sangat toxic dan cukup menyakiti hatinya. Dia benar benar sudah lelah dengan semua ini. Apalagi dia tiba tiba ditarik dan dibawa pergi oleh Kalingga. Meminta dilepaskan pun rasanya tidak akan di dengar, memaksa keluar pintunya di kunci. Pilihannya hanya satu, diam dan menuruti kemana Kalingga membawanya pergi. Namun sayang, sepertinya itu bukan lah pilihan.


Ailee menyandarkan kepalanya ke kursi mobil yang ia duduki. Kedua tangannya memeluk tubuhnya. Matanya menatap ke arah samping. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Kalingga. Pria ini terus menarik ulur dirinya. Ailee sampai lelah sendiri. Dia ingin berhenti, namun dengan sikap Kalingga yang seperti ini dia tidak akan pernah bisa berhenti apalagi tenang. Ailee benar benar bingung harus seperti apa lagi.


Sedangkan Kalingga memang memilih diam, dia tidak mau berbicara lagi. Rasanya juga sia sia. Dia ingin bersama Ailee malam ini. Entah dengan persetujuan gadis ini atau tidak. Kalingga tidak peduli. Memangnya sejak kapan dia peduli? Dia kan selalu seenaknya sendiri. Jangankan peduli, Ailee mati saja mungkin hanya dianggap angin lalu oleh pria itu.


Tak berselang lama, mobil berhenti. Sejak masuk ke area ini, Ailee sudah bisa menebaknya. Ini apartement Kalingga. Entah apa yang akan dilakukan pria itu padanya. Ailee takut tentu saja. Dia wanita dan tidak memiliki kekuatan seperti Kalingga. Dia akan kalah jika Kalingga kasar padanya. Namun semoga saja pria ini masih menggunakan otaknya agar tidak melakukan hal itu.

__ADS_1


"Turun," ucap Kalingga.


"Lo aja, gue bisa disini semau gue," ucap Ailee acuh.


"Gue lagi males adu bacot kayak tadi. Turun," ucap Kalingga.


"Turun!"


"Ailee Fox," ucap Kalingga. Namun Ailee masih diam mempertahankan posisinya.


"T.U.R.U.N," ucap Kalingga menekan setiap kata. Ailee menghela nafas kasarnya kemudian keluar dan membanting pintu mobil. Kalingga juga ikut keluar setelah Ailee keluar. Namun ia kembali harus mengeluarkan ucapan dari bibirnya dengan sedikit tindakan untuk menarik Ailee masuk ke dalam lift. Ailee tidak berontak namun menolak. Tetapi Kalingga memiliki seribu satu cara untuk membawa Ailee dari sana. Kalingga membopongnya seperti membawa karung. Tentu saja Ailee jadi berontak dan marah marah.


"Lo bisa diem gak sih?! Gue udah cukup sabar dari tadi. Lo paling tahu kalo gue gak suka banyak ngomong apalagi dibantah. Sejak tadi lo ngebantah mulu omongan gue," ucap Kalingga marah.


Kalingga memejamkan matanya untuk meredakan emosinya. Gadis ini benar benar menguji emosinya. Kalingga sangat sangat ingin marah sekali, tapi melampiaskannya pada Ailee bukanlah solusi. Yang ada wanita ini akan semakin memberontak. Kalingga merem*s bokong sintal Ailee untuk meredakan emosinya. Sialnya lift terasa sangat lama sekali.


"LINGGAAA!!!"


Ailee terus berteriak saat Kalingga mer*mas bokongnya. Semakin Ailee berteriak maka Kalingga juga akan melakukan remasan. Namun kini bukanlah remasan, melainkan pukulan yang cukup keras. Jika dilakukan berulang maka bisa dipastikan bokong Ailee akan memerah.


"Semakin lo teriak, maka gue gak akan segan segan buat banting lo ke lantai saat ini juga," ancam Kalingga. Ailee mengepalkan kuat kuat tangannya saking emosinya. Tentu saja dia emosi, ia sangat ingin marah namun Kalingga selalu saja mendominasi. Seolah tidak mengijinkan Ailee untuk marah atau protes. Yang dimau pria ini adalah Ailee mengikuti maunya.

__ADS_1


Tak berselang lama, pintu lift terbuka. Ailee masih berada diatas bahu Kalingga. Kalingga memasukan sidik jarinya dengan mudah, pintu pun terbuka Kalingga langsung membawa Ailee ke dalamnya.


"Turunin gue Kalingga!" Ucap Ailee.


"Lo jadi cewek gak sabaran banget," ucap Kalingga. Ia masih emosi dan emosinya benar benar terus dipancing oleh Ailee. Kalingga berjalan melewati ruang tamu dan berjalan menuju ke kamarnya. Ailee terus berteriak minta di turunkan namun Kalingga tidak mendengarnya. Pria itu menendang pintu kamarnya dan membanting Ailee ke atas kasur miliknya.


Meskipun empuk, Ailee tetap saja memekik terkejut. Tubuhnya di lempar seolah dia tidak memiliki harga diri saja. Ailee hendak bangun namun Kalingga langsung mengukung tubuhnya. Ailee seketika mematung karena wajah Kalingga berada diatas wajahnya. Apalagi jarak mereka sangat dekat, buktinya hidung keduanya sangat menempel.


"Berat. Minggir," ucap Ailee setelah menolehkan kepalanya ke arah samping.


Kalingga mengernyit dan mendekatkan bibirnya ke telinga Ailee kemudian berbisik, "Gue gak nindih lo." Bahkan dengan sengaja Kalingga meniup telinga Ailee.


"Asshhh," rintih Ailee. Tentu saja dia merintih karena tubuhnya merinding. Telinganya kembali mendapatkan bisikan iblis itu. Telinganya adalah titik sensitifnya. Ailee akan bergerak gelisah ketika telinganya ditiup seperti itu. Dan sepertinya Kalingga sudah menyadari hal itu. Karena beberapa hari ini Kalingga selalu saja meniup pelan telinga Ailee.


"C-***-up," ucap Ailee terbata.


"Baru gue giniin aja lo udah kelimpungan. Gimana kalo gue bener bener melakukan hal lebih jauh?" Bisiknya. Kalingga semakin tertantang. Pria itu mendaratkan kecupan disana, bukan hanya sekali. Namun berkali kali sampai tubuh Ailee semakin bergerak gelisah.


"Arghhhh,, cukup sialan!!!"


Tbc.

__ADS_1



JANGAN DIHUJAT MULU GES SOALNYA LING CAKEP. KITA LIHAT NANTI AJA KE DEPANNYA🤣👍


__ADS_2