Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
11. Bersama Kalingga


__ADS_3

***


Selepas ke gap akan pulang tadi, Ailee langsung mandi dan berganti baju menggunakan baju yang dikirimkan Magi. Ailee memutuskan untuk tidur saja menyusul Briella ke alam mimpi.


Merebahkan tubuhnya disamping Briella. Ailee memeluk guling. Hal yang selalu ia lakukan ketika akan tidur. Ailee membelakangi Briella karena tidur menyamping. Saat ia memejamkan matanya, ingatannya kembali pada kejadian tadi dimana Ling menciumnya dengan cukup brutal bahkan tangan pria itu merem*s miliknya. Bahkan Ailee masih merasakan salah satu squishy-nya sakit karena ulah Kalingga.


Aneh sekali, bukannya pria itu sangat tidak menyukainya? Tapi kenapa Kalingga malah menciumnya? Bahkan setelah menciumnya Kalingga mengatakan jika dirinya itu murahan. Lah, yang mencium dia duluan kan Kalingga lalu kenapa Kalingga mengatakan jika dirinya murahan? Kan seharusnya yang murahan itu dia kan? Kan karena dja yang sudah menciumnya duluan.


Tak mau ambil pusing, Ailee pun kembali tidur. Lebih baik melupakan kejadian tadi dan tidur saja. Lebih nikmat tidur dari pada memikirkan kejadian tadi. Yang ada dirinya akan gila karena terus kesenangan. Iya, Ailee senang karena ciuman petamanya diambil oleh orang yang ia sukai dan juga ia sayangi.


"Maafin Ailee ya calon suami di masa depan. Bibir Ailee udah diperawanin sama si kutub mulut pedas itu. Bibir Ailee udah enggak ori, tapi bibir kamu harus ori. Maaf egois dikit," gumam Ailee. Tak berselang lama, gadis itu pun terlelap.


***


Sekitar pukul tujuh malam, Ailee dan Briella sudah bangun. Mereka sedang bersiap untuk keluar rumah. Sebenarnya yang bersiap Briella, gadis itu baru selesai mandi dan saat ini sedang bersiap. Ailee sendiri memilih rebahan di kasur Briella. Sejak tadi ia mengguling gulingkan tubuhnya. Bosan mulai menghinggapinya saat Briella berdandan lama.


"Bri, cepetan nama. Lama amat deh," ucap Ailee.


"Cantik itu harus," ucap Briella.


"Lah ilah, pantesan lama lo pake curly rambut," ucap Ailee dengan emot menangis.


"Iye gue curly rambut biar kece. Kan siapa tahu ketemu jodoh di tempat nongki," ucap Briella.


"Suka suka lo deh. Udah ayo ah, lama banget," ucap Ailee. Ia pun turun dari atas kasur dan berjalan keluar kamar diikuti Briella.


Ailee nampak biasa saja dengan sweater dan celana legging. Berbeda dengan Briella, gadis itu memakai celana levis dan kemeja. Bahkan rambutnya di curly.


"Widih, cewek. Mau kemana nih?" Tanya Kairav.


"Lupa mulu lo bang. Kan elo yang ngajakin nongki," ucap Briella.

__ADS_1


"Oh, iye. Hehe," ucap Kairav cengengesan.


"Jadi kalian mau makan diluar?" Tanya Ashel.


"Iya tan. Sekalian soalnya, kalo jajan doang kan enggak kenyang," ucap Ailee.


"Oke kalo gitu. Hati hati ya kalian," ucap Ashel.


"Oke mii," ucap Briella.


Mereka bertiga pun pergi menuju ke garasi rumah. Briella akan berangkat dengan Kairav sedangkan Ailee sendirian. Namun tiba tiba Ashel kembali berteriak meminta mereka jangan berangkat dulu.


"Mami kenapa sih astaga, ini udah mau gue gas juga," gerutu Kairav.


"Sabar bang," ucap Briella.


Tak berselang lama, munculah Ashel dan Kavin beserta Kalingga.


"Emang Ling nya mau tan? Dia kan paling anti bawa Ailee. Ailee sih ayo ayo aja," ucap Ailee.


