
Aku udah crazy up, ramein
***
Setelah acara makan makan selesai, Kavin dan Ashel kembali ke kamar mereka. Kairav dan Briella juga sedang mandi di kamar mandi masing masing. Ailee masih belum pulang karena ditahan Ashel dan Briella. Berakhir lah saat ini dia berada di balkon kamar Briella. Ailee masih menggunakan seragam sekolahnya. Tadi papinya bilang akan segera pulang dan menjemputnya di rumah Kalingga. Ailee sudah yakin papinya sudah tahu keadaannya.
Ailee dengan gabut terus menscroll ponselnya. Ia sedang tiduran. Bokongnya tidak bisa terus terusan diajak duduk. Sangat tidak bersahabat.
Tiba tiba Kalingga datang. Ia mengambil duduk di dekat Ailee. Tak mengatakan apapun, pria itu hanya datang untuk duduk. Ailee juga tidak ambil pusing. Gadis itu ikut mendiamkan Kalingga. Ia berjanji tidak akan bertanya lebih dulu sebelum Kalingga sendiri yang bertanya.
Cukup lama mereka diam diaman, akhirnya Kalingga pun tidak sabar dan juga tidak suka karena Ailee mendiaminya. Pria itu menarik ponsel Ailee membuat gadis itu mengerang kesal. Ailee pun bangun dan duduk perlahan.
"Kenapa lo gak cerewet kayak biasanya?" Tanya Kalingga.
"Males," ucap Ailee. Ia menyandarkan bahunya pada sofa yang ia duduki.
"Habis batre?" Tanya Ling.
"Gak tahu ih, nanya mulu. Heran," ucap Ailee ketus.
Kalingga pun merendahkan duduknya sehingga bersandar di bahu Ailee. Ia mengangkat kakinya dan ia simpan diatas meja. Untungnya sofa ini berukuran cukup lebar dan besar.
"Napa deket deket? Sana deket deket sama adik sepupu kamu aja," ucap Ailee.
Kalingga tersenyum miring, jadi gadis ini ketus padanya dan juga berbicara singkat karena jealous? Ternyata gadis ini bisa cemburu juga.
"Gak pantes cemburu, kan cuma temen," ucap Ling.
"Ya udah kalo cuma temen ngapain nyender?!" Tanya Ailee ngegas.
"Kita udah kiss dan gue udah pernah jamah area dada lo, masih gak ngerti aja," ucap Kalingga.
"Maksudnya?" Tanya Ailee.
"Lupain," ucap Kalingga. Pria itu memejamkan matanya sedangkan Ailee mengambil tangan pria itu dan mengukur jari jari tangannya dengan jari jari tangan Kalingga.
Ukuran jari Kalingga sangat panjang sekali. Bahkan berotot. Jari miliknya sangat lah kecil. Ukuran kelingking Kalingga sama dengan ukuran jari telunjuknya.
__ADS_1
"Jari kamu panjang panjang banget," ucap Ailee.
"Harus, kan nanti biar punya lo ke pegang semuanya. Makin enak kalo gue rem*s keduanya langsung. Mau coba?" Tawar Kalingga dengan mata terpejam.
"Mesum di pelihara. Kita cuma temen," ucap Ailee mengulang ucapan Ling tadi.
"Makanya kan cuma temen, gak boleh saling suka dong," ucap Kalingga.
"Temen ada yang sampe menikah," timpal Ailee.
"Kan cuma temen, kok jadi demen," ucap Kalingga.
"Ih, ngeselin banget. Sana pergi ah," ucap Ailee.
"Ini rumah gue by the way," ucap Lingga.
"Ya udah lepasin tangan Ailee. Biarin Ailee pulang ke rumah Ailee!!" ucap Ailee.
"Enggak semudah itu Lee. Lo udah masuk ke rumah gue artinya lo harus nurut sama gue," ucap Kalingga.
"Gak mau, kamu sesat," ucap Ailee spontan.
"Diem Lee, lo mau gue kayak di kolam berenang waktu itu? Gimana bekasnya? Masih ada?" Tanya Kalingga.
"Ih, diem. Nanti ada yang denger kan berabe," ucap Ailee.
"Penakut," cibir Kalingga.
