
***
Rasanya menjadi seperti ini bukanlah kemauannya, tapi jika dia terus memberikan sikap baik baiknya juga tidak baik. Pasalnya mungkin, kedua orang tua Ailee akan tetap seperti itu terus. Manusia memang tempatnya salah, tapi tidak harus sampai seperti itu kan? Ailee sendiri sudah bosan memaafkan kedua orang tuanya dan kembali menerima mereka. Apa kedua orang tuanya tidak pernah bosan dalam mengingkari janji janji yang mereka lontarkan? Tolong lah, Ailee manusia. Dia juga punya titik kesal dan sabarnya sendiri.
Ailee memarkirkan motornya di depan pintu masuk mansion Kavinder. Biasanya dia memang akan parkir ke garasi bawah yang sangat luas, namun entah kenapa dia ingin parkir disini. Toh disini juga diijinkan, jadi tidak apa apa.
Ailee menundukan kepalanya dan tersenyum pada beberapa bodyguard, meskipun mereka tidak pernah membalasnya dan hanya terkesan bermuka datar, Ailee tetap melakukannya. Menurutnya, untuk bersikap baik tidak perlu mendapatkan feed back yang sama. Yang penting dia jadi orang baik. Masalah mereka akan membalasnya seperti apa, ya itu urusan mereka dengan tuhannya.
Ailee disapa beberapa maid yang bekerja disini termasuk bi Sati. Bi Sati bilang, om Kavin dan tante Ashel sedang pergi. Hanya tersisa anak anaknya saja. Ini memang masih terhitung pagi, sekitar pukul tujuh. Ailee yakin Briella belum bangun. Makanya dia datang untuk membangunkan anak itu. Meskipun ia ingat hari ini akan kemana, dia akan tetap tidur jika tidak dibangunkan.
Ailee berjalan menuju ke kamar Briella setelah keluar dari dalam lift. Baru saja tangannya naik hendak memegang handel pintu, tiba tiba pinggangnya ditarik dan diangkat. Ailee sempat memekik terkejut. Namun setelah hidungnya mencium bau parfume maskulin yang sangat ia kenali, ia pun menolehkan pandangannya.
Kalingga hanya menatapnya dan membawanya pergi dari sana. Ia membawa Ailee ke dalam kamarnya dengan posisi mengangkat tubuh gadis itu. Ailee hanya diam, percuma juga berontak. Kalingga tidak akan melepaskannya. Namun setelah di dalam kamarnya, pria itu pun melepaskan Ailee.
"Kangen," ucap Kalingga seraya memeluk Ailee.
"Biasanya aja kalo Ailee datang kamu acuh tuh," ucap Ailee.
"Kan kemarin ketutupan gengsi," ucap Kalingga. Ia mengeratkan pelukannya pada tubuh Ailee. Sangat nyaman sekali rasanya memeluk gadisnya seperti ini.
Iya gadisnya. Karena Ailee sudah resmi jadi pacarnya.
Kalingga mengurai pelukannya dan menatap wajah Ailee. Wajah gadis ini benar benar baby face sekali, meskipun iya umur Ailee memang satu tahun lebih muda darinya. Wajah gadis ini sangat menggemaskan sekali. Tiba tiba Kalingga menarik tekuk Ailee dan menyatukan bibir keduanya. Awalnya hanya kecupan yang cukup lama. Namun ketika Ailee mengalungkan kedua tangannya pada leher Kalingga, pria itu malah menarik pinggangnya dan memperdalam ciumannya.
Ciuman memabukan yang selalu membuat Kalingga kecanduan. Kalingga tidak tahu kenapa dia sangat secandu ini pada bibir Ailee. Apalagi bibir inilah yang jadi bahan percobaannya menjadi seorang kisser yang sangat pro. Kepala keduanya bergerak seiring dengan gerakan bibir mereka. Ailee akan melakukan ciuman ini jika dia mau, berbeda jika tidak mau. Dia hanya akan diam tanpa mau membalas.
Gadis ini memang moodyan sekali.
__ADS_1
"Manis," komentar Kalingga setelah ciuman terlepas. Kening keduanya menyatu, namun Kalingga melepaskannya dan mencium kening Ailee.
Ailee selalu tersenyum ketika Kalingga mencium keningnya dengan lembut dan cukup lama. Dia selalu merasa sangat special jika mendapatkan kecupan kasih sayang ini.
