Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
141. Kedewasaan Kairav


__ADS_3

***


Ashel terdiam mendengar ucapan Ailee. Malang sekali nasib gadis ceria ini. Ternyata dia sangat kesepian, pantas saja Ailee selalu terlihat terhibur dan bahagia ketika melihat pertengkaran kecil antara ketiga kembar dan suaminya. Ternyata dia tidak pernah mendapatkan hal itu.


Ashel bersyukur karena dia bisa memberikan haknya sebagai ibu kepada ketiga anaknya. Ia tidak bisa membayangkan jika ketiga anaknya merasakan apa yang Ailee rasakan. Mungkin dia tidak akan pernah benar benar merasakan seperti apa rasanya jadi ibu.


Ashel menarik Ailee ke dalam pelukannya. Ailee anak yang baik, dia penurut juga sangat ceria sekali. Bahkan orang lain mungkin akan selalu menganggap jika anak ini baik baik saja dan selalu bahagia. Nyatanya rumah tempatnya pulang tidak pernah ia rasakan.


"Tuhan tidak pernah membebani seseorang jika tuhan tahu dia tidak mampu. Sedangkan tuhan membebani kamu seperti ini karena dia memang tahu kamu kuat, kamu mampu dan kamu bisa. Pulang kesini kalo kamu sedang lelah," ucap Ashel. Ailee tersenyum lalu membalas pelukan Ashel. Pelukan seorang ibu yang tidak pernah ia rasakan. Bahkan jika Ashel tidak pernah memeluknya, mungkin Ailee akan melupakan seperti apa rasanya pelukan hangat seorang ibu.


"Benar Ailee, jangan pernah ragu untuk datang. Om sama tante akan selalu menerima kamu, dulu kamu jadi sahabat anak bungsu kami. Tapi sekarang kamu sudah jadi pacar anak om, kamu bukan lagi orang lain sejak dulu. Maka dari itu jangan ragu untuk datang, kamu bisa menginap sesuka kamu disini," ucap Kavin.


Ailee mengurai pelukannya dan tersenyum ke arah Ashel dan Kavin. "Makasih om, tante. Ailee akan selalu mengingat kebaikan kalian. Ailee pulang dulu."


“Iya sayang, hati hati ya. Kalo Kalingga nakal lapor sama tante, nanti tante potong uang jajan dia,” ucap Ashel.


“Di gampar juga om ikhlas Aile, gak papa gampar aja. Biar ketampanan dia berkurang,” ucap Kavin.


Kalingga mendengus kesal. Dia lagi dia lagi yang kena. Papinya ini sepertinya memiliki dendam pribadi padanya. Kalingga benar benar ingin ganti papi saja jika bisa. Sedangkan Ailee hanya terkekeh saja. Pacarnya ini memang selalu selisih paham dengan papinya sendiri. Ia sudah terbiasa melihatnya.

__ADS_1


“iya tante, om. Kalo gitu Ailee pulang dulu, permisi,” pamit Ailee sopan. Ashel dan Kavin mengnagguk sekilas. Ailee juga mengkode pada Kairav jika dia akan pulang, Kairav pun sama halnya. Pri itu balik menganggukan kepalanya.


Sepeninggal Ailee dan Kalingga, Kairav juga pami ke kamarnya untuk tidur. Padahal sebenarnya dia bukan ingin tidur, melainkan akan bermain game dengan Virendra dan Rixel. Kairav memang gemar bermain game online, dia bahkan tidak tidur semalaman untuk bermain game. Namun dia hanya melakukan itu saat weekend dan libur sekolah saja. Selain dia membatasinya karena untuk disiplin waktu, mami dan papinya juga hanya mengijinkan saat itu saja.


“Abang,” panggil Ashel. Kairav menoleh, “Kenapa mi?” Tanyanya.


“Abang gak papa kan?” Tanya Ashel. Kairav mengernyit mendengarnya. Maksud maminya ini apa?


“Maksud mami apa?” Tanya Kairav.


