Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
218. Genting


__ADS_3

***


Untuk beberapa detik Alica terdiam mendengar ucapan Kalingga. Namun tak lama dia sadar kembali. Alica tetap diam, sebenarnya dia ingin mengejar, namun tidak etis rasanya. Sebab dia masih memikirkan harga dirinya. Alica pintar, jadi dia tidak akan terang terangan menunjukannya. Bermain diam namun tujuannya tercapai. Tentu saja, dia akan melakukan itu.


Alica menghela nafasnya dan pergi dari sana. Dia masih melihat Kalingga dan Ailee berjalan bersama. Tentu saja dia tidak suka melihatnya, namun sudahlah. Akan tiba waktunya semua berjalan sesuai dengan kemauannya.


Kalingga dan Ailee sendiri masih sama sama diam. Lebih tepatnya keduanya malas membahas soal Alica. Lagi pula, wanita itu sama sekali tidak penting bagi keduanya. Yang ada wanita itu hanya mengganggu saja. Sama seperti Vanesha.


"Sayang," panggil Kalingga. Seketika Ailee langsung berhenti melangkah dan menatap ke arah pria disampingnya ini. Sedikit terkejut namun banyak kagetnya. Kenapa tiba tiba pria ini dengan keadaan biasa saja memanggilnya sayang? Biasanya Kalingga memanggilnya sayang hanya ketika Ailee sedang marah. Dan ini...


"Kita pulang sekarang gak papa? Gue diminta pulang sama mami," ucap Kalingga.


Ailee mendengar ucapan Kalingga namun dia terlihat masih cukup ngebug. Ngebug sebab merasa sangat aneh dengan sikap Kalingga ini. Bahkan saking anehnya, Ailee memegang kedua pipi Kalingga serta meraba bagian dahinya.


"Gue gak sakit," ucap Kalingga.


"Terus kalo gak sakit kenapa kamu tiba tiba manggil aku pake sebutan sayang kayak gini? Tiba tiba, biasanya kamu bilang sayang sama aku waktu aku marah atau lagi kesel sama kamu. Kok sekarang kayak gini," ucap Ailee terheran heran.


"Gue cuma membiasakan diri aja. Lo sering manggil gue sayang, kalo gue gak manggil lo sayang juga, rasanya kan enggak fair. Ya memang gue masih pake kosa kata lo - gue. Tapi gue lagi mencoba buat berubah, buat lo," ucap Kalingga.


"Aaaaa... meleyot dengernya," ucap Ailee. Sakit tak tahannya gadis itu langsung memeluk Kalingga dengan erat. Sedangkan Kalingga hanya terkekeh pelan, dia membalas pelukan gadisnya. Kalingga menghirup dalam aroma rambut wangi Ailee. Apa gadis ini juga memakai parfume di kepalanya? Wanginya sama persis dengan parfume yang sering dipakai olehnya. Wangi vanilla.


"Gue sayang sama lo," ucap Kalingga.


"Nikahin dong bang, sayang doang kalo cuma ucapan buat apa," ucap Ailee.


"Boleh, unboxing malam ini besok nikahnya. Gimana?" Tanya Kalingga.

__ADS_1


"Mbah mu!!! Gak mau lah, masa di celup duluan tapi dinikahinnya nanti. Gak mau ah," ucap Ailee.


"Ah nya kurang yang. Coba beberapa kali terus pake intonasi nada menggoda. Gue jamin besok lo udah gak perawan lagi," ucap Kalingga.


"Arghhh, sakit Ailee," ucap Kalingga meringis kesakitan. Dia memegangi bagian dada kirinya yang di gigit oleh Ailee. Bahkan disana tercetak jelas bentuk bibir Ailee. Kemeja putihnya sudah ternodai.


"Nanti lebih sakit lagi kalo malam pertama mas, aku gigit tangan kamu buat nyalurin rasa sakitnya. Katanya sih, Ailee tahu dari guru Biologi. Beliau jelasin rinci soal itu waktu Ailee mau ikutan lomba Mipa," ucap Ailee. Gadis itu kembali memeluk Kalingga yang masih kesakitan di area dadanya yang di gigit begitu saja oleh Ailee.


"Pro dong kalo gitu ceritanya. Gue gak perlu lagi buat ajarin lo nanti," ucap Kalingga.


