Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
18. Rumah Sakit


__ADS_3

sepi banget☹️


***


Malam harinya, Ailee sudah membuka matanya. Briella dan Kairav juga masih berada disana begitu pun dengan Ashel, sedangkan Kavin harus pergi karena ada urusan mendadak. Ailee sudah berbicara seperti biasanya meskipun dengan keadaan lemas. Ia tetap menimpali ucapan Kairav dan Briella. Sementara Ashel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga anak remaja itu.


Prioritas untuk sebagian orang tua, mungkin mereka akan bicara tentang keluarga mereka. Banyak yang bilang keluarga adalah segalanya, keluarga adalah alasan seseorang berjuang dan bertahan hidup. Namun tidak sedikit juga yang menganggap keluarga bukanlah prioritas mereka. Sama halnya dengan kedua orang tua Ailee.


Saat Ailee bangun, hanya ada Ashel dan Kavin saja yang disana. Bukan Alex atau pun Cya. Ailee sudah tidak aneh lagi, ia kira jika ia sakit kedua orang tuanya akan ada saat ia membuka matanya, nyatanya nihil. Mereka berdua justru tidak ada.


Seperti apa sih rasanya diperhatikan oleh seorang ibu dan ayah? Bahkan di saat sakit seperti ini, Ailee memang sangat haus akan kasih sayang kedua orang tuanya. Namun lagi lagi kenyataan menamparnya. Kenyataan dimana kedua orang tuanya hanya beralasan sibuk bekerja dan ada urusan penting. Ucapan itu seolah sudah menjadi makanan pokok untuk Ailee. Lama lama ia kenyanh dan muak dengan kata kata itu.


"Ya elah Lee, masa demam doang masuk rumah sakit sih? Lebay ah," ucap Kairav.


"Tahu, kejar kejar ka-Ling aja sekuat itu, istilah kata lo kerahin semua tenaga lo sampe demam aja masuk rumah sakit, epicc," ucap Briella.


"Diem deh. Pala gue puyeng ini, apalagi denger omongan kalian berdua. Nyindir kok depan orangnya, dibelakang orangnya dong. Kan zamannya sekarang gitu," ucap Ailee.


Kairav dan Briella tertawa ngakak mendengar ucapan Ailee. Ini alasan mereka senang sekali menggoda Ailee. Bukannya sakit hati, anak ini justru membalasnya dengan kata kata yang cukup membuat mental keduanya sering down. Namun tak berselang lama, mereka kembali berulah.


"Udah, udah hei. Udah malem gak boleh ketawa kenceng, pamali. Mendingan kalian berdua siap siap pulang, biar mami yang jaga Ailee disini. Besok kalian kesini lagi," ucap Ashel.


"No, tante. Ailee sendirian aja gak papa, lagian ada suster juga yang jaga Ailee disini. Toh tante Lupi juga disini kan?" Ucap Ailee.


"Tapi tante enggak tenang kalo gak jagain kamu," ucap Ashel.


"Biar Kai aja yang jaga mi. Nanti Kai bisa ditidur di sofa, Kai gak mau papi uring uringan gara gara mami disini. Ailee adik Kairav juga, udah seharusnya Kai jaga dia disini," ucap Kairav.


"Ya kalo ada bang-Kai, Briell juga disini aja mi. Sekalian sama Ailee," ucap Briella.

__ADS_1


"Gak. Yang ada lo bakalan ajak dia begadang dek. Mendingan pulang, besok kesini lagi buat gantian," ucap Kairav.


"Gak usah we, gue gak papa sendirian. Lagian udah jadi kebiasaan juga, gue cuma demam kali bukan patah tulang. Masa iya kudu di jaga, rumah sakit ini penjagaannya ketat loh," ucap Ailee.


"Apa yang dibilang Kairav benar, Bri pulang sama mami. Kamu gak pernah absen begadang kalo sama sahabat kamu itu. Dan Ailee, tante enggak ijinin kamu disini sendirian. Kamu disini ditemenin Kairav. Gak ada bantahan ya anak anak," ucap Ashel.


