
***
Ashel menggelengkan kepalanya melihat tingkah random ketiga anaknya yang berteriak teriak tidak jelas. Ia dan Kavin terpaksa ikut masuk juga dan tidak jadi mengobrol dengan Magi, karena sudah pasti jika mereka tidak masuk keributan pasti akan terjadi lagi. Benar benar ketiga anaknya ini minta dimasukan lagi ke dalam perutnya sepertinya.
Ashel dan Kavin dengan cepat berjalan naik ke lantai dua menggunakan tangga, padahal ada lift. Mungkin karena chaos akibat teriakan ketiga anaknya, ibu dan bapak itu tidak berpikir panjang lagi dan langsung berjalan kaki melewati tangga.
Sementara itu di dalam kamar Ailee, Briella sudah duduk anteng diatas kasur Ailee. Kairav dan Kalingga duduk di sofa yang berada di kamar Ailee.
"Ceritain kenapa bisa jatoh," ucap Briella.
"Males Bri, lagian jatoh ya jatoh. Gak perlu gue klarifikasi juga kan?" Ucap Ailee. Tentu saja dia menolak. Bagaimana jadinya jika ia mengatakan yang sebenarnya kepada ketiga sahabatnya ini, sudah pasti mereka akan menaruh curiga. Ailee sebenarnya tidak ingin membohongi mereka, tapi apa boleh buat. Ailee menutupi ini semua demi kebaikannya juga.
"Ya seenggaknya gue ada gambaran gitu pas lo jatoh. Lagian kenapa enggak samc supir aja sih perginya, atau enggak ajak kak Ling buat pergi. Jangan sendirian," ucap Briella.
"Gue males sama supir, kalo sama Kalingga takutnya dia sibuk. Jadi mending mandiri dan berangkat sendirian aja. Lagian enak kayak gitu," ucap Ailee.
"Ya iya sih, tapi kan biar elo gak jatoh," ucap Briella.
"Dengan atau tidaknya gue di supirin atau berangkat sama Kalingga, enggak menutup kemungkinan buat jatoh. Kan mungkin konsepnya emang gue harus jatoh aja kemarin," ucap Ailee.
"Kalian malu maluin ih, kenapa teriak teriak hah?!" Ucap Ashel galak. Bahkan ucapan Briella terpotong oleh maminya. Briella hanya mendengus kesal. Maminya ini memang benar benar ya selalu menguji tingkat kesabarannya saja.
"Enggak papa mi, biasalah adek. Kan mami tahu sendiri dia seheboh apa," ucap Kairav menengahi. Briella langsung melayangkan tatapan tajamnya pada abangnya. Sedangkan Kairav hanya cengengesan dan mengangkat dua jarinya dan berucap 'peace' tanpa bersuara.
"Kalian ini, Ailee lagi sakit loh. Kalian jangan berisik deh, kasian dia," ucap Ashel.
"Iya mi, enggak kok," ucap Briella. Ashel pun mengangguk mengiyakan dan beralih menatap ke arah Ailee yang sedang duduk diatas tempat tidurnya. Wanita itu meraih tangan Ailee dan menggenggamnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Kenapa enggak kasih kabar ke tante kalo kamu kecelakaan? Tahu gitu tadi pagi tante kesini," ucap Ashel. Tatapannya sangat teduh sekali. Lembut seperti seorang ibu yang sangat tulus menyayangi anaknya.
"Ailee gak papa kok tan, biasa lah yang namanya naik motor kalo enggak ban bocor ya kecelakaan. Namanya juga di jalanan," ucap Ailee tersenyum.
"Sikut kamu luka parah?" Tanya Ashel.
Ailee menggelengkan kepalanya, "Enggak tante. Gak terlalu parah kok, udah di tangani sama dokter juga."
"Bagus lah kalau begitu, cepat sembuh ya? Tante bawain kamu kue coklat," ucap Ashel. Ia memberikan sepiring kecil kue yang sudah di potong oleh Magi di dapur.
"Wah," ucap Ailee senang. Ia menerima kue itu dan memakannya. "Ini enak tante. Enak banget, makasih banyak."
