
makin kesini makin sepi aje wkwk. Ciss dulu🤳🤳🤳
***
"Gue bisa nerima lo asal lo mau sama gue."
Suara berat yang terlihat tidak ragu saat mengucapkannya. Ailee bisa melihat jika Kalingga memang tidak ragu saat mengatakan hal itu. Pria itu menatap mata Ailee dan mengatakan hal seperti itu tidak ada beban. Apa pria ini memang serius padanya?
"Ling-,"
"Gue yakin dengan perasaan gue saat ini. Mungkin terlambat dan gue cukup gengsi buat ungkapin apa yang gue rasa selama ini. Iya, gue akui gue emang gengsian. Untungnya selama ini lo sabar dengan sikap gue dan juga bertahan. Gue juga tahu kalo gue udah sia siain lo selama ini. Tapi kali ini gue bener bener enggak bohong, gue bener bener suka sama lo," ucap Kalingga.
"Sesuka apa? Bukannya kamu bilang kamu gak tahu arti cinta? Kenapa sekarang kamu ngomong kayak gitu?" Tanya Ailee.
"Gue bohong soal itu. Gue beralibi buat nutupin kegengsian gue. Mungkin ini terlalu cepat, tapi gue gak mau nunggu lagi. Gue mau lo tahu kalo gue bener bener suka sama lo. Lihat lo di deketin sama Fade aja gue udah gak suka, apalagi sama orang lain lagi. Makanya gue pake cara itu buat nutupin kegengsian gue," ucap Kalingga.
Ailee menahan senyumnya dan menangkup wajah pria ini dengan kedua tangannya. Jadi selama ini Kalingga juga mencintainya? Jadi cintanya memang tidak bertepuk sebelah tangan dan tidak cinta sendirian?
Hebat sekali, pria ini benar benar hebat dalam menutupi perasaannya. Ailee bahkan tidak bisa melakukannya. Dia tidak bisa menahan perasannya untuk Kalingga. Dia bahkan rela menurunkan sepersen harga dirinya agar pria ini mau padanya. Dan setelah berbelas tahun lamanya akhirnya perasannya terbalas juga. Meskipun harus banyak drama di dalamnya.
Bahkan sepertinya bukan hanya drama saja. Air mata, senang, sedih dan segalanya dia rasakan. Semuanya karena Kalingga. Pria yang selalu menarik ulur perasaannya.
"Gue udah kena karma. Lo bisa ketawa sekeras yang lo mau, tapi lo gak bisa pergi dari hidup gue. Sebab lo milik gue, dari dulu, sekarang dan selamanya," ucap Kalingga.
__ADS_1
"Klaim lagi. Ailee bukan barang sayang, kamu gak bisa klaim Ailee semau kamu. Ailee punya hidup Ailee sendiri begitu juga kamu. Sekarang kita memiliki status baru selain teman, yaitu pacar. Ailee harap kamu gak klaim Ailee semau kamu. Ailee punya kehidupan, Ailee punya pilihan, dan Ailee berhak untuk melakukan apapun. Ikatan kita hanya sebatas pacaran. Bukan tunangan apalagi pernikahan. Understand?" Tanya Ailee. Tentu saja sebagai pacar yang baik dia harus memberitahu Kalingga jika mengklaim sesuatu apalagi seseorang itu tidak bisa dilakukan. Seberapa cinta pun, kehidupan seseorang hanya milik dirinya. Bukan orang lain.
Tiba tiba Kalingga melepaskan tangkupan kedua tangan Ailee di pipinya. Pria itu berjalan menuju ke kamarnya. Ailee sendiri sedikit keheranan, kenapa pria itu terlihat aneh sekali. Tidak ada raut marah, tapi kenapa pria itu melepaskan tangkupan kedua tangan Ailee?
"Gue udah lama beli ini, mungkin udah beberapa tahun yang lalu. Gue sengaja beli karena takutnya tiba tiba perlu. Kayak sekarang," ucap Kalingga. Pria itu membawa sebuah kotak kecil berwarna putih. Di atas kotaknya juga ada nama brand cincin itu. Ailee tahu cincin itu tidaklah murah. Apalagi itu brand ternama.