"Yah," keluh Briella karena akal bulusnya sudah terendus abangnya sendiri.


"Nggeh kanjeng mami. Nanti suruh Ling kesini juga mi," ucap Kairav.


"Dia kagak bakalan mau bang. Mending suruh Rixel aja deh, dia kan demen tuh sama Ailee," ucap Briella.


Rixel Arafi, adalah anak angkat dari Ardian dan Lupita. Mereka seumuran dengan si kembar. Rixel di adopsi saat berumur enam tahun. Alasan Lupi dan Ardian mengadopsi mereka karena Ardian tidak rela Lupi lebih perhatian pada darah daging mereka sendiri. Jadi lebih baik mereka mengadopsi anak saja. Sesuai kemauan Lupi.


"Oke nanti mami coba suruh Ling siapa tahu dia mau, kalo Rixel udah on the way kesini katanya. Biar rame juga kalian disini," ucap Ashel.


"Kalo gitu gue pergi dulu ya Lee, ti ati sama Rixel. Dia demen sama lo soalnya, gue lebih setuju lo sama kakak gue. Awas aja lo suka Rixel," ucap Briella.


"Ling tetap di hati," ucap Ailee.


Ashel terkekeh mendengar ucapan Ailee. Pesona seorang Kalingga dan Kairav memang tidak pernah main main. Bedanya Lingga super irit bicara dan selalu bersikap acuh dan dingin sedangkan Kairav kebalikannya. Dia pecicilan, sama seperti Rafello, pamannya.


"Tante pulang dulu ya? Besok tante kesini lagi," ucap Ashel. Ia mengecup pelan kening Ailee. Ailee sudah seperti anaknya sendiri. Apalagi Ashel melihat mereka pertumbuhan Ailee dan anak anaknya.


"Iya tante. Makasih banyak, jangan hubungin mama sama papi lagi. Kalo mereka peduli sama Ailee, tanpa terus di hubungi pun mereka akan kesini dengan sendirinya. Hati hati di jalan," ucap Ailee. Ashel mengangguk pelan.


"Besok gue kesini sekalian bawain lo baju ganti deh. Mau di bawain apa?" Tanya Briella.


"Kalingga aja udah cukup," ucap Ailee.

__ADS_1


"Yee, mabok gue lama lama denger nama kakak gue yang di gila-gila'i sama lo," ucap Briella membuat Ailee terkekeh.


Ashel dan Briella pun pergi dari ruangan Ailee karena di depan lobby sudah ada supir yang menunggu mereka. Kini tersisa Kairav dan Ailee saja.


"Lee, lo gak laper gitu? Kan lo makan dikit tadi," ucap Kai.


"Gue makan banyak kalo Kalingga yang nyuapin," ucap Ailee.


Kairav menghela nafasnya. Sepertinya Ailee sudah bucin tol*l pada adiknya itu. Saat akan berbicara lagi, tiba tiba ponselnya berbunyi.


"Ck, nyusahin amat si Rixel," ucap Kairav.


"Kenapa?"


"Masa mobilnya mogok katanya. Dia suruh gue jemput kesana. Kan pe'a," ucap Kai.


"Ya udah kesana aja. Gue gak papa kok Kai, nitip bubur juga dari luar. Bubur disini anyep rasanya," ucap Ailee.


"Beneran gak papa?" Tanya Kai.


"Enggak. Gue gak sakit parah ya anjir, lo gak usah berlebihan kayak gitu, entar suka sama gue. Kan gue gak mau," ucap Ailee.


"Dih, kepedean jadi manusia. Gue pergi dulu," ucap Kai. Ailee hanya mengangguk sekilas.


Sepeninggal Kai, kini hanya Ailee seorang di ruangan vvip yang sunyi itu. Tidak ada suara apapun selain suara mesin mesin yang ada di ruangan Ailee.


"Kebelet lagi ah, lagi mager juga," ucap Ailee. Dengan terpaksa ia pun bangun dari atas brankar dan mendorong kabel infusannya menuju ke kamar mandi. Saat bangun, kepalanya mendadak pusing. Namun tidak ada pilihan lain dari pada ia menahan pipisnya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2