"Demamnya udah reda?" Tanya Ling.
Ailee mengangguk dan menarik Kalingga untuk duduk di sofa yang ada di kamar pria ini. Ailee mendorong Kalingga untuk duduk, ia menarik sebelah tangan pria itu terlentang dan ia masuk ke dalam pelukannya. Tangan Kalingga berada diatas dadanya, sedangkan dia menyender pada tubuh Kalingga.
"Biasanya Ailee nyender ke dashboard ranjang loh," ucap Ailee.
"Kasihan," komentar Ling.
"Ngomong ngomong, tangan gue ada di area yang rawan," sambung Ling. Tentu saja dia akan kalang kabut dengan posisi tangannya yang berada diatas dada Ailee. Tangannya gemas sendiri ingin kembali merasakan remas*n yang sangat nikmat di kedua benda empuk itu.
"Kenapa? Mau megang?" Tanya Ailee.
"Maruk! Gak boleh lah. Kan udah waktu itu, jadi jangan harap kamu bakalan bisa megang lagi," ucap Ailee.
"Yakin? Biar gue jadi tukang pijetnya aja gak papa. Gue ikhlas, sebagai pacar yang baik gue harusnya bantu jadi mekanik lo biar itunya makin gede," ucap Ling.
"Tanpa kamu pijat juga ukurannya terus bertambah sayang," ucap Ailee. Ia membalikan tubuhnya dan memeluk tubuh Kalingga. Tidak pernah ia bayangkan akan ada di posisi seperti ini. Posisi yang sangat ia dambakan dari dulu, akhirnya sekarang dia bisa merasakannya.
"Apa iya bertambah? Apa gak karena lo sendiri yang mijet?" Tanya Ling.
"Ailee pijat kan ini punya Ailee. Wajar wajar aja, lagian kan itu buat kesehatan," ucap Ailee.
"Ya sekarang biarin gue yang jadi mekaniknya. Bisa sekalian pijat yang lain kalo mau," ucap Ling.
__ADS_1
"Kamu mesum banget sumpah. Gimana kalo orang orang tahu kalo kamu semesum ini? Passti cover good boy dan cool kamu itu bakalan ilang seketika di mata mereka," ucap Ailee.
"Gue mesum cuma sama lo, gak sama yang lain. Lo tahu artinya apa kan? Cuma lo yang tahu sifat gue aslinya kayak gimana. Kalo gue gak mesum, lo gak bakalan tahu gimana enaknya kiss sama yang lainnya," ucap Kalingga.
Memang iya, semenjak bersama Kalingga, Ailee jadi tahu rasanya kiss itu seperti apa. Bahkan Kalingga lah orang pertama yang menangkup kedua squishy-nya. Sialan sekali.
"Bri belum bangun?" Tanya Ailee.
"Kebo mana ada yang bangun pagi, itu pun kalo sekolah suka ngamuk ngamuk gak jelas gara gara tidurnya keganggu," ucap Ling.
Ailee terkekeh pelan. Briella memang sama seperti sodara sodaranya yang lain. Dia sangat kebo sekali, bahkan Ailee selalu susah ketika diminta tante Ashel untuk membangunkan sahabatnya itu.
"Elus," ucap Kalingga, Ailee mengernyit. Bagaimana tidak, tangan wanita itu dimasukan ke dalam kaos yang digunakan oleh Kalingga. Dan pria ini memintanya mengelusnya?
"Nanti berdiri gimana?" Tanya Ailee.
"Bantuin lah, koco*in atau lo em*t kayak makan es krim. Nanti lo ngerasain es krim vanilla produksi gue," ucap Kalingga.
"Ck. Mesum sekali pacar saya. Gak mau ah, kalo kamu udah kepancing, aku yang was was. Kamu suka nekat," ucap Ailee. Ia menarik tangannya dari dalam kaos Kalingga. Namun Kalingga menahan tangan itu dan mendorong tubuh Ailee lalu mengukungnya.
"Mulai gak nurut ya? Gimana kalo gue buat nurut? Lo harus tahu seberapa mesum gue yang sebenarnya," ucapnya tersenyum miring.
Siapapun tolong Aileee!!!!
Tbc.
__ADS_1
Setelah jadi pacar, mesumnya gak nanggung nangung😔☝️ dulu sih masih mending soalnya ketutupan gengsi.