
***
Kabar kecelakaan yang menimpa keluarga Fox tentu saja sudah terendus oleh media. Bahkan kemarin saat kecelakaan berita tersebut langsung naik menjadi tranding topic. Gail dan Han langsung meredam berita itu sebisa mungkin. Apalagi banyak berita hoax yang bertebaran. Han adalah asisten Alexander Fox. Sedangkan Gail bekerja pada keluarga Fox. Kedudukannya sama dengan Han, namun Gail tidak terlalu terfokus pada perusahaan inti, dia hanya mengurus perusahaan cabang saja. Dan nantinya mungkin akan menjadi asisten Ailee, kelak.
Malam tadi Han mengerjakan semuanya dibantu oleh Gail. Namun ketika berita itu sampai ke telinga para pemegang saham, mereka semua langsung mencari cari keberadaan Alexander. Asisten Han hanya mengatakan jika tuannya itu tengah menemani putrinya liburan semester. Para pemegang saham menjadi lebih tenang, namun tetap saja ada yang mengompori hal itu. Sehingga beberapa petinggi pemegang saham pun meminta tuan Fox untuk datang.
Tidak ada jalan lain selain menemui Alexander. Maka dari itu semalam Gail langsung terbang dari Boston menuju ke Indonesia. Dan ternyata semalam keadaannya langsung berubah kacau. Entah siapa yang menyebarkan foto kecelakaan Alexander dan Cya. Media Boston sedang genting gentingnya saat ini. Kabarnya juga kediaman Fox sudah dikerubungi wartawan.
"Bicarakan di luar ruangan," ucap Ailee. Sedikit terkejut karena tiba tiba ada Gail datang jauh jauh dari Boston. Namun Ailee sudah bisa menebaknya. Gail tidak mungkin akan rela datang jauh jauh jika bukan karena berita penting. Memang bisa disampaikan langsung melalui telepon, tapi lebih baik lagi jika datang langsung.
Gail mengangguk dan mempersilahkan nona mudanya itu keluar lebih dulu baru ia menutup pintunya. Koridor ruangan vvip jelas saja tidak seberisik ruangan biasa. Jadi Ailee bisa berbicara dengan Gail disini.
"Ada apa?" Tanya Ailee.
Gail memberikan sebuah ipad yang ia bawa dari dalam tas punggung miliknya. Tidak perlu banyak bicara, dengan memperlihatkan hal tersebut pun nona mudanya ini sudah pasti mengerti.
Ailee menerima ipad tersebut dan menggesernya satu persatu. Sudah ia duga berita ini akan cepat naik. Dan sialnya para orang bodoh itu bisa bisanya termakan berita hoax? Benar benar bodoh sekali.
"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Ailee.
"Sudah lebih baik, namun mereka tetap ingin bertemu dengan tuan," ucap Gail.
"Kapan?" Tanya Ailee.
__ADS_1
"Secepatnya," ucap Gail.
Ailee mengangguk, "Cari tahu siapa yang menyebarkan berita kecelakaan ini dan juga orang yang sudah mengompori para orang bodoh itu. Aku ingin datanya, secepatnya."
"Baik nona," ucap Gail.
"Kau bisa tinggal di apartement ku untuk sementara waktu. Jika memungkinkan aku akan ikut kembali ke Boston untuk menyelesaikan kekacauan ini," ucap Ailee.
"Baik nona. Terimakasih sebelumnya, saya lebih baik tinggal di hotel dekat rumah sakit ini saja. Agar lebih mudah untuk menemui anda," ucap Gail.
"Terserah kau saja," ucap Ailee. Ia dan Gail pun berpisah disana. Gail pamit pergi sementara Ailee pergi untuk mengunjungi mamanya. Lagi pula dia ingin tahu lagi perkembangan keadaan mamanya. Semoga saja mamanya itu bisa melewati masa kritisnya dengan cepat, sama seperti papinya.
