
***
Ailee turun ke lantai satu setelah menetralkan nafasnya dan juga menstabilkan emosinya agar tidak terlihat gugup saat berhadapan dengan kedua orang tuanya. Tidak lupa ia juga memasukan kunci kamarnya ke dalam saku miliknya. Ailee berjalan perlahan, kedua orang tuanya berada di ruang tengah. Ailee tahu saat melihatnya ketika ia sampai di ujung tangga. Ailee berjalan menuju ke arah kedua orang tuanya yang sedang duduk ditemani cemilan dan kopi juga tablet di tangan masing masing. Pemandangan yang menurutnya sudah biasa, karena setiap makan pagi juga keduanya selalu seperti ini. Jarang sekali rasanya keluarganya makan pagi dengan obrolan hangat. Mereka hanya akan bicara dengan pembahasan yang tidak jauh jauh soal bisnis.
"Ma, pi," sapa Ailee. Alex dan Cya kompak menoleh kemudian melemparkan senyumnya. Kedua orang tua itu pun menyimpan tabletnya dan meminta Ailee duduk dj tengah tengah mereka.
"Ada apa? Kenapa pulang kalo kerjaan belum beres?" Tanya Ailee.
"Apa kami tidak boleh menjenguk anak cantik kami? Katanya anak cantik dan mandiri itu baru saja kecelakaan di arena. Ditambah juga dengan menyelamatkan pria yang dicintainya sampai dia harus masuk ke rumah sakit lagi," ucap Alex.
"Sejak kapan papi suka nyindir?" Tanya Ailee.
Alex terkekeh pelan dan mengelus pelan kepala anak perempuannya. Anak ini selalu ia tinggalkan. Bahkan Alex tidak pernah tahu kapan Ailee membutuhkannya. Setiap harinya ia dan istrinya hanya sibuk dengan setumpuk pekerjaan.
"Enggak sayang, papi kamu cuma becanda. Kami datang memang benar benar khawatir dengan kamu. Lagi pula kami juga sekalian berpamitan karena akan dinas ke luar negeri lagi. Tepatnya ke Indonesia sambil menengok kakek mu," ucap Cya.
"Brixy gak diajak?" Tanya Ailee.
"Libur nanti kamu akan pulang ke Indonesia sayang. Selain kamu, kakek juga merindukan kamu. Dia juga belum bisa kesini karena sedang sibuk dengan beberapa urusan," ucap Cya.
"Iya deh, nanti Brix pulang ke Indonesia," ucap Ailee.
"Oh iya, ngomong ngomong mama titip salam untuk Kalingga ya? Kemarin mama memaksa papi untuk pulang cepat saat mendengar kamu masuk rumah sakit. Namun Kalingga tiba tiba menelepon mama dan menenangkan mama, pemuda itu juga berjanji akan merawat kamu sampai kamu sembuh. Bahkan ketika kalian di rumah sakit, Ashel juga memberitahu mama jika keadaan kamu baik baik saja. Mama benar benar harus berterima kasih pada keluarga Kavinder," ucap Cya.
Ailee melongo mendengar ucapan mamanya sekaligus tidak habis pikir. Apa iya Kalingga sampai menelepon mamanya? Tapi kapan? Kenapa juga pria itu harus menelepon mamanya dan menenangkannya? Bukannya Kalingga sudah berikrar jika dia tidak menyukai Ailee? Lalu kenapa dia melakukan hal itu?
"Brixy sayang? Kenapa bengong?" Tanya Cya.
__ADS_1
"Gak papa ma," ucap Ailee.
"Ya udah, kalo gitu kami harus pergi sekarang. Kami gak bisa lama lama disini. Maafin mama sama papi ya Brix," ucap Cya. Wanita itu menarik Ailee ke dalam pelukannya.
"Maafin mama yang enggak ngurus kamu waktu kamu masih sakit kemarin. Maafin mama, tapi mama gak ada pilihan lain," ucap Cya.
"Udah lah ma, lagian aku bisa jaga diri aku," ucap Ailee.
"Kamu gadis yang mandiri sayang. Papi bangga," ucap Alex. Cya dan Ailee melepaskan pelukannya dan kini Ailee beralih memeluk papinya.
