
***
Tempat ternyaman kedua setelah rumah SBA adalah apartementnya. Apartement ini diberikan kakeknya sebagai hadiah dengan nilai tertinggi saat SMP. Untungnya hanya kedua orang tuanya kakeknya dan Magi saja yang tahu letak apartement ini, jadi Ailee memiliki privasi.
Ailee terkadang tidak pulang satu minggu lamanya ke rumahnya karena tinggal di apartement miliknya. Hanya sesekali Magi datang untuk mengantarkan makanan. Wanita paruh baya itu memang sangat menyayanginya layaknya anaknya.
Ailee baru selesai mandi, setelah mendapatkan kiriman makanan yang dipesan secara online dia langsung naik ke unit miliknya dan bergegas mandi. Perutnya lapar, jadi ia memutuskan makan jajanan yang ia beli tadi.
Ailee memasak mie samyang dan mengambil es batu serta gelas dari dapur. Ia menyalakan tv miliknya dan menonton dengan damai. Rasanya sangat menyenangkan sekali. Memiliki tempat sendiri, waktu sendiri, dan yang paling penting adalah makanan.
Netflix, makanan dan sendirian. Adalah hal yang sangat membahagiakan untuk Ailee. Ia bahkan memesan banyak makanan melalui ponselnya. Burger, chicken richeese, toast, boba, corn dog dan yang lainnya.
"Dari kemarin lewat fyp seblak mulu. Jadi penasaran rasanya kayak gimana. Tapi itu adanya di Indonesia," gumam Ailee.
"Belum libur panjang jadi gak bisa pulang ke Indo. Nangis banget," lanjutnya.
Ailee memakan makanannya sembari menonton film kesukaannya yang belum dia tonton. Sementara itu di kediaman Kalingga, kedua adik kakak itu masih belum juga tidur. Padahal tadi Briella bilang ingin tidur. Gadis itu terus menerus bertanya padanya.
"Kak, kenapa enggak pacaran aja sih? Kasihan loh Ailee dari dulu udah suka sama kakak," ucap Briella.
"Gak bisa," jawab Kalingga.
"Alasannya karena apa?" Tanya Briella.
"Papi larang kakak buat jadian sama Ailee, dia bilang belum saatnya kakak punya hubungan sama Ailee," ucap Ling.
__ADS_1
"Jadi gara gara papi kakak gak mau pacaran sama Ailee? Kan bisa nego. Lagian emang papi gak setuju kakak sama Ailee?" Tanya Briella beruntun. Dia ingat mereka bertiga sudah berjanji tidak akan memiliki pacar sampai mereka sukses dulu. Namun papinya pernah bilang itu bisa di nego jika mereka memaksanya. Asalkan dengan catatan kedua orang tua harus tahu siapa pacar mereka.
"Papi udah kasih setuju, mami juga. Tapi kakak gak tahu perasaan kakak buat Ailee. Dan lagi, kakak belum punya apa apa buat ajak dia pacaran," ucap Ling.
"Tapi kakak suka sama dia?" Tanya Briella. Lingga menggelengkan kepalanya.
"Terus selama ini kakak deketin Ailee karena apa kalo bukan suka? Waktu kita mau jenguk om Fello aja kakak gak ikut dengan alasan males sama Vanesha. Tahunya malah sama Ailee. Apa itu bukan rasa suka kak?" Tanya Briella.
"Kakak gabut aja waktu itu, makanya ajak Ailee. Sekalian juga main," ucap Ling.
"Kak, Ailee sahabat aku. Aku tahu persis dia kayak gimana, jangan karena saat ini dia terlihat baik baik aja kakak bisa seenaknya mainin perasaan dia. Ailee udah banyak dikecewain. Jangan lihat covernya, tapi lihat sisi lain. Kakak gak pernah lihat sih gimana waktu Ailee nangis sampe sesenggukan gara gara dikecewain keluarganya. Briella kasihan aja sama dia, makanya Briella gak pernah mau anggota keluarga kita nyakitin dia," ucap Briella.