“Ailee jadian sama adik kamu. Sedangkan sebelumnya mami dan papi suka ngobrol mau jodohin kamu sama dia,” ucap Ashel. Kairav tersenyum dan berjalan mendekat ke arah maminya lalu memegang kedua tangan sang mami.


“Mi, abang gak pernah punya perasan buat Ailee. Jika pun ada mungkin perasaan itu akan sama seperti perasaan abang sama adek. Abang sejak awal sudah menganggap hal seperti itu ke Ailee. Gak kurang gak lebih. Lagian kebahagiaan Ailee ada sama Kalingga. Udah cukup selama ini abang denger kisah pilu keluarga Ailee dari adek. Sekarang biarin dia bahagia sama Lingga,” ucap Kairav terrsenyum.


“Itu udah jadi kisah perjalanan hidup abang. Masa dpan abang sama adek adek abang udah ditentukan oleh kalian berdua, abang tinggal menerima dan melakukannya. Justru abang bersyukur karena tidak semua anak bisa mendapatkan hal seperti itu,” ucap Kairav.


Kedewasaan seseorang memang tidak diukur dari umur atau dari pengalamannya, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Sama halnyaseperti Kairav, pria ini memang belum berumur dewasa, dia masih remaja. Namun sikap dewasanya ini selalu membuat Ashel bangga.


Dilahirkan sebagai anak pertama tentunya Kairav memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Selain harus menuruti kemauan kedua orang tuanya, dai juga harus bisa sukses. Agar kedua adiknya bisa mencontohnya. Bebannya memang berat, namun Kairav yakin dia bisa. Bisa menjalaninya dan melakukan tugasnya sebagai anak pertama.

__ADS_1


“Tenang sayang, mereka bertiga masih kuliah di Harvard. Masih berada satu kota dengan rumah. Ya mungkin nanti beberapa dari mereka akan memilih untuk tinggal di apartement bebrapa waktu, kita masih bisa mengunjunginya,” ucap Kavin mencoba menenangkan istrinya.


“Ya gak bis lah mas. Mereka harus tinggal disini, buat apa kamu kasih aku mansion sebesar ini kalo anak anak aku malah tinggal di apartement. Pokoknya aku gak setuju!” ucap Ashel.


Astaga, belum juga Kairav berbicara ingin tinggal di apartementnya, maminya sudah melayangkan ketidaksetujuannya. Hancurlah sudah keinginannya. Tapi ya sudahlah, lagi pula lebih baik tinggal di rumah kedua orang tuanya sendiri.


“Iya mi, iya. Abang gak akan tinggal di apart, paling sesekali daong biar apart gak kosong kosong amat. Nanti abang juga kasih tahu adek sama Kalingga. Sekarang abang mau push rank dulu, kasihan Virendra sama Rixel udah nunggu,” ucap Kairav.


“Ya udah, nanti mami suruh bi Sati anterin cemilan ke kamar kamu,” ucap Ashel.


“Iya mi,” ucap Kairav. Pria itu pun naik ke lantai dua menggunakan lift untuk menuju ke dalam kamarnya.


Sementara Kavin dan Ashel masih berada disana. Mereka akan duduk sebetar dulu sebelum kembali ke kamar. Kavin merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya. Sedangkan Ashel duduk dan langsung mengelus pelan rambut suaminya.


"Mas," panggil Ashel.


"Kenapa sayang?" Tanya Kavin. Pria itu membalikan kepalanya jadi menghadap ke arah perut istrinya.


"Anak anak udah gede aja ya? Padahal aku masih merasa gadis loh," ucap Ashel terkekeh. Ternyata waktu memang begitu sangat cepat berjalan. Rasanya baru kemarin dia menangis meraung raung karena tidak mau menerima perjodohan ini. Tapi ternyata, setelah dia ikhlas mengikuti alur, dia malah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu emang selalu gadis sayang, gadis sekaligus wanita ku," ucap Kavin. Pria itu semakin merangsek mendekat ke arah perut istrinya. Perut yang sudah menjaga ketiga anaknya saat dibuahi olehnya.


Tbc.


__ADS_2