Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
216. Entah Solusi Atau Bukan


__ADS_3

***


"Maaf ma."


Dengan wajah tertunduk seolah merasa bersalah Vanesha mengucapkan kata kata maaf pada mamanya. Ayu sendiri cukup syok, dia sudah benar benar tidak bisa membantu anaknya lagi. Ia kira itu semua bukanlah video anaknya. Awalnya dia beranggapan jika video itu hanyalah video rekayasa. Yang dimana wajah wanita di video itu diubah sepenuhnya sehingga sangat mirip dengan Vanesha. Tapi ternyata...


"Kenapa kamu kirim kirim video gak jelas kayak gitu? Kamu pikir Kalingga akan tergoda?" Tanya Ayu.


"Kalo dia normal, dia pasti akan tergoda ma," ucap Vanesha.


"Mana buktinya? Kenapa dia gak sama sekali melirik ke arah kamu?" Tanya Ayu sinis.


"Dia-nya aja yang enggak tergoda sama aku. Dia malah sering melirik ke arah Ailee. Padahal apa cantiknya Ailee, jelek yang ada," ucap Vanesha.


"Mama gak ngerti lagi kamu mau apa, sampe sampe kamu kayak gitu ke Kalingga. Kalo emang kamu mau sama dia, caranya yang elit dikit. Rayu papa kamu supaya dia mau membuat perjodohan antara kamu dan Kalingga," ucap Ayu. Wanita itu berdiri meninggalkan anaknya sendirian di ruang keluarga. Jelas saja dia juga kecewa. Namun meskipun begitu, dia tetap menyayangi anaknya itu.


Sedangkan Vanesha terdiam mendengar ucapan mamanya. Ada benarnya juga, kenapa dia tidak mencobanya? Banting harga diri sudah. Dan jika sampai dia tidak mendapatkan Kalingga sama saja dia melakukan semuanya selama ini sia sia. Apalagi keluarga Natapraja sudah tahu video itu. Entah seperti apa nantinya sikap Vanesha ketika bertemu dengan kakek dan neneknya, yang tidak lain adalah Sarah dan Faraz. Dia tidak peduli.


"Bentar lagi pesta perayaan perusahaan kakek di Indonesia, kayaknya gue harus buat sesuatu disana. Yah, harus," ucap Vanesha tersenyum miring.


Entah gila karena cinta atau sudah benar benar buta dengan kebenaran dan kenyataan. Vanesha mungkin akan tetap menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Kalingga. Entah itu cara halus atau tidak. Yang jelas dia hanya menginginkan Kalingga seorang, tidak ada lagi.


***

__ADS_1


Sementara itu di restoran keluarga Ailee, semuanya masih berkumpul. Raut wajah Kalingga juga sudah seperti biasa, tidak separah tadi. Mungkin karena sudah mendapatkan amunisi dari kekasih, Ailee. Ailee sendiri juga tetap tertawa terbahak bahak dengan Briella. Entah apa yang mereka bahas, yang jelas itu hal yang menurut keduanya sangat lucu. Ailee memang selalu apa adanya, dia tidak pernah jaga image meskipun itu di depan Kalingga sekali pun. Ailee selalu tampil apa adanya, tanpa dibuat buat.


Sedangkan Kavin dan Ashel sebenarnya sudah saling melirik, mereka juga melihat pesan di grup keluarga. Namun sepertinya ketiga anaknya belum melihatnya. Buktinya mereka masih sibuk dengan dunia mereka sendiri.


Kairav, Ailee dan Briella saling berbicara dan bertukar kisah. Entah kisah masa lalu atau pun cerita di masa sekarang yang sudah mereka lewati. Sedangkan Kalingga hanya menyimak sembari menikmati permainan di tangan Ailee. Iya, sejak tadi pria itu memainkan tangan Ailee. Entah menghitungnya, membuat gambar abstrak sampai menggigiti kecil kuku Ailee.


Ailee sudah melarangnya, namun Kalingga tidak mendengarnya. Dia tetap melakukan hal yang dia ingin lakukan. Peduli apa dia dengan kata jijik, yang penting itu tangan kekasihnya. Kalingga percaya jika Ailee orang yang bersih, tidak jorok juga. Jadi untuk apa jijik.


