Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
70. Duta Soang


__ADS_3

***


Antara pusing, pening, dan sejenisnya rasa sakit kepala Ailee rasakan. Sudah selesai urusannya dengan Alvaro kini dia harus di wawancarai mendadak oleh Briella. Sahabatnya ini memang tidak bisa melihat cowok bening sedikit langsung di sikat. Pantas saja dia sering sakit hati, untungnya dia tahan banting.


Briella memang sering menyukai cowok secara random dalam seharinya. Entah itu bertemu secara langsung atau melalui virtual di sosial medianya. Tidak peduli cowok itu sudah memiliki pacar atau belum, yang jelas Briella suka.


Ailee yang hampir setiap harinya bersama Briella sudah tidak heran lagi dengan tingkah sahabatnya itu. Briella selalu menyukai cowok secara random setiap harinya. Hanya suka tidak sampai jadian apalagi pacaran. Ini hanya sekedar suka.


"Serius Lee, dia siapa? Kenalin napa? Dia tampang tampang idaman calon mantu mami," ucap Briella. Sejak tadi anak itu mendesak Ailee untuk memberitahu siapa Alvaro yang sebenarnya.


Tolong, Ailee ingin makan dengan tenang!!


"Gak perlu lo tahu, gue gak ijinin lo sama dia. Dia gak baik buat lo, dia sering main cewek," ucap Ailee.


"Lo suka dia?" Tanya Briella. Ailee yang sedang menyeruput kuah ramen pedasnya pun tersedak bukan main saat mendengar ucapan Briella.


Uhuk.. uhuk..


"Ye, bangsit. Pelan pelan anjir, gak gue minta kok ramen lo," ucap Briella. Ia mendorong pelan gelas orange juice milik Ailee.


Menyukai Alvaro? Yang benar saja, Ailee hanya menyukai Kalingga. Hanya dia, tidak yang lain.


"Gue gak suka sama dia. Gak sudi gue suka sama dia," ucap Ailee.


"Yo wes, lo kenalin gue dong ke dia," ucap Briella. Ia memainkan kedua alisnya ke atas dan bawah.


"Enggak Bri, nanti kita cari cowok lain aja. Yang lebih tajir, lebih cakep, roti sobeknya sebelas deh buat lo mau?" Tanya Ailee.


"Ya enggak sebelas juga roti sobeknya. Yang ada sampe dada dia dong kalo sebelas atau mungkin sampe tit**nya," ucap Ailee.

__ADS_1


"Anj-," ucap Ailee tertawa ngakak. Ada ada saja temannya ini. Ailee benar benar tidak habis pikir. Ti**t cowok ada roti sobeknya? Bagaimana caranya😭


"Ya lagian, yang namanya sixpack atau eightpack itu ya cuma segitu. Ada juga yang cuma empat sih, tapi ya lo mikir aja lah anjir, masa iya sebelas," ucap Briella.


"Iya, deh iya."


Kedua gadis itu pun melanjutkan acara makannya sampai makanan itu habis. Ailee membayar bill lalu mereka pun pergi dari sana. Satu tangan Ailee menenteng barang bawannya sedangkan Briella kedua tangannya sudah menengeng banyak barang. Gadis itu benar benar kalap berbelanja.


Mereka berjalan menyusuri lantai mall yang cukup ramai. Sebenarnya banyak yang dipajang disini, namun entah mengapa tidak ada satu pun yang menarik perhatian Ailee. Briella sendiri sejak tadi akan kembali masuk ke dalam toko baju, namun dengan cepat Ailee menahannya.


"Lee, please banget ini mah. Please banget, kita ke toko aksesoris yuk? Gue pengen beli beberapa aksesoris buat acara acara bokap, kan suka dadakan. Sedangkan gue gak punya banyak aksesoris buat gue pake," ucap Brilla.


"Ya udah ayok," ucap Ailee.


"Nah gitu. Ayok," ucap Briella semangat. Mereka pun masuk ke salah satu toko aksesoris yang tidak jauh dari mereka berdiri sekarang. Disana banyak sekali aksesoris aksesoris mahal. Bahkan mahkota seperti di kerajaan kerajaan pun banyak.


