
***
Saat Kalingga memintanya mengikuti karyawan butik tadi, Ailee langsung menurut tanpa banyak membantah. Dia mengikuti karyawan itu melewati banyaknya dereta dress dress yang sangat indah sekali. Selain dress formal dan semi formal, disini juga ada dress untuk pernikahan. Dress ini di rancang khusus oleh tante Ashel. Ailee benar benar bangga melihatnya, selama ini tante Ashel adalah motivasi untuknya. Ailee juga harus sehebat tante Ashel. Selain itu, Ailee juga sangat ingin memiliki suatu usaha yang dia dirikan sendiri. Namun Ailee masih bingung dia harus memiliki usaha apa dan di bidang apa. Masalahnya dia tidak memiliki patner, berbeda dengan tante Ashel. Dia memiliki patner om Ardian.
Ailee menyusuri deretan gaun gaun cantik yang ada disana. Karyawan tadi merekomendasikan beberapa dress, Ailee hanya mengangguk saja. Dia diminta masuk ke satu ruangan untuk mencobanya satu persatu sekalian mencocokan. Gaun pertama berwarna merah, sangat ketat bahkan kedua squishy-nya menyembul keluar. Ailee benar benar tidak suka. Dress kedua berwarna putih, ternyata setelah dicoba ternyata menerawang. Dalaman hitam yang digunakan oleh Ailee terlihat. Dan dress ketiga berwarna kombinasi biru, putih dan sedikit hijau. Ailee mencobanya. Dress itu lebih baik dari pada dress dress sebelumnya. Namun bawahnya sedikit mini.
"Gak papa deh yang ini aja kali ya? Ini juga bagus, rambutnya gerai," ucap Ailee.
"Yah tapi belakangnya belum di resletingin. Susah banget," sambungnya.
Benar, di bagian belakang ada resleting panjang yang harus ditarik ke atas agar dressnya tidak melorot. Namun Ailee kesusahan dengan hal itu. Tangannya pendek dan tidak sampai.
"Kenapa gak minta bantuan? Guna gue apa sebagai pacar lo?" Tanya Kalingga. Ailee terlonjak kaget saat mendengar bisikan di dekat telinganya. Ia tidak sadar jika ternyata Kalingga ada di belakangnya. Ailee buru buru membalikan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Kalingga agar pria itu tidak melihat punggungnya yang terekspos.
"Ngagetin aja tahu gak? Kenapa masuk sih? Kan aku belum selesai," gerutu Ailee.
Kalingga menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan dengan nada kesal yang keluar dari dalam mulut pacarnya. Namun tatapannya seketika menajam saat melihat bagian bawah dress itu yang mengekspos paha Ailee.
"Harus pake dress pendek kayak gitu?" Tanya Ling.
"Ini yang paling baik dari pada dua dress itu Ling. Kamu mau aku pake dress merah itu? Asal kamu tahu aja kedua squishy aku ini bakalan keluar dari penutupnya. Yang putih ini nerawang. Kamu mau pakaian dalam aku kelihatan orang lain?" Tanya Ailee ketus. Ia pun kembali mencoba untuk menarik resleting dress miliknya, namun benar benar sangat susah.
Kalingga pun langsung menarik tubuh Ailee agar mendekat ke arahnya, bukan hanya mendekat tetapi menempel seperti akan memeluk. Kedua tangan kekar Kalingga naik ke atas pinggul Ailee dan menarik resleting itu dengan gerakan yang sangat pelan dan perlahan. Ailee hanya mampu memejamkan matanya, apalagi tangan besar Kalingga sedikit mengenai kulit punggungnya.
__ADS_1
"Mulus banget," bisik Kalingga.
"L-ling-gg," ucap Ailee terbata.
"Kenapa?" Tanya Kalingga.
"Jangan berbisik di sana," ucap Ailee.
"Kenapa? Horn-?" Tanya Kalingga. Pria itu dengan sengaja membuat gerakan perlahan dan sensual saat menaikan resleting itu. Tidak terlalu panjang, namun karena Kalingga melakukannya dengan sangat pelan, alhasil itu jadi lama.
