Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
219. Atmajaya Fox


__ADS_3

***


Tampil cantik dengan dress motif dress renda berwarna putih, rambut di kepang serta kaca mata hitam yang bertengger sejak tadi diatas hidung mancungnya. Tentu saja banyak pasang mata yang melirik ke arahnya. Apalagi di depan dan belakangnya masing masing ada dua orang bodyguard yang menjaga. Dia adalah Ailee Fox.


Sebenarnya Ailee tidak mau di kawal seperti ini, tapi mau bagaimana lagi. Perintah papinya adalah mutlak dan tidak bisa dilarang lagi. Perintah papinya harus dia terima dan turuti. Selain itu juga, ini semua demi keamanan dan keselamatannya. Oke, Ailee menerimanya. Meskipun sebenarnya dia malu, sebab begitu banyak bodyguard yang menjaganya. Jika dibilang demi keamanan, memangnya perusahaan ini berbahaya? Jelas saja tidak. Tapi ini semua demi jaga jaga. Ingat.


Ailee sudah bertukar pesan dengan Kalingga sejak pagi tadi. Kalingga terus mengatakan padanya jika Ailee harus ikut dengannya, memakai jet pribadi om Kavin. Kalingga juga sudah mengatakan dia siap menjemput Ailee dan membawanya ke bandara, namun Ailee menolaknya.


Perusahaan papinya memiliki tanah lapang yang luas. Yang sengaja dibangun untuk pendaratan dan penerbangan pesawat atau pun helikopter. Tadinya Ailee ingin naik heli saja, namun disana hanya muat dua orang saja. Yang sama sekali tidak memungkinkan dia berangkat dengan kedua orang tuanya.


Ailee setengah berlari saat melihat kedua orang tuanya tengah berdiri menunggu di dekat tangga masuk pesawat. Disana tidak hanya ada kedua orang tuanya saja, melainkan ada Alvaro juga Petter. Iyap, Ailee masih mengingat nama teman kakak sepupunya.


"Hai," sapa Alvaro.


Ailee tersenyum, "Hai kak, hai." Sapanya pada Alvaro dan Petter.


"Dear, kamu sudah mengenal Petter?" Tanya Alex.


"Brix pernah bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu. Sudah lama juga sih," ucap Ailee.


"Dia sudah mengenal Petter sekitar beberapa bulan yang lalu om. Tidak terlalu mengenal sih, hanya pernah bertemu saja," ucap Petter.


Alex tersenyum dan mengangguk paham.


"Jadi kapan punya waktu luang? Sudah lama kamu tidak ada waktu untuk menemani kakak. Jalan jalan, jajan, shopping. Kakak merindukannya," ucap Alvaro.


"Gak salah kakak nanya gitu? Bukannya selama ini kakak yang sibuk?" Tanya Ailee.


Alvaro terkekeh pelan, gadis kecil di depannya ini sudah pandai membalikan kata kata. Ternyata dia sudah besar.


"Kakak ada waktu, tapi kakak enggan mengganggu waktu kamu dengan pacar kamu," ucap Alvaro.


"Yah, aku sudah punya pacar. Dan aku selalu ikut dengannya," ucap Ailee. Gadis itu pun berlalu begitu saja naik ke atas pesawat.


"KAKAK AKAN MENYUSUL, JANJI UNTUK MAKAN MALAM DENGAN KAKAK NANTI," teriak Alvaro.


Ailee mendengarnya dan hanya mengacungkan jempolnya saja. Dia memang sengaja naik, malas meladeni ucapan Alvaro. Selebihnya dia ingin tidur. Sebab semalaman dia tidak tidur. Ada sedikit pekerjaan, jadi dia harus lembur.

__ADS_1


"Om dan tante serta Brixy berangkat dulu," pamit Alex.


"Iya om, hati hati," ucap Alvaro. Sedangkan Petter hanya tersenyum tipis.


Alex dan Cya pun ikut naik ke dalam pesawat, menyusul putri kesayangan mereka. Meninggalkan Alvaro dan Petter yang mengantar mereka tadi. Penerbangan akan segera dilakukan, jadi Cya dan Alex harus segera masuk. Selain itu mereka berdua juga butuh istirahat, sama sepeti Ailee.


***


Beberapa belas jam berlalu, penerbangan pun akhirnya dilewati dengan selamat. Cukup lama berada di udara, sampai rasanya membuat seperti tidak menapak lagi di atas tanah.