Sementara itu di dalam kamar, Briella samar samar mendengar percakapan kakaknya dan Ailee. Tadinya Briella ingin mengajak Ailee mabar mobile legend, tapi sepertinya itu akan menggangu waktu Ailee dan kakaknya. Lebih baik Briella bermain solo saja.
"Ling, kenapa kamu gak nyuruh Ailee pergi? Bukannga kamu risih sama Ailee?" Tanya Ailee.
"Emang lo mau pergi dari kehidupan gue?" Tanya Ling.
"Enggak lah, yakali. Cowok tajir kayak kamu masa Ailee skip," ucap Ailee. Kalingga tersenyum kecil mendengar ucapan Ailee. Mood gadis ini sudah membaik sepertinya.
"Kalo gue miskin, lo pasti gak bakalan suka sama gue kan?" Tanya Kalingga.
__ADS_1
"Enggak. Ailee sebenarnya suka sama kamu apa adanya, mau kamu kaya atau miskin pun kan Ailee gak tahu. Soalnya saat ini Ling yang Ailee sukain kaya raya," ucap Ailee.
"Matre," ucap Ling.
"Realistis," ucap Ailee. Ia kembali memainkan jari jari tangan Kalingga. Bahkan dengan gabutnya Ailee mengukur setiap jari Ling dengan jarinya. Benar benar manusia gabut.
Beberapa bulan lagi mereka akan menghadapi ujian akhir. Akhir dari segala perjuangannya ketika SMA. Dan mungkin itu akan menjadi akhir bagi kisahnya dengan Kalingga. Ailee sadar diri, di kampus nanti pasti banyak sekali wanita yang jauh berkali kali lipat cantik darinya. Kalingga seorang pria, dia pasti akan menyukai salah satu dari wanita wanita itu.
Ailee tidak bisa membayangkannya. Melihat Kalingga dekat dengan Vanesha saja sudah membuatnya kepanasan. Ia tidak suka melihatnya. Namun mau tak mau Ailee pasti akan melihat Kalingga dekat dengan wanita lain. Suka atau tidak.
Ailee tidak memiliki hak untuk melarang Kalingga. Bagaimana pun status mereka hanya sebagai teman. Tidak lebih dari itu. Ailee harus tahu batasannya.
"Jangan dulu deket sama cewek lain ya? Ailee mohon," ucap Ailee.
"Hak lo apa larang larang gue?" Tanya Kalingga pelan.
"Ailee emang gak ada hak, karena kita cuma temen. Tapi Ailee mohon dengan sangat, jangan dulu deket sama cewek lain. Ailee gak bisa ngeliat kamu sama cewek lain, apalagi sampe perhatian banget melebihi perhatian kamu sama Ailee. Ailee tahu kita cuma temen, tapi Ailee mohon sama kamu Ling, kali ini aja. Anggap lah ini sebagai permintaan terakhir Ailee sama kamu," ucap Ailee.
Kalingga tidak menjawabnya. Pria itu justru tertidur dengan memeluk tangan Ailee. Ailee meliriknya. Ternyata pria ini malah tertidur disaat ia berbicara.
"Ailee sayang kamu Ling. Melebihi rasa sayang Ailee ke diri Ailee sendiri," ucap Ailee dalam hatinya.
Ailee pun memejamkan matanya dan hendak tertidur. Namun tiba tiba ponselnya bergetar. Ailee pun melihat ponselnya. Itu panggilan dari Angela.
"Napa lagi Ngel?" Tanya Ailee.
"Albert masih stay disini bangs*t. Lo kapan kesini?! Dia gak mau pulang sebelum ketemu sama lo," ucap Angela.
"Gue males kesana. Kan lo tahu sendiri kondisi gue. Gimana caranya gue kesana, sedangkan bawa motor aja kagak bisa," ucap Ailee pelan. Ia tidak mau membuat Kalingga terganggu.
"Ya terus gimana? Albert gak mau balik anjir, kesel gue," ucap Angela.
"Usir paksa kek, lo kan biasanya gitu. Ajak Cita sama Sopia juga. Buat keributan di rumah dikit gak papa, gue maapin," ucap Ailee.
"Ailee, aku tunggu kamu di sirkuit."
Bukan Angela, tapi Albert. Lagi lagi dia mengajak Ailee balapan.
__ADS_1
"Oke. Gue hubungi lo lagi nanti."
Tbc.