Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
180. Om Itu Lagi


__ADS_3

SEPI BANGET YA ALLOH. Gimana mau gipewey kalo gini caranya


***


Berjalan santai dengan senandung ria, Briella terlihat sangat menikmati waktunya. Dia memilih berjalan dari depan gerbang mansionnya. Karena dari depan pintu utama sampai gerbang dia diantarkan oleh mobil. Briella berjalan santai, sebentar lagi langkah kakinya akan sampai ke mini market.


Seolah sudah kenal dengan Briella, karyawan mini market itu menyapanya. Briella hanya tersenyum dan langsung berjalan santai menuju ke lemari pendingin. Rasanya haus juga berjalan dari depan gerbang sampai ke mini market ini. Briella langsung meminumnya. Tidak apa apa, yang penting bekas minumnya tidak hilang agar bisa di scan nanti di kasir. Kasir juga sudah tahu kebiasaan Briella, karena disini adalah tempat nongkrongnya dengan Ailee.


"Enak banget sumpah gue gak bisa berword word. Kenapa bisa ada susu seenak ini. Makasih banget gue sama orang yang udah buat susu ini. Approve banget," ucap Briella semangat. Ia pun mengambil beberapa susu kotak tersebut. Dia juga mengambil rasa yang lainnya. Untungnya lagi tadi dia mengambil keranjang di depan kasir. Jadi dia tidak kesusahan mengambil banyak barang juga.


Briella seolah kalap mengambil banyak snack, susu dan yang lainnya. Kakinya terus berjalan sampai dia tidak sadar jika keranjang miliknya sudah penuh. Briella sedang berdiri di freezer lainnya. Disana dia sedang mengambil sosis, namun sosis yang sering dia makan tidak ada stoknya.


"MIAA, SOSISNYA DIMANA YANG SERING GUE BELI?" Tanya Briella berteriak. Mia adalah kasir yang sering berjaga disana, dia mendengar ucapan Briella namun dia sedang melayani pelanggan yang sedang bayar. Mia hanya mengkode ke arah belakang Briella, disana ada sebuah pintu. Mungkin itu gudang.


Briella melihat gerak gerik Mia. Dia mengerti maksud ucapan Mia, Briella mengacungkan jempolnya dan berjalan masuk ke dalam gudang. Dia sudah lama sering kesini dan dia beserta Ailee juga sering keluar masuk gudang bersama Mia. Tentu saja Briella sudah tahu letaknya.


Briella berjalan masuk ke dalam gudang tersebut. Disana cukup gelap karena hanya ada sedikit pencahayaan. Briella menyalakan flash ponsel miliknya dan berjalan maju. Dia mencari cari stok sosis kesukaannya sembari mencari saklar lampu. Ternyata dia sudah tidak jauh lagi dari saklar lampunya. Briella langsung menyalakannya.


"Ngeri juga ya kalo gelap gini. Berasa uji nyali," ucap Briella pelan. Ia mematikan flash ponsel miliknya dan berbalik.


"Anj-," umpat Briella terkejut. Bagaimana tidak, di belakangnya berdiri seorang pria dengan tampilan jas casual yang mahal. Bahkan semilir parfume yang dipakai pria ini masuk ke dalam indera penciumannya.


"Berani mengumpat little girl," ucapnya. Suara berat dan gema itu benar benar mengalun indah di telinganya. Suaranya benar benar sangat pria sekali.


Briella masih diam. Dia sedikit speechless dengan kedatangan tiba tiba pria ini. Ya, pria ini adalah pria yang kemarin memberikan susu kotak penumbuh tinggi badan. Namun Briella tidak meminumnya.


"Aku gak kecil, jadi jangan panggil aku little. Aku udah gede om," ucap Briella.


"Om?" Ulangnya.

__ADS_1


"Umur anda lebih tua dari pada saya. Jelas saja untuk menghormati anda, saya memanggil anda om," ucap Briella. Gadis itu mendorong pelan tubuh tinggi pria ini. Ia pun kembali berjalan mencari sosis yang dia inginkan.