Ia ingat betul saat dimana Ailee menangis kencang sampai sesenggukan. Bahkan ia memukul mukul dadanya. Briella ada disana dan menenangkan sahabatnya itu. Ia perempuan, namun ia tidak bisa merasakan apa yang Ailee rasakan. Karena kedua orang tuanya tidak pernah memperlakukannya seperti orang tua Ailee memperlakukan Ailee.
Sedangkan Kalingga terdiam mendengar ucapan Briella. Ia juga pernah satu kali mendengar tangisan pilu Ailee saat di rumah sakit waktu itu. Dimana dia masih dingin dan tidak banyak bicara pada Ailee. Hanya sering menyakitinya saja. Sejak kejadian itu hati Kalingga seolah terketuk untuk tidak menyakitinya lagi. Meskipun kenyataannya dia masih sering melakukannya.
"Masih kecil gak usah so dewasa dek. Tidur," ucap Kalingga. Dia berbalik memunggungi adiknya. Briella mendengus kesal dan meninju punggung kakaknya.
"Lihat aja kalo Ailee sama cowok lain, aku bakalan dukung dia. Gak lagi aku dukung kakak sama dia," ucap Briella ngambek. Dia pun berbalik, memunggungi Lingga. Kedua kakak beradik itu sama sama saling memunggungi satu sama lain.
***
Film terus berputar namun yang menonton sudah memejamkan matanya sejak satu jam yang lalu. Ailee tertidur tengkurap ke atas sofa miliknya. Makanannya sudah habis semuanya. Mungkin karena kelelahan membantu tante Ashel membuat bakso tadi jadi Ailee langsung ketiduran.
Namun tak lama dari itu, tidurnya sudah diganggu dengan dering telepon. Sejak tadi telepon itu berbunyi sampai sampai Ailee terbangun dengan kesal dan juga malas.
__ADS_1
"Siapa sih ah, lagi enak enaknya tidur juga," gumam Ailee. Ia menyambar ponselnya dan kembali rebahan sembari mengangkat telepon itu.
"WOI BANGZATTTT. DIMANE LO HAH?!" Teriak Cita di seberang telepon.
Ailee menjauhkan ponselnya dan menggosok telinganya yang terasa pengang karena teriakan temannya itu.
"LO KALO MAKANAN POKOK YANG DIMAKAN JANGAN TOA!! SAKIT KUPING GUE," ucap Ailee yang juga berteriak. Terdengar cengengesan dari sebrang telepon.
"Dimana lo? Albert ngajak balap malem ini di sirkuit. Bang Max juga udah nanyain lo," ucap Cita.
"Ya udah gas. Gue nanti ke tempat langsung aja, ketemuan disono," ucap Ailee. Ia menutup mulutnya karena menguap.
"Ya udah kalo gitu, jam tujuh udah di tempat. Katanya jam delapan balapannya soalnya bukan di jalanan. Jadi aman," ucap Cita.
"Y."
Tut.
Ailee menutup panggilannya sepihak dan kembali menyimpan ponselnya ke sembarang tempat. Akibatnya ponselnya terjatuh. Untungnya ponselnya mahal jadi tidak ada kerusakan atau pun lecet.
"Tumbenan Albert mau di sirkuit?" Gumam Ailee.
Memang, biasanya Albert mengajaknya balapan di arena balap seperti jalanan sepi yang jarang dilewati. Istilahnya balapan liar.
"Untung juga sih, soalnya kalo tiba tiba ada polisi kan berabe. Bisa bisa papi yang harus turun tangan," ucap Ailee. Ia melirik jam dinding, sudah pukul tiga sore. Tidak terasaa ternyata dia tidur cukup lama juga.
__ADS_1
"Bagusnya kemana ya? Ketemu Ling? Enggak dulu deh, parno gara gara tadi. Mending gue jalan jalan abisin bensin aja sekalian ukur jalan? Ide bagus," ucap Ailee. Gadis itu langsung ngacir ke kamar mandi untuk mencuci muka dan pergi jalan jalan. Hitung hitung JJS yaitu jalan jalan sore. Sekalian juga beli jajanan pinggir jalan kalau ada. Lumayan dia makan lagi.
Tbc.