Sementara itu di tempat lain, berulang kali Kavin menghela nafasnya. Saat ini ia tengah berada di ruang kerjanya. Selain Ailee, Kavin juga melihat dengan jelas kejadian yang terjadi semalam. Bahkan Kavin juga langsung masuk untuk mengecek keadaan temannya itu.
"Masuk," ucap Kavin.
"Papa," ucap Kavin saat melihat orang yang masuk ke dalam ruang kerjanya. Saat ini dia memang sedang berada di kantor miliknya yang ada di Indonesia. Tumben papanya datang siang ini. Pastinya akan membahas soal kecelakaan kemarin.
"Kamu sudah mengurus orang yang terluka di acara semalam?" Tanya Faraz.
"Sudah. Aku sudah memberikan kompensasi sebagai mestinya, ada apa papa kesini?" Tanya Kavin.
"Kamu belum lihat berita dari Boston? Mungkin saja sekarang sudah mulai menyebar ke media negara lain juga," ucap Faraz.
__ADS_1
Kavin mengernyit, ia pun membuka ponselnya. Belum juga membuka ke bagian internet, berita yang dimaksud papanya sudah masuk ke dalam ponselnya. Berita itu dikirimkan oleh asistennya.
"Lalu bagaimana dengan keadaan perusahaan Alexander?" Tanya Kavin.
"Chaos. Mungkin saja harus segera ditangani oleh Ailee. Yang aku dengar para pemegang saham di perusahaan itu meminta Alexander untuk datang ke hadapan mereka jika memang berita itu bohong," ucap Faraz.
"Kamu juga pemegang saham di perusahaan Alexander. Meskipun tidak besar, apa kamu tidak mau membantu Alexander?" Tanya Faraz.
"Tentu saja aku akan membantunya," ucap Kavin.
***
Jika Ailee tengah kesulitan di Indonesia, berbeda dengan seseorang yang sejak tadi terus tersenyum lebar. Rencana ketiganya berjalan dengan lancar. Pertama membuat Ailee kecelakaan, kedua membuat sirkuit milik gadis itu hancur, dan ketiga membuat kedua orang tuanya celaka. Rencananya berjalan dengan sangat sempurna. Bahkan dia sangat bangga pada dirinya sendiri karena bisa menjalankan rencana itu dengan baik tanpa ada kendala apalagi sampai tidak berjalan lancar.
Padahal rencana baru baru ini, yaitu mencelakai kedua orang tua Ailee baru terpikirkan dalam waktu dekat ini. Tidak disangka rencana yang dadakan ini ternyata berjalan dengan sangat lancar. Seolah dewi fortuna tengah berpihak padanya.
Helaan nafas panjang terdengar. Kini dia tengah menjalankan rencana ke empatnya. Yaitu membuat perusahaan keluarga Fox hancur. Semalam dia sudah membayar salah satu wartawan untuk menyebarkan kabar kecelakaan Alexander dan istrinya. Bahkan ada yang lebih parah lagi, dia juga menyebarkan foto foto kecelakaan itu dan membuat opini yang mengarah pada kematian kedua orang penting itu.
Tidak disangka dalam waktu beberapa jam beritanya naik menjadi tranding topic. Selain itu juga orang suruhannya yang bekerja di perusahaan Alexander juga mulai menjalankan tugasnya. Yaitu mengompori para pemegang saham agar mereka terpengaruh sehingga posisi direktur utama beralih, bukan lagi pada Alexander. Yah meskipun orang itu pemegang saham tertinggi.
"Rasanya bosan juga jika aku terus meminta orang lain yang menjalankan rencana rencana ku. Tapi sialnya aku tidak boleh mengekspos diri ku dulu. Haaa,, entah kapan aku akan muncul lagi," ucapnya.
Sedikit bosan namun ada sedikit senangnya juga. Senang karena dia berhasil membuat orang yang ia benci sengsara dan bosan karena dia tidak bisa langsung menjalankan rencananya dengan tangan sendiri. Dia selalu menggunakan orang lain agar namanya bersih tetap bersih.
__ADS_1
Tbc.