Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
294. Kebenarannya


__ADS_3

***


Keadaan berubah seketika. Media juga sudah dihebohkan dengan berita kecelakaan keluarga Fox yang disebabkan oleh anak bungsu Rafello Natapraja. Mungkin sebentar lagi wartawan akan segera mengincar keluarga Natapraja untuk meminta klarifikasinya.


Di dalam ruang keluarga, semua anggota sudah berkumpul karena perintah dari Faraz. Setelah dipanggil oleh asistennya, dia segera mengumpulkan semuanya. Bahkan tanpa diminta pun mereka sudah ada di ruangan tersebut untuk meminta penjelasan.


Ashel cukup syok dengan berita tersebut. Apalagi ponselnya tidak berhenti berdering. Banyak notif muncul dari rekan bisnisnya. Bukan hanya ponsel Ashel, namun ponsel Sarah juga sama.


"Apa yang kamu sembunyikan mas?" tanya Sarah.


"Tidak ada. Aku tidak menyembunyikan apa apa," jawab Faraz.


"Lalu ini apa?"


"Itu urusan keluarga Rafello."


"Tapi dia anak aku."


"Anak mu tidak belajar dengan baik. Bahkan dia tidak bisa mendidik anaknya," ucap Faraz.


"Aku menyembunyikan kebenaran ini berharap jika orang lain tidak tahu. Aku ingin melindungi anak ku dan keluarganya. Tapi aku gagal, orang orang itu berhasil menemukan buktinya. Beritanya sudah naik, bahkan video aslinya juga sudah muncul ke publik," jelas Faraz lesu. Pria itu terduduk ke atas sofa di dekatnya.


"Jadi kamu sudah tahu jika Vanesha yang menyebabkan lampu itu jatuh?" tanya Sarah tak percaya.


"Iya," jawab Faraz pelan.


Sarah menghela nafas kasarnya dan duduk di sofa berlawanan dengan suaminya. Wanita itu sudah menangis setelah mengetahui keberanan ini semua. Dia benar benar tidak percaya, suaminya menyembunyikan hal sebesar ini darinya. Apa yang akan dia lakukan nanti ketika bertemu dengan Ailee atau pun Atmajaya? Rasanya dia sudah tidak memiliki wajah untuk bertemu dengan kedua orang itu.


Semuanya terdiam. Tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Yang jelas ini semua akan berdampak pada usaha mereka semua. Rafello sudah membawa istri dan anaknya pergi dari sana terkecuali Virendra. Pria itu tidak mau ikut campur dan memilih diam di rumah Natapraja.


"Kamu juga tahu soal ini?" Setelah lama terdiam akhirnya Ashel bersuara dan menatap ke arah suaminya.

__ADS_1


Kavin tidak menjawabnya. Namun dari tatapan pria ini Ashel sudah menduganya. Suaminya juga tahu soal ini semua.


"Kita punya anak perempuan seumuran Ailee. Apa kamu gak pernah mikir kesana mas? Bisa bisanya kamu kayak gini. Ailee sangat percaya sama kamu, tapi kamu..."


Ashel tidak mampu meneruskan ucapannya. Dia benar benar syok sekaligus marah dengan sikap suaminya ini.


"Fello adik aku, sayang. Kalo anak dia bikin ulah sudah pasti yang kena imbas kita semua," tutur Kavin.


"Tapi gak harus menutupi kebenarannya juga kan?!"


"Maaf."


"Maaf kamu gak berpengaruh apa apa. Kedua orang tua Ailee masih di rumah sakit," ucap Ashel.


"Aku tahu, tapi Alexander sudah sadar. Mereka akan segera sembuh," jawab Kavin.


Di tengah perdebatan para orang tua, Briella terdiam di salah satu sudut ruangan. Dia tidak menyangka jika keluarganya lah yang membuat kedua orang tua sahabatnya itu celaka. Meskipun yang bertindak hanya Vanesha, tapi keluarganya juga ikut andil dalam menutupi kebenarannya. Briella benar benar tidak tahu apa dia masih bisa bertemu Ailee atau tidak setelah kejadian hari ini.


