
***
Satu jam berlalu, mobil yang ditumpangi oleh Kairav dan yang lainnya sampai di kediaman Kavinder. Ailee juga terpaksa ikut karena dipaksa oleh Kalingga. Briella keluar lebih dulu dari dalam mobil hendak membantu Ailee. Namun setelah diluar mobil, Kalingga tiba tiba menggendongnya dan membawanya masuk. Ailee tentu saja terpekik kaget.
"Kamu lagi sakit ngapain gendong aku?" Tanya Ailee kesal.
"Karena gue mau," ucap Kalingga acuh. Pria itu pun berjalan membawa Kalingga masuk ke dalam rumah, meninggalkan kedua kembarannya yang masih diluar.
"Lihat kan bang, dia jadi bucin mampus," ucap Briella.
"Namanya juga Kalingga, manusia tergengsi yang pernah abang temuin. Udah ayo masuk," ucap Kairav. Briella mengangguk dan masuk ke dalam rumah bersama abangnya.
Di ruang tengah, Ashel dan Kavin sudah menunggu mereka. Kavin tentu saja tahu apa yang terjadi, namun dia ingin mendengar sendiri penjelasan dari anaknya. Tidak ada akibat jika tidak ada sebab. Kalingga tidak akan semarah itu jika tidak ada penyebabnya.
Kalingga dan Ailee duduk bersebelahan. Dia meminta seorang maid untuk membawakan es batu beserta kompresan kain anti basah supaya baju Ailee tidak basah. Kalingga tahu bahu gadis itu memar karena dia melihat sendiri bagaimana Fade mendorong Ailee dengan cukup kuat ke tembok. Entah mengapa mengingatnya saja mampu membuatnya emosi.
"Ini tuan muda," ucap bi Sati.
"Terimakasih bi," ucap Kalingga. Pria itu menerima kantong es batu itu dan menggerakan tubuhnya jadi menghadap Ailee.
"Buka baju lo," ucap Kalingga.
"Erereee, belum sah kak. Main buka bukaan aja," ucap Briella.
"Au tuh, kayaknya udah gak nahan kali dek," ucap Kairav.
__ADS_1
Dua manusia kompor yang sialnya adalah kembarannya. Jika saja disini tidak ada kedua orang tuanya, sudah pasti Kalingga akan menjitak mereka.
Ailee sendiri hanya diam saja, dia bingung kenapa Kalingga sefrontal itu. Disini kan ada kedua orang tuanya. Ailee tahu dia seperti itu untuk mengobati memar di punggungnya, tapi tidak langsung seperti itu. Tolonglah, Ailee malu.
"Memangnya Ailee kenapa?" Tanya Ashel. Sejak tadi wanita itu cemas sebab dia mendapatkan kabar dari suaminya jika Kalingga berkelahi dengan murid lainnya. Tapi jika dilihat lihat, tidak ada luka di wajah anaknya itu.
"Ailee di dorong ke dinding, punggungnya memar," ucap Kalingga. Dia memaksa menempelkan kain itu. Meskipun anti basah, jika diisi es batu pasti es itu akan mencair dan airnya akan tetap merembes keluar. Baju Ailee pasti akan basah, tapi nanti bisa diganti dengan baju Kalingga kan?
"Ling," ucap Ailee. Dia mencengkram paha Kalingga karena refleks. Kalingga benar benar tidak pelan saat menempelkan kantong es batu itu pada punggungnya. Sudah tahu sakit, masih saja kasar.
"Sakit? Rasain, siapa suruh keluar kelas sendirian. Ada Briella, lo bisa minta temenin atau minta siswi lain. Jangan so jagoan bisa? Udah tahu cowok itu mau sama lo," ucap Kalingga kesal.
"Ya jangan marah, Briella masih ngerjain tugas tadi. Aku gak enak, lagian kan aku juga gak tahu kalo akhirnya Fade tiba tiba disana. Kan tadi udah aku bilang," ucap Ailee.