Senyum cerah terbit di bibirnya saat melihat orang yang paling ia sayangi sudah menunggunya tak jauh dari sana. Ailee lantas berlari ke arah sosok yang sangat ia rindukan. Dia adalah Atmajaya Fox, kakek Ailee. Rasanya sudah cukup lama juga Ailee tidak bertemu dengan beliau secara langsung. Rindu tentu saja, tidak perlu ditanya lagi. Ailee benar benar sangat merindukan kakeknya itu.


"GRANDDD!!!" Teriak Ailee. Gadis itu lantas berlari ke arah pria paruh baya yang sedang tersenyum ke arahnya. Atma, sapaan akrabnya juga langsung membuka kedua tangannya saat cucu kesayangannya itu berlari ke arahnya. Kedunnya berpelukan, saling melepas rindu satu sama lain.


Jika boleh jujur, rasanya sangat berbeda ketika memeluk kakek dan papinya. Saat memeluk papinya, Ailee merasa biasa saja. Dia hanya merasakan sedikit kebahagiaan. Berbeda ketika ia memeluk kakeknya. Rasa rindu, nyaman, terlindungi dan yang lainnya langsung ia rasakan. Maka dari itu, Ailee lebih senang dekat dengan kakeknya.


"How are you beautiful girl?" Tanya Atma.


"Im fine grandpa. And you?" Tanya Ailee.


"Seperti yang kamu lihat. Grand baik baik saja," ucap Atma.


"Me too. Maafkan grandpa yang selama beberapa bulan ini tidak menjenguk kamu," ucap Atma.


"Gak papa grandpa, Brix tahu grandpa juga sibuk. Apalagi grand sudah tua, seharusnya Brix yang menemui grand. Bukan sebaliknya," ucap Ailee.


"Ya, ya, grand memang sudah tua. Dan seharusnya Grand sudah melihat cicit bukan?" Tanya Atma.


"Oh ayolah, Brix masih muda. Bahkan sangat sangat muda untuk cepat cepat menikah dan mempunyai anak," ucap Ailee.


Atma terkekeh dan mengelus pelan kepala cucu kesayangannya ini. "Bagaimana perjalanan kamu? Jet lag?"


"Tidak, hanya saja sedikit aneh saja. Brix sudah lama tidak naik pesawat," ucap Ailee.


"Pah," sapa Alex juga Cya. Keduanya menjabat tangan Atma lalu memeluknya. Cya dan Alex turun terlambat sebab tadi mereka tertidur cukup pulas. Sampai sampai mereka tidak sadar jika mereka sudah sampai di Indonesia.


"Bagaimana kabar kalian?" Tanya Atma.

__ADS_1


"Selalu sibuk sampai aku tidak memiliki waktu dengan putri ku," ucap Alex.


"Yah, mau bagaimana lagi. Kami benar benar tidak bisa meninggalkan pekerjaan kami, apalagi Brixy akan segera bergabung di perusahaan," ucap Cya menambahkan.


"Wait, sejak kapan Brix setuju?" Tanya Ailee.


"Setuju atau tidak kamu harus mau sayang. Kamu anak satu satunya keluarga Fox. Artinya hanya kamu yang akan meneruskan serta mewarisi seluruh aset dan harga keluarga Fox," ucap Alex.


"Oke, sudah sudah. Sekarang kita pulang dulu ke rumah. Grand yakin kalau kamu merindukan ayam goreng buatan grand bukan?" Tanya Atma.


Mata Ailee berbinar dan langsung bersemangat. Yah, ayam goreng buatan kakeknya itu memang paling juara. Apalagi jika ditambahkan dengan nasi putih hangat yang dimasak memakai santan. Membayangkannya saja sudah mampu membuat air liur Ailee seakan akan menetes.


"Ayo pulang," ucap Ailee semangat.


"Sepertinya ada yang sudah tidak sabar. Ya sudah, ayo pulang," ucap Alex.


"Kalian berdua pakai mobil yang belakang, biar aku bersama cucu ku di mobil depan. Aku yakin Alex tidak akan sanggup menyetir," ucap Atma.


"Kau memang yang terbaik pah. Terimakasih," ucap Alex.


Tbc.


Guys, menurut kalian yang cocok jadi visual Ailee yg mana? Bantu pilih ya



Dasha





Asa


__ADS_1



TAPI ZUZUR AUTHOR LEBIH LOP SAMA DASHA, SOALNYA COCOK SAMA VISUAL KALINGGA.


__ADS_2