Briella langsung mengambil lima cincin berbeda. Ailee hanya menggelengkan kepalanya. Sedangkan Ailee masih melihat lihat. Tidak ada yang membuatnya tertarik disini. Namun tunggu dulu, matanya menangkap sebuah aksesoris kepala yang indah.


Namun setelah mendekat, ini lebih terlihat seperti jepit rambut. Ailee pun mengambilnya dan memperhatikannya. Ini sangat indah sekali, ia pun memasukannya pada keranjang yang dibawa oleh pelayan toko.


"Pilihan anda sangat bagus nona. Ini merupakan barang limited yang jarang dilihat orang, hanya di produksi satu saja. Memang terlihat biasa dari tampilannya, namun material yang digunakan adalah bahan yang sangat bagus," ucap pelayan toko.


"Benarkah? Aku hanya menyukai bentuknya saja. Simpel namun sangat terlihat mewah," ucap Ailee.


Gadis itu pun memanggil Briella agar segera berhenti berbelanja. Mereka harus segera pulang. Bukan apa apa, Ailee hanya sudah lelah saja terus berkeliling sejak tadi.


Mereka membayar belanjaan mereka dan memutuskan untuk pulang. Toh barang belanjaan mereka sudah banyak juga. Untungnya, baik Briella atau pun Ailee, mereka selalu diikuti oleh orang orang suruhan kedua orang tua mereka. Jadi saat pulang, mereka akan menitipkan barang barang ini pada bawahan kedua orang tuanya.


***

__ADS_1


"Gila, capek banget gue," ucap Briella setelah mendudukan bokongnya diatas kasur miliknya. Sama halnya dengan Ailee, gadis itu sengaja mampir untuk bertemu dengan Kalingga sebelum pulang. Saat datang ke rumah Briella tadi, tidak ada Ashel dan Kavin. Katanya mereka sedang keluar.


"Ling di kamarnya?" Tanya Ailee.


"Iya. Dia jarang keluar rumah. Masuk aja, asal jangan ninu ninu. Nanti bunting lo," ucap Briella. Sahabatnya ini selalu mengingatkan, namun dengan ucapan yang tidak elegan. Tapi tak apa, Ailee tetap senang.


"Oke. Gue samperin calon masa depan gue dulu, abis itu gue langsung pulang ya Bri? Nanti main lagi kalo gak sibuk," ucap Ailee.


"Iye. Ti ati baliknya," ucap Briella. Gadis itu sudah memejamkan matanya diatas kasur miliknya. Ailee sendiri langsung bangun setelah mengangguk pada gadis itu. Ia berjalan keluar balkon kamar Briella dan akan masuk melalui balkon kamar Kalingga. Untungnya balkon kamar mereka ini saling terhubung.


Ailee mengetuk pintu kaca yang tertutup kain tirai yang tipis. Terlihat bayangan tinggi di depannya, itu Kalingga. Ailee membuka pintu itu dan masuk. Ia tahu karena pintu ini tidak pernah di kunci kecuali malam hari.


Ailee langsung menubrukan dirinya memeluk pria di depannya ini. Ia dengan rakus menghirup bau parfume mahal Kalingga. Sedangkan pria itu hanya diam karena baru bangun tidur. Ia bahkan tidak membalas pelukan Ailee dan hanya diam.


"Ayang baru bangun? Gak makan pagi dong?" Tanya Ailee.


"Udah, tapi tidur lagi," ucap Ling. Ia mengucek matanya namun dengan cepat Ailee menahannya. Ailee membawa Kalingga duduk di kasurnya sedangkan ia mengambil duduk diatas pangkuan Kalingga.


"Lo kebiasaan banget main duduk disitu," ucap Kalingga ketus. Hei, itu daerah rawan.


"Biarin. Ailee kesini mau temuin kamu dulu sebelum pulang," ucapnya.


"Balik sana," usir Kalingga.


"Iya mau, tapi mau ini dulu," ucap Ailee. Ia pun mencium Kalingga sebelum pergi.


Tbc.


Ailee bener bener duta soang🦢 main sosor aje👍

__ADS_1


__ADS_2