***


Setelah menggores tangannya, Ailee segera melajukan mobilnya menuju ke apartementnya. Dia rasa dia tidak akan kuat jika terus diam di tempat tadi. Makanya dia langsung pergi ke apartementnya. Ailee tidak berani datang ke rumah sakit dengan kondisinya yang kacau seperti ini. Bisa bisa papinya akan memarahinya dan mengetahui kondisi Ailee yang sebenarnya.


Tempat Ailee sangat hening. Tidak ada suara apapun selain suara detak jarum jam. Ponselnya tidak akan berbunyi karena dia sengaja meninggalkannya di kediaman Natapraja. Dia yakin Kalingga akan mencarinya. Untuk itu dia meninggalkan ponsel kesayangannya itu.


Setelah kejadian kemarin dan hari ini, Ailee jadi paham jika dia harus melepaskan sesuatu yang ia sayang. Yaitu Kalingga. Sebenarnya dia tidak pernah mau mengakhiri hubungannya itu. Tapi tidak ada pilihan lain. Hubungan dia dan keluarga dari kekasihnya sudah tidak seperti dulu lagi. Dan Ailee rasa dia tidak bisa mempertahankan hubungannya itu sampai kapan pun.


Ailee menatap tangannya yang sudah bersih juga lukanya yang suda dibalut dengan perban. Ailee mengernyit melihatnya, siapa yang melakukan ini semua? Tidak mungkin Kalingga kan?


Dengan perlahan Ailee bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar. Tangannya berpegangan pada dinding. Kepalanya sangat pusing sekali.


"Gail?"

__ADS_1


"Ahh, syukurlah kau sudah sadar. Jantung ku hampir meloncat saat melihat keadaan mu yang sangat kacau," seru Gail.


"Kenapa kau kesini? Bukannya aku meminta mu untuk menjaga kedua orang tua ku?" tanya Ailee. Gail membantu Ailee duduk di sofa sebelahnya.


"Ada Magi dan beberapa bodyguard," jawab Gail.


Ailee bergumam dan memejamkan matanya setelah punggungnya bersandar pada sofa. Diam diam Gail menatap ke arah anak majikannya ini. Ia tahu betul jika saat ini Ailee sedang tidak baik baik saja. Beruntung dia cepat melacak keberadaan anak ini dan segera menyelamatkannya dari kematian.


"Kau kekurangan darah. Sebentar lagi dokter akan tiba untuk mengecek keadaan mu. Aku harap kau tidak menolak," ucap Gail.


"Aku baik baik saja," kilah Ailee.


"Aku bukan orang bodoh," ketus Gail. "Oh iya, aku tidak menyangka kau akan berpikiran cara seperti ini. Awalnya saat aku melihat gelagat mu yang berusaha mencari keberadaan Vanesha, aku kira kau akan langsung membunuhnya. Ternyata tidak. Rencana dadakan mu sangat bagus," kekehnya.


"Aku bukan orang bodoh seperti mereka. Jika mereka menyakiti ku dengan cara seperti ini, maka aku akan menyakitinya juga. Namun dengan cara yang berbeda," jelas Ailee.


"Haruskah aku mengucapkan selamat? Saat ini wartawan dari seluruh negeri sedang mencari cari anak dari tuan Rafello," ucap Gail.


Ailee tidak menanggapi ucapan Gail, gadis itu hanya terdiam. Tubuhnya terasa sangat lemas saat ini.


"Atur kepindahan mama ke rumah sakit di Boston. Tempatkan di rumah sakit Levent. Pengobatan papi jangan lupa. Dan tolong urus kelulusan ku di sekolah. Katakan pada pihak sekolah jika aku akan mengambil tawaran mereka untuk lulus lebih cepat," titah Ailee.


"Dan, jangan berikan informasi apapun pada keluarga Natapraja apalagi Kalingga. Bantu aku agar dia tidak bisa menemukan keberadaan ku," sambungnya.


"Kalian putus?"


"Lebih tepatnya tidak akan berhubungan lagi."


"Kau yakin? Dia tidak bersalah, Brixy."


"Tapi om Kavin bersalah, apalagi opa Faraz. Kau pikir aku akan tetap berhubungan dengannya disaat aku membenci salah satu keluarganya?"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2