Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
77. Muncrat


__ADS_3

***


"Namanya unik. Apa tadi?" Tanya Briella.


"Klepon Bri, makanan tradisional Indonesia. Kakek ngajarin ini waktu gue liburan kesana," ucap Ailee.


"Pinter banget calon adek ipar," celetuk Kairav.


Uhukk... uhukk..


Ailee terkekeh dan menyodorkan air minum pada Kalingga.


"Udah ya, sekarang kita makan pagi dulu semuanya. Nanti baru lanjut ngobrol ngobrol lagi. Dan Ailee, itu dimakannya nanti kan habis selesai makan berat?" Tanya Ashel.


"Sekarang juga boleh kok tan. Gak masalah, tapi lebih baik nasi dulu aja," ucap Ailee.


"Oke. Kita semua makan ya? Inget, makan nasi. Kalian udah berapa hari absen gak makan nasi. Mami gak suka ya," ucap Ashel pada suami dan ketiga anaknya.


"Iya sayang," ucap Kavin.


"Iya mami," ucap ketiga kembar.


Ailee sendiri hanya tersenyum melihat kehangatan keluarga ini. Tak dipungkiri rasa iri pasti ada di dalam benaknya. Namun mau bagaimana pun, tuhan tidak menakdirkan keluarga seharmonis ini padanya. Tapi setidaknya Ailee masih beruntung karena hidup bergelimang harta dan orang tua lengkap.


Rumahnya utuh, namun tidak dengan isinya. Terkadang ia harus menerima ego kedua orang tuanya. Bahkan dia tidak pernah di dengar. Tapi sepertinya hal itu sudah menjadi hal biasa untuknya. Ailee bukan merasa orang yang paling menderita.


"Kenapa bengong?" Tanya Kalingga membuat Ailee mengalihkan atensinya.


"Enggak papa Ling," ucap Ailee tersenyum. Ia kembali memakan makanan yang sudah disajikan tante Ashel untuknya.


Sementara Kalingga diam memperhatikan Ailee. Senyum itu senyum palsu, Kalingga sudah bisa menebaknya tanpa bertanya. Ia tidak ambil pusing dan kembali melanjutkan makannya.


Keluarga Kavinder ditambah Ailee seorang makan dalam tenang pagi ini. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Hanya dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar. Sampai akhirnya acara makan pun selesai, Ailee dan Briella diminta Ashel untuk tidak makan pagi banyak karena ia ingin ditemani makan bakso buatannya dengan Ailee tadi.

__ADS_1


"Aromanya enak banget mi, ini beneran mami yang masak?" Tanya Briella.


"Dibantu Ailee, sayang," ucap Ashel lembut. Masij teringat jelas seberapa bar barnya dulu wanita yang sudah memiliki tiga anak sekaligus ini. Setelah menjadi seorang istri dan seorang ibu, dia benar benar berubah menjadi wanita yang lemah lembut dan penyayang.


"Lo kudu ajarin gue Lee. Gue juga pengen bisa masak," ucap Briella.


"Males, lo gak mudeng mudeng. Waktu gue minta bantu aja buat masukin bahan bahan satu per satu, lo malah masukin semuanya sekaligus. Kan ambyar," ucap Ailee.


Mereka memang pernah membuat kue waktu itu. Ailee sangat menginginkan kue, dan dia meminta bantuan Briella. Namun ternyata idenya itu fatal sekali. Menyesal, namun itu semua sudah terjadi dan juga sudah berlalu.


"Ya maaf, kan ndak tahu saya," ucap Briella.


"Adek paling males urusan masak. Makanya dia bilang mau cari calon suami yang tajir melintir, kayak papinya katanya. Soalnya nanti maunya diem aja di rumah tapi uang ngalir terus," ucap Ashel.


"Ya emang harus gitu sih tan. Cowok yang mau dijadiin pacar apalagi suami harus treat kita sebaik mungkin. Apalagi kalo udah mau jadi suami, ya sebisa mungkin dia berusaha bahagiakan calon istrinya nanti. Sama orang tuanya kan udah royal, harusnya sama suaminya lebih royal. Makanya sebelum bener bener mau nikah, cewek harus milih yang bener bener bisa dijadikan pemimpin dalam keluarga," ucap Ailee.