Ashel tersenyum dan mengangguk. Mereka pun melanjutkan mengobrol santai disana. Semuanya berbaur dan saling berbicara, Ailee merasa sangat bahagia dengan kehangatan keluarga Kavinder. Mereka benar benar kompak dalam segala hal. Semuanya ikut berbicara hanya Kalingga saja yang tidak berbicara dan hanya diam memperhatikan Ailee. Lebih tepatnya memperhatikan luka di bahunya yang tertutup.
Ia hanya merasa aneh saja, bagaimana bisa jika hanya jatuh tidak mungkin luka di sikut kiri dan lebam di bahu kanan. Apa itu masuk akal? Seharusnya lebam juga di tangan kiri kan?
Sekitar dua jam berlalu, keluarga Kavinder pun memutuskan untuk pulang dulu. Karena Ailee juga harus istirahat. Semuanya pulang tinggal tersisa Ailee saja. Lagi lagi kesepian ia rasakan.
***
Waktu begitu cepat berlalu, malam hari pun tiba. Sejak sore sepulang dari rumah Ailee, pria itu terus memikirkan tentang keadaan anak itu. Ia masih belum mengerti dengan jatuhnya Ailee. Makin lama dia makin penasaran, jatuhnya Ailee tidak masuk akal.
Kalingga pun segera menyambar jaket miliknya juga mengambil kunci motornya. Pria itu keluar dari kamarnya menuju ke garasi rumahnya. Di ruang tengah, ada mami, papi, dan kedua sodaranya.
"Kemana kak?" Tanya Ashel.
"Keluar bentar mi," ucap Ling.
__ADS_1
"Jangan telat jam sebelas malam kalo gak mau tidur diluar," ucap Kavin.
"Ada apartement," ucap Kalingga.
"Bocah," ucap Kavin.
"Pergi dulu mi, pi," ucap Ling pamit. Pria itu pun langsung bergegas ke garasi rumahnya. Sementara Kairav dan Briella saling melirik. Mereka curiga.
"Kayaknya ada yang kangen sama doinya," ucap Kairav.
"Pastinya itu. Tadi kayaknya enggak puas deh ketemunya, soalnya cuma dua jam," ucap Briella.
Ashel dan Kavin hanya menggelengkan kepalanya. Kedua anaknya ini memang sangat senang sekali menggoda anak kedua mereka.
Sementara itu Kalingga, pria itu sudah melajukan motornya menuju ke rumah Ailee. Kalingga tidak menekan bel karena dia sudah menghubungi Magi untuk masuk sendiri saja. Toh pintu depan belum di kunci juga. Kalingga masuk ke dalam rumah Ailee dengan santainya. Pria itu berjalan seolah rumah Ailee adalah rumahnya.
Ling langsung berjalan ke kamar Ailee. Tanpa permisi, pemuda itu langsung membuka pintu kamarnya. Namun Kalingga tidak menemukannya disana. Ia berjalan menuju ke walk in closet gadis itu, ternyata dia ada disana tengah mengobati bahunya yang lebam. Ailee terlihat kesusahan. Kalingga pun langsung berjalan menuju ke arah dimana Ailee berada. Tanpa mengatakan apa apa, pria itu menarik salep yang ada di tangan Ailee dan mengeluarkannya pada tangannya kemudian hendak mengoleskannya ke bahu Ailee.
"Kebiasaan tahu gak main masuk?! Ailee cuma pake tanktop," ucap Ailee galak.
"Biarin, gue udah pegang juga," ucap Kalingga. Ia mengoleskan salep itu ke bahu Ailee dengan perlahan.
"Bahu lo kenapa yang lebam di kanan? Kenapa enggak di kiri?" Tanya Ling.
"Gak tahu, konsepnya emang kayak gitu kali- ahhh," ucap Ailee meringis kesakitan akibat ulah Kalingga yang menekan luka lebamnya. "SAKIT IH!!"
"Kenapa lukanya kayak gini? Lo gak mungkin cuma jatoh biasa," ucap Kalingga. Ailee terdiam, ia tidak mau mengatakan apa apa tentang kejadian di arena balap.
__ADS_1
Ailee membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Kalingga, "Ailee jatuh biasa. Cuma gak tahu kenapa lukanya di kiri sama kanan."
Tbc.