
udh lamaaa gk salto🤸♀️🤸♀️
***
Tubuh Ailee terasa sangat merinding saat Kalingga menyapukan lidahnya pada area lehernya. Apalagi sebelah tangan pria itu tidak mau diam. Ailee hanya bisa menggerakan kakinya saja agar Kalingga tidak terus bergerak. Namun ternyata apa yang dilakukan olehnya itu sangat fatal. Karena Kalingga menimpa tubuhnya otomatis lututnya bergesekan dengan milik pria ini.
Kalingga benar benar membuat kepala Ailee pening. Gerakan bibir dan lidahnya benar benar membuatnya kehabisan akal. Dia gadis normal yang sedang puber, sama halnyab dengan Kalingga. Mereka memiliki nafsu yang sama sama besar.
"Ling-ghh," ucap Ailee tertahan saat Kalingga terus menjil*t gula yang masih ada di sekitaran dagu Ailee.
"Belum selesai, tahan sebentar," ucap Kalingga. Pria itu memang terlihat biasa saja namun aslinya dia sangat ingin menerjang Ailee saat ini juga. Namun ia tidak mungkin merusak masa depan gadis ini.
"Gak enak, lepas," ucap Ailee. Ia benar benar tidak suka dengan tingkah Kalingga yang seperti ini. Pria ini seenaknya saja pada dirinya. Ailee memang selalu mencium Kalingga bahkan selalu mengatakan dia hanya murahan pada Kalingga. Namun tidak seperti ini caranya.
Makin lama, bukannya makin melepaskan Kalingga malah semakin turun ke bawah. Ia bahkan menyingkap kaos yang digunakan Ailee namun dengan cepat Ailee menahannya dan mencengkram tangan Kalingga dengan kuku panjangnya. Masih belum berhasil karena Kalingga masih belum bereaksi saat cengkraman kuku tajam itu mengenai tangannya.
Untungnya Kalingga kembali menciumnya dan Ailee langsung menggigitnya cukup keras sampai ciuman itu terlepas.
"Fu*k!!" Umpat Kalingga. Ailee mendorong paksa tubuh Kalingga sampai pria itu sedikit terjungkal ke belakang. Kesempatan itu Ailee gunakan untuk kabur, ia langsung bangun dan pergi dari sana. Meninggalkan Kalingga dengan keterkejutannya. Ailee dengan cepat menghapus jejak saliva Kalingga di bibir dan dagunya. Untungnya kedua orang tua Kalingga tidak ada. Kairav dan Briella sedang berenang. Ailee bisa dengan mudah pergi.
Kalingga menyusulnya, namun baru saja sampai ke garasi rumahnya. Ia sudah tidak melihat keberadaan Ailee. Gadis itu cepat sekali perginya.
"Griss, kau melihat Ailee?" Tanya Ling.
"Baru saja lewat pakai motor. Memangnya ada apa tuan muda?" Tanya Griss.
"Kenapa kau tidak menahannya?!" Ucap Ling kesal.
"Hah?" Ucap Griss tak habis pikir. Biasanya juga Ailee pergi dan tidak ada yang menahannya. Lalu kenapa tuan mudanya ini malah mengatakan hal itu? Aneh sekali.
__ADS_1
Ailee sendiri melajukan motornya dengan cepat. Yang ia tuju bukan rumahnya, karena disana ada kedua orang tuanya dan Alvaro. Bisa bisa dia akan di interogasi jika pulang kesana. Maka Ailee memilih pergi ke apartement miliknya.
Apartement Ailee tidak jauh dari area mansion rumahnya. Hanya berjarak beberapa kilo saja. Namun sebelum ke apartementnya, Ailee memilih ke mini market yang ada di bawah apartementnya dulu setelah memarkirkan motornya.
"Buset, bibir gue bengkak banget kayak abis disengat tawon aja. Kalingga bener bener gila," gumam Ailee saat melihat kaca spion motornya.
"Kalo aja tadi enggak gue dorong, Kalingga udah pasti his*p ini gue lagi. Iii, waktu itu aja sakit banget," ucapnya lagi sembari melihat area squishynya.
