Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
279. Chaos Seketika


__ADS_3

***


Rasanya seluruh dunia saat itu terhenti begitu saja saat kedua matanya melihat sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Langkah kaki yang digerakan secara cepat untuk menuju ke depan sana terasa sangat sulit sekali, padahal sudah berlari begitu kencangnya. Kepulan asap beserta pecahan kaca beterbangan ke berbagai arah. Pun dengan semua orang yang berda di ruangan itu ikut berlarian ke sembarang arah, mencari tempat yang aman. Keadaan yang semula baik baik saja kini berubah menjadi kacau.


“MAMA! PAPI!,”


Teriakan yang diucapkan sangatlah kencang. Bahkan Ailee tidak peduli dengan serpihan kaca lampu yang sejak tadi sudah menggores beberapa anggota tubuhnya. Yang ia pedulikan hanya kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya tidak menyaut saat ia panggil. Mungkin saja tidak kedengaran karena keadaan di dalam ballrom hotel ini cukup kacau. Jeritan, teriakan, ditambah dengan bunyi sirine pertanda bahaya pun bersuara.


Langkah kaki Ailee sudah semakin dekat, namun belum sempat dia beregrak semakin dekat, tangannya lebih dulu ditarik oleh seseorang di belakangnya. Pelakunya bukanlah Kalingga, namun Kairav. Pria itu kebetulan berada dekat dengan Ailee saat gadis ini berlari ke arah lampu yang jatuh. Karena itu sangat membahayakan jadi Kairav menyusul Ailee saat tidak melihat Kalingga di belakangnya.


“BAHAYA AILEE, LO GILA?!!” Tanya Kairav.


“LEPAS KAI, ORANG TUA GUE DISANA.” Teriak Ailee. Wajah cantiknya kini sudah dihiasi dengan darah yang keluar akibat percikan kaca lampu yang mengenai wajahnya, tidak terlalu parah, namun tetap saja beresiko.


“BAHAYA AILEE,” ucap Kairav. Dengan paksaan pria itu menarik kengan Ailee bahkan memangku tubuh gadis itu agar menurut padanya untuk menjauh dari sana. Selain percikan kaca disana juga sudah mulai muncul percikan api yang keluar dari dalam lampu yang saling bertabrakan.


Kairav dengan susah payah membawa Ailee menjauh dari area yang cukup berbahaya itu. Di ruangan lain yang cukup jauh dari area kejadian lampu jatuh, Kalingga dan keluarganya sedang berdiam diri. Semuanya baru saja berkumpul disana disusul oleh Kairav dan Ailee.


Kalingga tentu saja terkejut. Pria itu langsung mendekat ke arah kakaknya dan kekasihnya. Denga cepat Kalingga memeluk Ailee. Di dalam pelukan Kalingga, Ailee menangis histeris sembari terus memanggil kedua orang tuanya. Ailee juga melakukan perlawanan agar Kalingga melepsaskan tubuhnya. Namun Kalingga tidak melepaskannya. Jangankan melepaskan, melonggarkan pelukannya pun tidak.


“Ailee kenapa bang?” Tanya Ashel.


“Orang tuanya ada di lantai dansa. Aku kesana dulu buat cek, kamu sama yang lainnya keluar dari sini,” ucap Kavin saat pria itu baru sampai disana membawa kedua mertuanya.


“Hati hati mas,” ucap Ashel. Kavin mengangguk dan langsung kembali ke arah dalam menuju ke area lantai dansa. Sementra itu Ashel mencoba menenangkan Ailee yang sejak tadi memberontak meminta dilepaskan. Sebagian keluarga sudah mulai keluar gedung ini. Demi keselamatan.

__ADS_1


Ailee sejak tadi sudah berusaha untuk melepaskan dirinya dari Kalingga, dia benar benar tidak bisa diam begitu saja saat tidak ada kabar dari kedua orang tuanya. Ailee yakin kedua orang tuanya masih di dalam. Namun entah dalam keadaan seperti apa. Semoga saja keduanya selamat.


"Tenang, aku mohon," ucap Kalingga.


"Om sama tante pasti baik baik aja. Aku mohon Ail, jangan kayak gini," ucap Kalingga.


"Kalingga benar Ail, biarkan om Kavin yang masuk mengecek. Tante gak akan ijinin kamu kesana," ucap Ashel.