"Tumbuhlah jadi wanita kuat yang mandiri. Papi yakin kamu bisa, papi yakin kamu bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan papi. Tapi pulanglah pada papi jika kamu merasa masalah mu itu berat," ucap Alex.
"Iya pi," ucap Ailee. Mereka berdua pun mengurai pelukannya dan Ailee mengantar kedua orang tuanya ke depan. Sebelum keduanya pergi, Alex dan Cya memeluk Ailee bergantian dan diakhiri dengan berpelukan bersama. Cya dan Alex pun berjalan dari sana naik ke dalam mobil.
"Ingat pesan papi, semandiri apapun kamu, kamu akan tetap membutuhkan papi atau mama. Mungkin orang lain juga," ucap Alex.
"Iya sayang," ucap Alex dan Cya.
Ailee melambaikan tangannya saat melihat mobil yang membawa kedua orang tuanya itu pergi dari area perumahannya. Setelah memastikan mobil itu tidak terlihat lagi oleh pandangan, Ailee pun segera berlari menuju ke kamarnya. Bukan apa apa, takutnya Kalingga membongkar isi kamarnya dan rahasia Ailee akan ketahuan. Ailee tidak menggunakan lift di rumahnya, terlalu lama. Ia pun berlari kencang menaiki tangga dan akhirnya sampai disana. Ailee pun segera mengeluarkan kunci di dalam saku celananya dan membuka pintu kamarnya. Ia masuk ke dalam kamarnya. Di atas kasur, tidak ada Kalingga. Ailee buru buru mencarinya. Dan ia menemukan Kalingga sedang memegang sebuah album foto. Itu album anak anak SBA?!!!
Ailee langsung merebutnya dan memasukan album itu ke dalam tempatnya. Kemudian ia menarik Kalingga dari sana, namun Kalingga malah membalikan keadaan. Dia menarik Ailee dan mendudukan Ailee diatas nakas tingkat tiga yang tingginya sepinggang Kalingga.
"Ngapain?" Tanya Ailee.
"Lo yang ngapain, kenapa lo rebut album yang lagi gue liat? Bukannya lo bilang bebas mau ngapain aja asal jangan diberantakin?" Tanya Ling.
"Itu gak boleh kamu sentuh, sentuh barang yang lain aja Ling," ucap Ailee.
__ADS_1
"Sentuh barang yang lain? Barang lo yang ada di sekitar tubuh lo?" Tanya Lingga.
"Mesum terus," ucap Ailee.
"Gak mesum gak bisa punya anak," ucap Lingga. Pria itu maju mendekat ke arah Ailee dan membuka kedua kakinya sehingga telihat mengangk*ng dalam keadaan duduk.
"Ling, kamu hubungin mama aku ya waktu aku absen gak masuk?" Tanya Ailee.
Kalingga mengernyit, "Enggak," ucapnya menggelengkan kepala.
"Gak usah bohong, mama Cya yang bilang sendiri sama Ailee tadi. Katanya kamu telpon mama buat tenangin mama kalo Ailee baik baik aja. Itu maksudnya apa? Bukannya kamu gak suka sama Ailee? Kenapa kamu berusaha meyakinkan mama Ailee tentang keadaan Ailee? Padahal jelas jelas kamu belum melihat keadaan Ailee waktu itu?" Pertanyaan beruntun Ailee lontarkan pada Kalingga. Ia hanya aneh saja, kenapa Kalingga sampai se-care itu padanya. Padahal kan Kalingga tidak menyukai Ailee.
"Emang salah kalo gue bantu lo? Kita sesama manusia," ucap Kalingga.
"Enggak, alasannya gak mungkin kayak gitu. Gak logis banget, jujur aja Lingga. Kenapa?" Tanya Ailee.
"Kenapa gue harus jujur? Itu kenyataannya. Gue punya mami dan gue tahu kalo seorang ibu itu pasti akan mencemaskan keadaan anaknya," ucap Kalingga.
Sayangnya, itu bukanlah jawaban yang Ailee harapkan. Apa mungkin dia terlalu berharap sehingga berekspektasi terlalu tinggi?
"Ailee mau nanya."
"Apa?" Tanya Ling.
"Lingga normal kan? Maksudnya Lingga masih suka lubang dari pada batang?"
Tbc.
__ADS_1
Bat4ng dan lub4ng sedang bersaing agaknya🫢