"Drama pasutri," ucap Kairav pelan yang masih di dengar Ashel, Kavin dan Briella. Briella sendiri hanya terkekeh mendengarnya. Sedangkan Ashel mencubit pelan pinggang anaknya itu. Kairav benar benar penghancur suasana.
Sebenarnya sejak tadi Kalingga sudah menahan emosinya. Dia benar benar marah dengan sikap seenaknya bajing*n itu. Seharusnya dia tidak diterima sekolah disana.
Sementara itu Ailee hanya diam menatap kepergian Kalingga yang sepertinya masih emosi. Bukannya tadi pria itu sudah memeluknya? Ailee kira dia sudah meredakan emosinya. Tahunya tidak. Emosinya masih menggebu gebu saja.
"Ailee sayang, tante obatin punggung kamu ya?" Ucap Ashel lembut. Wanita itu beralih tempat duduk dan duduk di samping Ailee.
"Enggak papa tante, gak usah. Ailee harus kejar Kalingga, dari tadi dia nahan emosinya. Kasihan kalo enggak diluapin," ucap Ailee.
"Tunggu dulu lah Lee, main kejar laki lo aja. Ini gue kepo pake banget, kenapa si laki tompelan itu bisa ada di toilet?" Tanya Briella. Laki tompelan yang dimaksud oleh Briella adalah Fade. Kenapa diseut tompelan, sebab pria itu memiliki tato di bahu tangannya. Briella tidak sengaja saja melihatnya waktu itu, sebab Fade menggulung lengan seragamnya.
__ADS_1
"Ya gitu, gue kan kebelet ya ke kamar mandi. Pas keluar ada dia, gue udah coba ngusir malah anteng dia gangguin gue. Terus gue tendang itunya, ya dia marah dan dorong gue abis itu datang kakak lo dan mereka adu otot. Gue coba pisahin tapi takut, takut soalnya ini pertama kalinya gue lihat Kalingga semarah itu," ucap Ailee pelan.
"I see. Pantesan aja Kalingga langsung ngibrit keluar pas lihat lo lewat depan ruangan kita ujian. Tahunya doi udah berfirasat kalo lo mau di apa apain si tompel," ucap Kairav.
"Jadi itu permasalahannya?" Tanya Kavin.
"Iya pi, kakak cemburu lihat ceweknya mau di kiss cowok lain," ucap Briella.
"Emang dia mau kiss gue? Kan enggak Bri, jangan ngadi ngadi," ucap Ailee.
"Well, buktinya kakak gak akan semarah itu Lee kalo lo cuma di ganggu. Udah sana samperin laki lo, nanti dia uring uringan gak jelas. Yang kena gue ama abang," ucap Briella.
Benar, Kalingga harus ditemui dan ditenangkan. Jika tidak dia akan uring uringan tidak jelas dan imbasnya bukan hanya pada orang rumahnya, melainkan pada Ailee juga.
"Tante, boleh?" Tanya Ailee.
Ashel terkekeh pelan, "Kenapa ijin sayang? Naik aja sana. Hati hati, Kalingga mirip papinya. Beringas banget kalo lagi marah. Kalo Kalingga bertindak diluar batas, teriak aja ya."
Ailee tersenyum malu dan mengangguk. Ia pun pamit ke lantai dua menuju ke kamar Kalingga. Sementara Briella dan Kairav berjalan ke dapur, mereka lapar. Lebih baik makan dari pada harus ke lantai dua dulu. Jauh dan melelahkan meskipun ada lift.
"See, dia copy-an kamu mas," ucap Ashel. Kavin menghela nafasnya dan bergeser menatap ke arah istrinya.
"Kan kita yang buat. Aku yang bernafsu sama kamu selama satu minggu tanpa jeda. Mungkin jeda hanya tidur sebentar dan makan. Kamu inget, tidak lama dari itu kamu langsung isi," ucap Kavin.
Ashel nampak berpikir dan menganggukan kepalanya. Benar juga ucapan suaminya ini.
__ADS_1
"Apa Ailee akan tahan dengan sikap anak kamu?"
Tbc.