"Tapi mama sama papi masih disana," ucap Ailee pelan.


"Mereka pasti akan segera keluar," ucap Ashel. Wanita itu menarik Ailee dan memeluk gadis itu. Tubuh gadis ini sangat dingin sekali, mungkin karena mereka berada di luar ruangan ditambah dress yang dipakai oleh Ailee juga memiliki potongan spaghetti dibagian atasnya.


Beberapa menit berlalu, Kavin keluar dari dalam gedung tersebut. Jas mahalnya kini sudah terkena debu. Bahkan wajahnya juga sedikit terkena debu sampai membuatnya cemong.


"Kamu ikut om sekarang," ucap Kavin.


"Mama gak papa kan? Papi juga?" Tanya Ailee.


"Mereka akan baik baik saja. Ayo," ucap Kavin.


Pria itu menuntun Ailee diikuti oleh istri dan ketiga anaknya. Mereka tengah berjalan menuju ke mobil. Ailee sempat bertanya mereka akan kemana namun Kavin memilih bungkam.


***


Entah harus bagaimana menghadapi ini semua. Kenyataan yang baru saja Ailee bayangkan dan takutkan terjadi, benar benar terjadi. Sekitar beberapa menit dari gedung tadi Ailee dibawa ke sebuah rumah sakit. Saat sampai di depan lobby rumah sakit, kakinya sudah benar benar sangat lemas. Sampai akhirnya dia berakhir di sebuah ruangan bertuliskan UGD.

__ADS_1


Lampu diatas pintu ruangab tersebut menyala dan berwarna merah. Ailee bukan orang yang bodoh, dia tahu arti warna lampu tersebut.


"Mama dan papi kamu terkena jatuhan lampu. Keadaannya langsung dibawa pihak rumah sakit tadi. Om tidak sempat melihat bagaidana keadaannya."


Perkataan om Kavin benar benar seperti sebuah busur tajam yang menghunus ke dalam dadanya. Sangat sesak sekali rasanya. Bahkan Ailee hanya mampu menahan tangisannya sendirian. Dia tidak menerima pundak atau pun pelukan siapa pun termasuk Kalingga, kekasihnya. Ailee memilih diam sendirian di depan pintu ruang UGD sembari berjongkok memeluk tubuhnya sendirian.


Ashel, Briella dan Kavin beserta Kairav hanya bisa diam saja. Mereka semua juga sangat syok dengan berita yang didengar hari ini. Sementara Kalingga dengan setia berdiri di belakang kekasihnya. Kalingga bukan tidak mau memeluk kekasihnya, namun Ailee yang menolaknya. Biasanya memang Kalingga memaksa, namun kali ini berbeda. Dia harus bisa mengerti kekasihnya.


Pintu ruangan masih belum terbuka. Tak lama, datanglah Atmajaya bersama dengan Moran.


"Brixy," panggil Atma.


Ailee menoleh sedikit. Hanya nampak bagian kaki saja, namun Ailee tahu siapa itu. Apalagi saat melihat ada tongkat di sebelah kakinya. Ailee lantas bangun dan berlari ke arah kakeknya. Tangisnya benar benar pecah seketika. Ailee menangis begitu kencang saat berada dalam pelukan sang kakek.


"Menangislah, tapi berjanji setelah itu kamu harus baik baik saja," ucap Atma pelan.


Ailee mendengarnya namun tidak menyahutinya. Sejak tadi dia terus menahan tangisnya, dia tidak berani menangis sekencang ini di pundak kekasihnya. Karena selama ini Ailee selalu menjadi sosok yang kuat ketika berhadapan dengan Kalingga, begitu pun dengan anggota keluarga Kavinder.


Kali pertama dalam hidup, Briella dan Kairav baru melihat sosok sekuat Ailee menangis tersedu sedu seperti itu. Mereka juga ikut menitikan air matanya. Tidak tega dengan sosok gadis itu.


Tak berselang lama, pandangan Ailee mendadak gelap dan tubuhnya terkulai lemas. Dengan sigap Kalingga menangkapnya.


Tbc.


Sedih amjay ngetiknya, entah ngefeel enggak ke kalian. Maaf ya jarang banget up, aku bener bener lagi sibuk sama real life😭😭✋️

__ADS_1


__ADS_2