Sedangkan pria itu hanya tersenyum kecil dengan tingkah menggemaskan gadis itu. Tidak sengaja bertemu, dan akhirnya dia menemukan sosis itu. Tak tanggung tanggung Briella membawa tiga kotak sekaligus dan menyimpannya di keranjangnya. Setelah mendapatkan sosis itu Briella langsung keluar dari dalam gudang.


Namun saat tangannya memegang handel pintu, pintu gudang itu tidak mau terbuka. Seolah seperti terkunci. Briella mencoba membukanya namun tetap tidak terbuka.


"You lost little girl," bisiknya.


What the f*ckk!!! Jantung Briella serasa meloncat dari tempatnya saat mendengar bisikan itu. Halus sekali sampai membuat bulu kunduk Briella berdiri.


"Minggir," ucap Briella. Gadis itu mendorong tubuh pria yang ada di depannya namun tidak ada pergerakan sama sekali dari pria itu. Pria itu tetap berdiri di depannya. Bahkan sangat mendempet sekali. Untungnya ada keranjang belanjaan yang disimpan Briella di depan tubuhnya.


"Kenapa kamu sangat ketus sekali?" Tanya Pria itu.


"Ya gimana enggak ketus, om udah dua kali temuin aku. Terus sekarang om tiba tiba ngunci aku disini?! Ya gimana aku enggak ketus," ucap Briella kesal.


"Saya sengaja kunci pintu gudang ini. Sebab saya ingin berbicara dengan kamu," ucapnya.


"Yuk ngomongnya duduk di depan teras mini market. Biar enak, disini engap. Susah nafas," sambung Briella.


"Yakin? Gak akan kabur?" Tanyanya.


"Briella bukan buron om, gak mungkin Briella kabur. Udah ayo keluar, buka pintunya," ucap Briella.


Manusia paling santai di muka bumi, dia adalah Briella. Bahkan saking santainya dia tidak mempedulikan jika om ini adalah orang jahat atau bukan. Mereka baru bertemu dua kali dan tidak pernah bertemu sebelumnya. Namun Briella tidak memiliki rasa takut sedikit pun.


"Baiklah, jangan mengobrol di depan mini market. Ada beberapa orang suruhan papi kamu yang sering mengintai kamu. Saya tidak mau di cap sebagai penculik," ucapnya.


"Ya kalo niatnya nyulik mah pasti bakal di curigain lah. Terus mau bicara dimana?" Tanya Briella.

__ADS_1


"Mobil saya," ucapnya.


"Lah, sama aja kali itu mah mau nyulik," ucap Briella.


"Beda konsep girl, kalo saya memang berniat menculik kamu, mungkin sudah dari beberapa tahun yang lalu," ucapnya.


"Udah mau ngomong dimana om, lama banget deh," ucap Briella. Gadis itu berjalan santai menjauh dari pria dewasa di depannya dan duduk di sebuah keranjang kontainer terbalik yang sering digunakan untuk membawa banyak barang. Briella duduk disana diikuti pria dewasa itu.


"Om mau? Ambil aja. Tapi plastiknya taruh sini lagi, belum di bayar soalnya," ucap Briella.


Pria itu hanya terkekeh pelan. Dia mengambil susu kotak yang ada di keranjang Briella.


"Kamu sering minum ini?" Tanyanya.


"Iya. Enak banget, apalagi yang rasa stroberi. Nikmat banget, semua rasa sih sebenarnya. Cuma sering minum yang itu aja," ucap Briella.


"Sesuka itu?" Tanyanya.


"Iya," ucap Briella.


"Ngomong ngomong, nama lengkap kamu siapa?" Tanyanya.


"Kenapa emangnya?" Tanya Briella.


"Soalnya saya cuma tahu nama depan kamu," ucapnya.


"Apa iyah, Bri gak percaya sumpah," ucap Briella.


Pria itu terkekeh pelan, ternyata gadis ini bukan gadis polos dan tidak tahu apa apa.

__ADS_1


"Briella Sashel Natapraja. Nama yang indah sekali," ucapnya.


Tbc.


__ADS_2