Ailee sendiri berusaha mati matian untuk menahan sesuatu yang akan lolos dari mulutnya. Ia mencengkram erat kemeja Kalingga. Ia tidak peduli jika nanti kemeja itu akan lecek atau pun kusut. Salahkan Kalingga yang selalu menggodanya. Ailee tentu saja tidak tahan.
"Cepetan," ucap Ailee.
"Selama ini, gue sering sentuh lo. Bahkan sering buat bibir lo bengkak sampe luka, tapi gue gak pernah denger suara indah itu. Kenapa lo tahan, gue pacar lo. Dan gue pengen denger suara itu," ucap Ling.
Ailee tidak menjawabnya. Dia hanya diam, berusaha mengatur perasaan dan tubuhnya agar tidak berekasi berlebihan. Dia tahu Kalingga memiliki nafsu yang sangat besar. Bahkan dia sangat ingin melakukan hal itu sepertinya, Ailee memang hanya menduganya. Namun Ailee yakin jika Kalingga memang benar benar menginginkannya.
"Ailee, Ailee gak mau mancing n-naf-su kamu," ucap Ailee.
"Kenapa? Kita udah sama sama dewasa sayang. Bukannya hal wajar jika kita melakukan itu? Lo lihat, di sekolah kita banyak kok yang mojok buat having s*x. Gue sering lihat dengan gak sengaja, mereka seliar itu. Kita kapan?" Tanya Kalingga. Tangannya sudah selesai menarik resleting itu. Ailee bisa bernafas lega namun tidak berlangsung lama, karena Kalingga tidak melepaskannya. Pria itu memeluk pinggangnya dengan kedua tangannya. Sedangkan tangan Ailee berada di pundak pria itu.
"Jangan. Ailee harap kamu jangan berpikiran sampai sejauh itu, Ailee tahu kamu punya nafsu yang sangat besar. Ailee harap kamu bisa mengendalikan nafsu kamu," ucap Ailee.
__ADS_1
"Why? Bukannya kita dikasih nafsu, rasa suka juga hasrat? Kenapa gue gak bisa menyalurkannya?" Tanya Ling.
Ailee tersenyum kecil, pria ini memang lebih tua darinya tapi itu semua tidak bisa dijadikan tolak ukur kedewasaannya.
"Sayang, jangan pernah mau melakukan itu jika hanya karena dorongan dari nafsu. Memang iya, zaman sekarang banyak sekali remaja remaja kayak kita yang bermain terlalu jauh. Mereka melakukan itu sama sama mau kebanyakannya, tapi apa mereka akan bahagia setelah itu? Belum tentu. Mereka di dorong nafsu masing masing untuk melakukan itu," ucap Ailee.
Kalingga terdiam, sengaja karena dia ingin mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh wanita yang berada di depannya ini. Menatap Ailee apalagi menatap mata teduhnya itu selalu membuatnya damai dan tenang.
"Kamu sayang tante Ashel sama om Kavin kan?" Tanya Ailee. Kalingga menganggukan kepalanya.
"Kalo kamu sayang, harusnya kamu bisa menghindari sesuatu hal yang akan membuat kedua orang tua kamu kecewa sama kamu. Jangan sampai melakukan itu, jangan sia siakan perjuangan kedua orang tua kamu untuk membesarkan kamu sampai saat ini," ucap Ailee.
Benar juga, seharusnya Kalingga memikirkan apa yang akan terjadi nantinya jika dia sampai melakukan hal itu. Memang dia mampu untuk menyewa para wanita penghibur yang ada di club. Tapi dia tidak sanggup untuk melihat maminya kecewa karena sikap bodohnya.
"Thank you my sexy Lee," ucap Kalingga. Pria itu mencondongkan kepalanya dan mencium bibir yang sejak tadi berbicara untuk menyadarkannya.
Tbc.
Ini lingga nyari yang spek gimana lagi coba, Ailee aja udah secakep ini😔👍
Kemarin gak up, maapin. Sekarang up 2 bab. Ramein we, kok jd sepi🥹
__ADS_1