"Pinter. Ailee tahu dari mana ucapan kayak gitu?" Tanya Ashel.


"Iya loh, lo kan masih bocil. Umur aja tuaan gue," ucap Briella.


"Ya udah, lanjutin makan baksonya. Nanti Ailee anterin klepon buatan kamu ke kamar Kalingga, tadi dia minta kamu yang anterinnya," ucap Ashel.


"Iya tante."


***


Sesuai dengan apa yang dikatakan tante Ashel tadi, setelah selesai makan bakso Ailee membawa satu piring klepon buatannya pada Kalingga. Entah lah, keluarga ini seperti sudah menganggapnya sebagai anggota keluarga mereka. Padahal sebenarnya Ailee cukup segan. Briella sendiri pergi ke kamarnya untuk bersiap berenang. Dia mengajak Ailee tadi, namun Ailee menolaknya karena malas dan tidak membawa baju ganti.


Tok.. tok.. tok..


"Ling, Ailee masuk ya?" Ucap Ailee. Tidak ada jawaban apa apa dari dalam. Ailee pun masuk saja. Toh sudah biasa juga kan?


Di dalam kamar kosong, tidak ada Kalingga. Kemana perginya manusia itu? Kenapa cepat sekali hilangnya. Ailee pun berjalan menuju balkon, siapa tahu Kalingga ada disana. Namun sesampainya di balkon, disana juga kosong.

__ADS_1


"Ck. Kemana sih, aduh-," Ailee hampir saja terjungkal karena ia menbrak seseorang saat berbalik. Namun untungnya dengan sigap Kalingga menahan tubuh Ailee agar tidak terjungkal.


"Iiih, kebiasaan tahu gak?! Ngeselin banget," ucap Ailee kesal.


"Bukannya lo bilang yang ngeselin suka ngangenin?" Tanya Ling.


"Ya emang iya!" Ucap Ailee galak.


"Galak banget," ucap Kalingga. Ia menarik tangan Ailee agar duduk bersampingan dengannya di sofa yang ada di kamar itu. Ailee menurut dan duduk.


"Tante Ashel bilang kamu mau ini," ucap Ailee. Ia menyodorkan piring berisi beberapa bulatan klepon pada Kalingga.


Kalingga mengambilnya dan menyodorkannya pada Ailee dan memintanya memakan dari tangannya. Ailee menurut dan menggigitnya namun diluar dugaan, isian gula merah yang berada di dalam kelepon itu mencair dan isiannya muncrat.


"Mmmhhh, Ying," ucap Ailee.


Kalingga langsung memanfaatkan keadaan dan menarik tekuk Ailee bukan bibir Ailee yang pertama kali dia cium melainkan dagunya. Karena disana ada banyak lelehan gula merah. Kalingga dengan cepat menyimpan piring yang ia pegang ke sembarang tempat dan menekan tubuh Ailee agar gadis itu tiduran. Posisi seperti ini sangat memudahkannya.


Ailee terkejut tentu saja. Hari ini, dua kali di pagi hari bibirnya jadi sambaran Kalingga. Ailee tidak bisa bergerak karena kedua tangannya dengan cepat ditahan oleh Kalingga diatas kepalanya. Kalingga bergerak cukup liar, dia bukan lagi mencium melainkan menghis*p area bibirnya yang terkena gula merah itu. Bahkan Ailee tidak bisa menelan klepon yang tadi dia gigit karena Kalingga.


"Telen dulu kleponnya," ucap Kalingga saat ia melepaskan ciumannya.


"Ling-,"


"Telen," ucap Kalingga. Ia tidak mau mendengarkan ucapan Ailee. Ailee pun menurut dan mengunyah klepon itu lalu menahannya.


"Lepasin," ucap Ailee.


"Belum selesai Ailee Fox," ucap Kalingga. Ia mengambil klepon itu lagi dan meminta Ailee memakannya namun Ailee menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. Kalingga tidak kehabisan akal, ia membalurkan klepon itu pada bibir Ailee sehingga gulanya kemana mana. Bahkan Kalingga dengan sengaja mengalirkan gula itu ke leher Ailee.


Kalingga memang iblis.


Tbc.

__ADS_1


Maap ya gak bisa up banyak🥹🤧


__ADS_2