"Dia mau kalo di ancem papinya. Udah sana Ling, hati hati bawa Ailee nya," ucap Ashel girang. Sementara Briella dan Kairav tersenyum. Akhirnya Ling mau membawa Briella juga dalam satu motor.


Ling dengan malas melangkahkan kakinya turun. Jika saja Kavin tidak mengancamnya, malam ini ia sudah pasti ngebo tenang.


"Gue yang bawa," ucap Ling. Ailee tersenyum lebar dan turun dari sana.


Sebelum pergi, Ailee dan Briella melambaikan tangannya. Mereka berempat pun pergi dari area garasi mansion Kavinder dengan Ling yang membawa Ailee di jok belakangnya.


"Makasih yaa," ucap Ashel.


"Jatah," ucap Kavin. Singkat, padat dan jelas.

__ADS_1


"Yaudah ayo ke kamar. Masa disini," ucap Ashel. Kavin tersenyum dan menggendong bridal istrinya menuju ke kamar mereka. Mumpung anak anaknya pergi juga, dia bisa main sepuasnya.


Sementara di jalan raya, Kairav berada di paling depan dengan Briella dan di belakang mereka ada Kalinggad dan Ailee. Mereka mengendarai motor dengan santai. Karena jalanan masih basah dan licin.


Sejak tadi senyum di wajah Ailee terus mengembang. Senang sekali rasanya karena ia dibonceng oleh Kalingga. Selama ini Kalingga selalu menolak untuk membawanya, tapi dengan bantuan tante Ashel dan om Kavin, ternyata Kalingga mau juga.


"Ling, Ailee peluk ya?" Teriak Ailee. Namun Ling tidak menjawabnya. Ia mendengarnya namun malas dengan gadis cerewet ini.


"Ling diam aja berarti Ling mau," ucap Ailee. Ia pun memajukan kedua tangannya dan memeluk Ling. Ailee menghirup dalam dalam aroma tubuh Ling yang sangat ia sukai. Ling selalu wangi, bahkan ketika tidak sedekat ini saja, Ailee selalu mencium baunya.


"LEPAS ATAU GUE BANTING STIR BIAR JATOH?" ancam Ling dengan nada tinggi.


"Banting aja, lagian Ailee udah bosen idup. Di rumah gak ada mama sama papi. Ling juga susah banget buat dijadiin pacar sama Ailee," gumam Ailee.


"JANGAN NGADI NGADI. AKU LAPORIN OM KAVIN TAHU RASA," ucap Ailee tak kalah mengancam.


Ling berdecak kesal. Kenapa juga dia harus terlibat dengan gadis menyebalkan ini?!!


"CUKUP KALI INI AJA LO MELUK GUE. SETELAH INI GUE PASTIIN LO GAK BAKALAN MELUK MELUK GUE LAGI," ucap Kalingga.


"CUMA WAKTU YANG BISA JAWABNYA," ucap Ailee.


Benar bukan? Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya. Entah sampai kapan Ailee akan berjuang sendirian, cinta sendirian. Apa apa selalu sendirian. Padahal di dunia ini banyak sekali orang. Tapi kenapa ia selalu sendirian?


Sebenarnya, jika ditanya lelah atau tidak mengejar Ling, jawaban Ailee tentu saja lelah. Namun Ailee tidak mau menyerah selagi ia belum menyerah pada pilihannya. Ia memilih untuk mengejar Ling meskipun Ling tidak pernah menganggapnya, bahkan terkadang Ling selalu membuatnya sakit hati dengan kata katanya. Namun untuk saat ini Ailee masih bisa tahan. Entah di kemudian hari, namun yang pasti ia mencintai Ling lebih dari dirinya sendiri.


Ternyata cinta sendirian itu melelahkan. Disini, hanya Ailee yang berjuang untuk meraih Ling. Sedangkan Ling tidak pernah melakukan hal yang sama. Untungnya Ailee memiliki stok sabar yang cukup banyak sehingga ia masih mampu menghadapi sikap kutub Ling juga mulut pedasnya.


Motor yang ditunggangi mereka berhenti di salah satu tempat. Disana seperti ada foodtruck.


"Ailee," teriak seseorang saat Ailee turun.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2