Ailee pun membenarkan letak ikatan rambutnya dan meraba area dagu dan tekuknya. Sangat lengket karena cairan gula tadi. Argh, Ailee harus mandi ketika sampai di apartementnya nanti. Gadis itu pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam mini market. Ailee lapar lagi tapi bukan ingin makan berat.
Ia hanya mengambil beberapa kaleng soda dan susu kotak, mie, snack, dan onigiri. Ia juga mengambil buah potong yang berada di dekat kasir.
"Mbak, mau sosisnya dua ya? Saosnya di pisah," ucap Ailee sembari menyerahkan belanjaannya.
"Baik kak. Ditunggu sebentar," ucap kasir mini market. Ailee mengangguk sekilas dan kembali mencari cari sesuatu yang ia inginkan. Sepertinya coklat lebih baik bukan? Ia pun mengambil beberapa. Sisa makanannya dia akan memesan online saja. Ailee pun segera memesannya disana.
"Totalnya jadi seratus enam puluh kak, debit atau cash?" Tanya kasir.
"Terimakasih, sialahkan datang kembali," ucapnya.
Ailee hanya tersenyum sekilas dan mengangguk. Ia pun pergi dari sana dan berdiam di pintu lobby apartement. Ia sudah memesannya dengan cepat tadi di mini market dan saat ini pesanannya akan segera sampai beberapa menit lagi.
***
Ada sedikit perasaan bersalah bersarang dalam hatinya pada Ailee atas tindakannya tadi. Seharusnya Kalingga bisa menahan nafsunya, namun entah mengapa dia sangat tidak bisa menahannya ketika bersama Ailee. Bahkan hanya menghirup aroma parfumenya saja sudah membuat tubuh Kalingga panas dingin.
Kalingga sudah menelepon Magi dan bertanya apa Ailee ada disana namun Magi menjawab tidak ada. Bahkan Ailee belum pulang ke rumahnya sejak pergi ke rumah Kalingga. Lalu kemana anak itu?
Setahu dia, Ailee tidak memiliki teman dekat selain Briella adiknya. Apa mungkin dia punya tempat lain? Pikirannya terus bertanya tanya apa Ailee marah pada sikapnya tadi? Jelas jelas Kalingga juga tahu jika sikapnya tadi sangat melecehkan. Namun apa boleh buat, remaja yang puber ini tidak bisa mengendalikannya. Dan anehnya hanya Ailee yang menjadi sasarannya. Padahal setiap harinya di sekolah, banyak sekali gadis yang mendekatinya. Body mereka juga cukup unggul dari Ailee. Tapi dia tidak tertarik sama sekali. Hanya Ailee, just Ailee saja.
__ADS_1
Kalingga menghela nafasnya. Entah harus kemana lagi dia mencari Ailee.
"Ciee galau ditinggal Ailee," ucap Briella yang menyembulkan kepalanya dari pintu balkon.
"Mandi, tidur. Kamu habis berenang," ucap Ling.
"Udah mandi udah makan juga kak. Tinggal tidur aja, tapi mau numpang disini. Hehe," ucap Briella cengengesan.
"Kebiasaan," ucap Kalingga. Namun meskipun begitu, dia tetap menggeser tubuhnya saat adiknya akan ikut tidur di kasurnya.
"Kenapa gak tidur sama abang aja?" Tanya Ling.
"Gak mau, abang suka jadiin aku guling. Kan gak bisa nafas kak, mana di peluk pake tangan sama kakinya belum lagi di selimutin. Bisa bisa aku mati kalo tidur sama dia," ucap Briella.
Kalingga hanya tersenyum tipis. Ia kembali diam. Menatap langit langit kamar miliknya. Tadi ada Ailee kesini, tapi dia pergi tanpa pamit.
"Ailee chat katanya pulang. Ada urusan mendadak," ucap Briella.
"Dia bilang dia pulang kemana?" Tanya Ling.
"Enggak. Emang di rumahnya gak ada?" Tanya Briella.
"Gak ada. Udah tanya Magi tadi, katanya Ailee belum pulang dari pagi," ucap Ling.
"Kakak khawatir ya?" Tanya Briella.
"Enggak."
"Halah bacot. So soan bilang enggak tadi aja kelihatannya ketar ketir pas Ailee gak ada," semprot Briella gemas.
__ADS_1
Tbc.