"Emang itu apa?" Tanya Ailee. Kalingga menatapnya sekilas lalu tersenyum. Ia pun membuka kotak itu dan memperlihatkannya pada Ailee.
Ailee terperangah melihatnya. Di dalam kotak kecil berwarna putih itu ada sebuah cincin berlian berbentuk love. Cincin itu juga berwarna silver.
"Awalnya gue gabut beli ini, karena gue suka modelnya. Emang iya kelihatan sedikit alay, tapi kalo suka apa bisa gue skip? Enggak kan? Makanya gue beli dengan alibi takutnya suatu saat nanti gue butuh tiba tiba. Dan ini saatnya," ucap Kalingga. Pria itu berjongkok dan menyodorkan cincin itu pada Ailee.
Jika saja jantung dan tubuh manusia bukan buatan tuhan, mungkin saat ini jantung Ailee sudah melompat dari tempatnya. Belum lagi tubuhnya yang terasa sangat lemas juga kakinya yang seolah olah terasa seperti jelly. Jika Ailee tidak menumpukan tangannya pada meja di sampingnya, mungkin dia akan terduduk diatas lantai saat ini juga.
"Kok diem mulu. Pegel nih," ucap Kalingga.
"Kenapa tiba tiba? Kan Ailee kaget," ucap Ailee dengan polosnya.
"Sengaja, gue gak suka menye menye. Kesannya juga ini enggak romantis. Tapi gimana, gue suka dengan gaya gue yang kayak gini. Gue harap lo mau nerima sikap gue," ucap Kalingga.
"Kamu lamar Ailee?" Tanya Ailee.
__ADS_1
"Anggaplah kayak gitu. Mau gak? Kalo enggak gue lempar ke tong sampah," ucap Kalingga, terdengar sedikit mengancam.
"Mau lah," ucap Ailee cepat. Gadis itu bahkan menyodorkan tangan kirinya ke arah Kalingga agar pria itu memasangkan cincinnya. Kalingga paham dan langsung memasangkannya.
Gila saja, cincin milyaran ini akan dibuang ke tong sampah? Sepertinya Kalingga memang benar benar sudah gila. Dia memang memiliki banyak uang, tapi untuk menghamburkannya tidak seperti ini caranya. Sultan memang bebas, tapi tidak sebebas ini.
"Sekarang lo punya gue. Punya Kalingga Alister," ucap Kalingga setelah memasangkan cincin itu. Pria itu bangkit dan menarik pinggang Ailee lalu menyatukan kedua bibir mereka. Kalingga sepertinya sudah kecanduan dengan bibir Ailee sampai sampai dia tidak bisa menahannya lagi. Dia ingin selalu dan selalu mengecup bahkan ******* bibir manis ini. Bibir yang sudah seperti morfin untuknya. Meskipun Kalingga tidak tahu morfin itu apa. Dia hanya sekilasnya mendengar dari om Ardian.
"Your mine," ucap Kalingga.
"Iya Ling, udah lebih dari dua kali kamu bilang itu," ucap Ailee.
Gadis itu menarik Kalingga dan memeluknya. Dia benar benar tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya saat ini. Sebenarnya Ailee ingin berteriak kencang sekali, namun ia tahan karena disini ada Kalingga. Dia harus tetap jaga image, takutnya Kalingga ilfeel dan malah meninggalkannya. Tentu saja itu tidak akan Ailee biarkan.
Harapan Ailee setiap harinya sebelum dan sesudah bersama Kalingga selalu sama. Yaitu dia ingin selalu bahagia dengan apa yang dia miliki saat ini. Dia berharap jika tuhan tidak mengambil apa yang dia miliki dan dia sayangi saat ini. Meskipun sejatinya semuanya hanya titipan, namun Ailee ingin bersikap egois untuk saat ini. Dia tidak ingin Kalingga pergi dari kehidupannya begitu pun beberapa orang penting di hidupnya yang juga ia sayangi.
"Makasih, makasih udah bertahan," ucap Kalingga.
"Sama sama. Terimakasih karena sudah membuat cinta sendirian ini berakhir," ucap Ailee.
Tbc.
gabutnya sultan beli berlian, qpart, penthouse, mansion. Beda sama saya yg gabut mainin perasaan anak orang😍
__ADS_1