"Sstttt, jangan dibahas terlalu jauh. Nanti punya kamu berdiri lagi," ucap Ailee.


Kalingga terkekeh pelan dan memangku tubuh Ailee secara tiba tiba. Kalingga membawa kekasihnya untuk mendekat ke dalam mobil. Ia harus segera pulang. Maminya sudah mewanti wantinya tadi. Kalingga paling penurut, namun hanya pada Ashel, maminya.


Senang rasanya bisa menghabiskan waktu beberapa puluh menit dengan Kalingga. Sepertinya malam ini, tidur Ailee akan nyenyak. Prianya paling bisa membuatnya bahagia. Ailee sangat menyayanginya.


***


Kairav memang sejak tadi terus bermain ponsel, begitu juga Briella. Namun keduanya mematikan notifikasi whatsapp, yang artinya pesan apapun yang masuk tidak akan muncul di notif bar. Sebab mereka tidak mengaktifkannya. Sengaja saja, sebab Kairav dan Briella paling anti dengan chatan dengan siapa pun. Jika ada perlu mereka akan langsung menelepon. Sedangkan Kalingga, kalian tahu sendiri pria itu sedang bucin dengan kekasihnya. Jangankan mengecek ponsel, memegangnya saja tidak.


"Kakak, kenapa kamu gak pernah jujur soal ini? Kenapa kamu menutupi ini semua?" Tanya Ashel.


Jelas sasaran yang kini jadi interogasi pertama adalah Kalingga. Sebab di video itu Vanesha menyebut nama Kalingga.


"Lingga gak maksud untuk menutupinya mi, Lingga cuma gak mau terjadi kecanggungan antara mami, papi sama om Rafello. Lingga bahkan gak pernah buka chat dari Vanesha, mi. Setiap hari Lingga sering blokir nomor Vanesha yang baru," ucap Kalingga.


"Yakin kamu gak buka video itu? Gak kamu pake bahan kan?" Tanya Kavin.

__ADS_1


"Enggak lah, punya Ailee lebih menggoda. Ngapain lihat punya dia," ucap Kalingga.


Duk...


Lemparan bantal mendarat mulus di wajah Kalingga. Itu adalah ulah Briella, adiknya.


"Sembiringin banget mulutnya. Kayak gak pernah di sodok sama bulldozer aja kak. Ailee sahabat aku ya!! Jangan gila kayak gitu," ucap Briella tak terima.


"Ya ya ya," ucap Kalingga singkat.


"Masalahnya bukan lagi soal kecanggungan papi sama mami ke Rafello. Masalahnya tanggapan kakek dan nenek kalian. Mami cuma kasihan sama kedua orang tuanya saja, yang malu bukan cuma Vanesha. Tapi sudah pasti yang malu itu om Fello sama tante Ayu," ucap Ashel.


"Udahlah mi, biarin aja mereka urusin masalah mereka. Mami jangan care sebegitunya sama tante Ayu. Dia memang sahabat mami, tapi mami jangan lupa sama kejadian yang menimpa abang sama Kalingga," ucap Kairav mengingatkan.


"Sudah, kalian semua tidak perlu memikirkan masalah keluarga Vanesha. Rafello dan Ayu sudah dewasa. Mereka pasti bisa mengambil tindakan. Sekarang kalian bertiga masuk ke kamar kalian. Istirahat, besok kita fligt ke Indonesia," ucap Kavin.


"Iya pi," ucap ketiganya serempak.


"Selamat malam mami papi," ucap Briella sembari memeluk kedua orang tuanya. Sementara Kairav dan Kalingga hanya mengucapkan selamat malam tanpa memeluk. Gengsi.


Sepeninggal ketiga anaknya, Ashel langsung menatap suaminya. "Apa bener kalo yang kirim video itu Vanesha sendiri?"


Kavin menggelengkan kepalanya. "Aku gak tahu sayang. Vanesha orang yang sulit ditebak bukan? Dari pada memikirkan masalah mereka, lebih baik kita istirahat. Ingat dengan jatah ku?"


"Mas, keluarga lagi genting loh. Kok kamu masih mikirin soal itu," erang Ashel.


"Aku egois untuk kenikmatan itu sayang."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2