"Sumpah sih, dulu gue ngakak banget waktu kita ada ujian praktek penjas yang disuruh renang itu loh. Lo inget, bang Kai kelelep gak etis banget anjir," ucap Briella terkikik sembari memegangi perutnya yang terasa sakit karena terus tertawa ngakak.


"Bener, mana mukanya belagu banget lagi. Udah tahu disana ada larangan. Kolam yang dia cemplungin khusus perenang aja. Lah dia dengan entengnya nyemplung gitu aja," ucap Ailee. Gadis ini juga ikut terkikik geli ketika mengingatnya.


Saat itu memang mereka sedang melakukan ujian praktek penjas. Dan yang diujiankan dan paling wajib adalah berenang. Masa masa SMP memang cukup indah untuk dikenang. Namun hanya yang indahnya saja, tidak yang buruknya.


"Ya gimana, gue kan niatnya mau tebar pesona. Waktu itu kan banyak kakel cakep yang berenang juga," ucap Kairav.


Diantara Ailee dan Kalingga, Briella lah yang dulu tertawa terpingkal pingkal sampai dia mengompol tak tertahan. Untungnya dia langsung pergi ke kamar mandi. Saking dia tidak tahannya melihat abangnya yang meminta tolong di dalam air dengan keadaan tubuh abangnya sudah setengah mengambang, sebab dia sudah kehabisan nafas.


"Tahu lo, harusnya lo sebagai adek itu sigap bantuin gue. Lah elo, pertolongan pertama bukan kasih gue bantuan malah ngakak gak jelas. Lo berdua juga, Ailee ikutan ngakak sedangkan Kalingga malah anteng aja anjir diem seolah gue gak kenapa napa. Buangsat kalian semua," ucap Kairav kesal sembari memasukan potongan kentang goreng ke dalam mulutnya.


"Ashh,,hh sakit Ling," ucap Ailee tiba tiba saat Kalingga dengan sengaja menggigit jari Ailee. Cukup keras sampai jari gadis itu memerah.


"E buset, jari orang itu kak. Ngapa lo gigit kayak daging ayam aja," ucap Briella.

__ADS_1


Kalingga hanya diam dengan tatapan yang sulit diartikan tengah menatap Ailee. Sejak tadi tatapan pria ini memang tidak lepas dari Ailee. Dress cocktail berwarna hitam yang membentuk tubuhnya benar benar membuat Kalingga salah tingkah sendiri. Sangat terlihat cantik sekali. Kalingga bahkan tidak bisa melirik ke arah lain. Entah kenapa ada mahluk secantik ini.


Sepertinya tuhan sedang dalam suasana hati yang baik saat menciptakan Ailee, sampai ciptaannya ini benar benar sangat indah sekaligus cantik. Kalingga benar benar tidak berbohong. Sekarang matanya sudah terbuka lebar. Dia bisa melihat kecantikan Ailee.


"Kalian pulang sama mami papi, gue pulang sama Ailee. Gue duluan," ucap Kalingga tiba tiba.


"Emang gak boleh nebeng?" Tanya Briella.


"Lo mau duduk dimana dek? Stir mobil? Kalingga kan bawa lambor bukan mobil biasanya," ucap Kairav.


"Ya bener juga, tempat duduknya cuma dua. Gak jadi deh," ucap Briella.


Kalingga hanya menggelengkan kepalanya sembari menjitak pelan kepala adiknya. Cantik sih, namun sedikit somplak. Untungnya dia sayang.


"Anj- kdrt mulu lo," rutuk Briella.


"Mulut lo," ucap Kalingga.


"Hehe," ucap Briella cengengesan. Dia memang suka kelepasan pada kakaknya itu. Kalingga tidak menanggapinya lagi, pria itu berjalan mendekat ke meja kedua orang tuanya serta orang tua Ailee lalu pamitan untuk pulang berdua.


Kedua belah pihak orang tua hanya mengiyakan saja. Toh mereka juga akan pulang.


Tbc.

__ADS_1


Semenjak tahu peraturan NT yang baru, mood nulis seketika nurun drastis. Tp demi fans Mr. Ling dan pembaca setia, aku akan tetap up. Ramein guys, kalo gak ada kalian, mungkin dari tahun lalu aku udah nyerah. Sayang kalian🖤


Sibis.


__ADS_2