
***
Mencintai seseorang dengan sepenuh hati bukan berarti harus melakukan apa yang dia inginkan. Mencintai sepenuh hati, tidak mengharuskan Ailee terus menerus mengikuti hawa nafsu dan kemauan Kalingga.
Sejak tadi bibir Ailee dibungkam oleh Kalingga. Pria itu bahkan sudah naik ke atas ranjang dan mengukung tubuh Ailee. Ailee tidak bisa banyak bergerak sebab kedua tangannya akan sakit ketika digerakan. Ia hanya bisa mencengkram keras pinggang Kalingga bahkan dia dengan sengaja masuk ke dalam kaos Kalingga kemudian mencakar bagian punggungnya agar dia melepaskan ciumannya. Namun Kalingga seolah tidak tergubris karena hal itu.
Makin lama, ciuman Kalingga semakin dalam dan menuntut. Bahkan Ailee sudah hampir kehabisan nafas saat berciuman. Ia tidak membalas ciuman Kalingga. Sejak tadi ia terus mengatupkan kedua bibirnya agar lidah Kalingga tidak masuk ke dalam mulutnya. Kalingga menggeram kesal, gadis ini tidak mau mengikuti permainannya. Sejenak ia melepaskan ciumannya.
Ailee menarik nafas panjang. Bahkan nafasnya terengah engah. Gadis itu menolehkan kepalanya ke arah samping agar ia bisa bernafas bebas.
"Lo tahu gilanya gue, kenapa masih mancing emosi gue?" Tanya Kalingga. Ailee hanya diam, ia tidak mau menjawab ucapan Kalingga karena nafasnya benar benar terengah sekali. Ailee serasa sudah berenang dari dasar laut hingga ke permukaan.
Melihat Ailee yang tidak menjawab ucapannya membuat Kalingga tidak bertanya lagi dan menjatuhkan kepalanya ke atas kepala Ailee. Bibir pria itu menyentuh tepat ke leher Ailee.
"Lo marah sama gue karena gue punya cewek?" Tanya Ling.
Masih nanya, jelas saja Ailee marah. Ia menyukai Kalingga dan parahnya pria ini melakukan kiss bahkan lebih dari itu, ia menjadikannya objek untuk kepuasan dia bahkan sebagai objeknya belajar kiss. Gila!! Ailee benar benar tidak bisa menerima hal itu. Ia bukan boneka, ia manusia dan punya perasaan.
"Kenapa harus marah? Ailee juga bakalan kayak gitu sama cowok lain," ucap Ailee. Hawa panas gemuruh di dalam hati Kalingga tiba tiba datang. Entah mengapa dia tidak suka mendengar ucapan Ailee kali ini.
"Toh dari dulu kamu juga udah nolak aku kan? Sekarang kayaknya aku bakalan mencoba mencintai pria lain selain kamu. Aku bosen sendiri mulu, aku juga butuh seseorang yang bisa nemenin aku disaat aku butuh," sambungnya.
__ADS_1
Tiba tiba Kalingga menghis*p leher Ailee tanpa aba aba. Ailee meringis pelan karena his*pan itu. Kalingga benar benar gila, itu titik sensitifnya selain telinga. Bisa bisanya pria ini melakukan hal itu.
"Bang-un L-li-ng," ucap Ailee.
"Mmmm," gumam Kalingga.
"Bang-un. Nan-ti ada or-ang," ucap Ailee terbata bata. Ia benar benar menahan dirinya untuk tidak mendes*h akibat serangan Kalingga di lehernya. Ditambah lagi, hidung mancung pria itu menggesek gesekan bagian telinganya. Hawa hangat nafas Kalingga terasa di telinga Ailee. Tubuhnya benar benar terasa sangat merinding sekali.
"Orang tua lo gak ada, Magi kasih gue waktu sampe jam sepuluh. Sekarang baru jam setengah sepuluh. So, gue masih bisa melakukan hal yang gue mau," ucap Kalingga. Pria itu menatap ke arah Ailee. Ia masih mengungkung tubuh Ailee.
"Ailee bukan pelac*r. Meskipun Ailee bilang Ailee cuma murah sama kamu, tapi harga diri Ailee gak semurah ini. Kamu mikir gak sih, dengan kamu melakukan hal ini itu sama saja dengan melecehkan aku? Sekarang balik keadaan, kamu punya adik perempuan kan? Gimana perasaan kamu saat tahu adik kamu diperlakukan seperti ini oleh pria lain?" Tanya Ailee menohok. Ia terpaksa mengatakan hal ini bukan karena ia tidak sayang dengan sahabatnya itu, tapi kelakuan Kalingga benar benar tidak bisa Ailee maafkan. Mungkin hanya sekedar kecupan dan pelukan boleh saja, tapi ini...
"Dia perempuan Ling dan aku juga perempuan. Kalo ini terjadi sama Bri, emang kamu rela? Enggak kan? Kamu begitu menyayangi Briella. Sama halnya dengan diri aku sendiri, aku sayang diri aku. Oke aku akui, aku emang sering kiss kamu, peluk kamu. Tapi itu hanya stuck di kegiatan itu saja, tidak lebih. Sedangkan kamu, kamu bahkan udah rem*s dada aku," ucap Ailee.
"Lo gak terima? Bukannya lo suka sama gue?" Tanya Ling.
"Suka bukan berarti harus menuruti nafsu kamu. Ditambah lagi kamu bukan pacar aku dan juga kita gak ada hubungan lebih dari sebatas teman kan?" Ucap Ailee.
Kalingga terdiam mendengar ucapan Ailee. Ia menurunkan tubuhnya sehingga menimpa Ailee dan menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Ailee. Kalingga memeluknya dengan nyaman seolah tidak memperdulikan berat badannya yang menimpa Ailee.
"Gue nyaman kayak gini, apalagi setelah hirup aroma parfume yang sering lo pake," gumam Kalingga.
__ADS_1
"Kamu cuma suka bau parfume Ailee bukan Ailee-nya. Ambil aja parfume Ailee tuh yang botol pendek terus bawa pulang," ucap Ailee. Perkataannya ini bermakna untuk mengusir pria ini. Ailee memang sengaja mengatakan hal ini tidak lain dan tidak bukan karena takut ada yang tiba tiba masuk dan mereka akan salah sangka pada Ailee. Gadis itu melirik ke arah jam yang terpasang di dinding kamarnya. Sudah pukul sepuluh.
"Udah jam sepuluh, kamu pulang," ucap Ailee.
"Ya udah," ucap Kalingga. Pria itu bangkit dari tiduran diatas tubuh Ailee dan mengecup pelan bibir Ailee.
"Tidur yang nyenyak. Maaf udah ganggu," ucap Kalingga. Ailee hanya mengangguk sekilas. Kalingga pun segera bangkit dan memakai jaketnya lagi. Ia pun hendak keluar namun Ailee memanggilnya. Gadis itu bangkit dari tidurannya dan berjalan ke arah Kalingga kemudian memeluknya.
"Jangan jadi cowok brengsek. Kasihan Briella sama tante Ashel," ucap Ailee.
"Gak akan. Gue brengsek cuma sama lo aja," ucap Kalingga. Ia mengelus pelan kepala Ailee lalu melepaskan pelukannya setelah Ailee melepaskannya lebih dulu.
"Hati hati," ucap Ailee. Kalingga mengangguk sekilas dan pergi dari sana. Ailee menatap kepergian Kalingga. Apa ia terlalu menyakiti Kalingga dengan perkataannya? Pria itu seketika berubah dalam waktu yang cukup cepat. Atau karena dia bawa bawa nama Briella sebagai perbandingan?
Sebenarnya Ailee tidak bermaksud seperti itu. Tapi dengan kelakuan Kalingga yang seenaknya membuatnya jengah sekaligus kesal. Entah benar atau tidak pria itu memiliki kekasih, Ailee tidak tahu.
"Aku suka sama kamu Ling, dan kamu tahu hal itu. Tapi kamu selalu memilih untuk menyakiti aku. Bodohnya aku juga yang selalu berharap mendapatkan feed back baik dari kamu yang jelas jelas sudah menolak keberadaan ku," gumam Ailee.
Rasa sakit ia rasakan saat mendengar Kalingga memilih kekasih. Apalagi saat Ailee dijadikan objek percobaannya. Ailee benar benar tidak habis pikir dengan sikap Kalingga yang seenaknya seperti itu.
Tbc.
__ADS_1