
***
Kalingga tersenyum menatap Ailee yang sejak tadi memeluk tangannya. Mereka memang sudah dijemput oleh mobil keluarga Ailee, namun Kalingga meminta mereka untuk kembali. Kalingga sendiri yang akan mengantarnya. Namun saat akan mengendarai motornya, Ailee menolaknya. Dia sedang demam, dia tidak mau terkena angin malam. Yang ada nanti dia malah semakin sakit. Ailee tidak mau jika harus sampai ke rumah sakit.
Jadilah, Kalingga ikut bersama masuk ke dalam mobil yang menjemput Ailee. Untuk pulang nanti, Ailee sudah meminta bawahannya ini kembali mengantar pulang pacarnya.
Ailee memang sengaja melarang Kalingga untuk tidak bawa motor, karena dia ingin memeluk pria ini. Memang bisa memeluk Kalingga di motor juga, namun Ailee tidak mau kedinginan. Tubuhnya sedang tidak fit.
Sejak tadi, kedua tangan manusia berbeda jenis itu saling bertaut. Kalingga tidak lagi menolak kemauan Ailee, biasanya pria ini akan meminta Ailee menjauh. Tapi sekarang, pria ini dengan sendirinya meminta Ailee untuk memberikan rasa tulus dan cinta murninya. Ailee tentu saja mengiyakannya, ia sangat bahagia karena akhirnya cinta sendiriannya sudah berubah. Berubah karena Kalingga sudah menerimanya. Artinya kini bukan cinta sendirian, melainkan cinta kedua insan.
"Apa se-senang itu perasaan lo?" Tanya Ling.
"Sangat. Kamu gak tahu gimana sakitnya aku selama kamu belum mengatakan hal seperti tadi. Ternyata untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus rela sakit dulu. Gak keitung berapa kali Ailee nangis gara gara kamu. Yang paling parah waktu kamu bahas soal cewek kamu itu. Tahunya itu bohongan, Ailee bener bener menyesal sekali. Kenapa harus menangisi cewek kamu yang enggak berwujud itu," ucap Ailee panjang lebar.
Kalingga tersenyum dan menggerakan kepalanya. Mencari kenyamanan di atas kepala Ailee. Karena kepala gadis itu berada di pundaknya. Kalingga memang sengaja merendahkan duduknya agar Ailee bisa bersandar seperti itu. Tapi lama lama dia pegal juga. Untungnya sebentar lagi mereka akan sampai.
"Makanya jangan terlalu memikirkan apapun masalah itu. Harusnya masalah itu dihadapi, bukan di pikirkan sampai sampai bikin pala lo botak. Gue gak mau ya punya pacar kepala botak," ucap Ling.
Ailee mencebikan bibirnya, lagi lagi pria yang statusnya sekarang bukan teman lagi melainkan pacar, selalu saja membuatnya kesal dengan kata katanya ini. Untungnya Ailee sangat menyayanginya.
__ADS_1
Tak berselang lama, mereka pun sampai di depan rumah Ailee. Keduanya keluar dari dalam mobil setelah pintu mobil tersebut di bukakan oleh kedua bodyguard yang berjaga di depan.
"Kamu mau kemana?" Tanya Ailee saat Kalingga menarik tubuhnya masuk. Kalingga seketika menghentikan langkahnya saat mendengar suara Ailee.
"Waaaaaaaa," teriak Ailee terkejut. Bagaimana dia tidak terkejut, Kalingga tiba tiba memangkunya ala bridal dan membawanya ke dalam rumahnya.
"Ya gue sebagai cowok yang baik mau anterin lo sampe ke dalam kamar lo. Siapa tahu gue gak diijinin pulang kan? Jadi gue bisa sama lo," ucap Ling.
"Maunya kamu," ucap Ailee. Gadis itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Kalingga. Dia dengan senyum merekah terus menatap wajah tampan Kalingga.
Pria ini memang benar benar tampan sekali. Pantas saja selama ini banyak yang mendekatinya bahkan secara terang terangan selalu menyatakan perasaan mereka pada Kalingga. Untungnya Kalingga selalu menolak mereka. Tentunya dengan Ailee sebagai garda terdepannya. Dia akan selalu jadi tameng untuk menghalau bakteri bakteri yang berusaha merebut pria yang dia cintai.
"Gak puas puas kayaknya natap wajah gue ya? Gue tahu kok gue ganteng, tajir juga. Siapa yang enggak terpesona dengan gue? Bahkan banyak dari cewek cewek di sekolah setiap harinya deketin gue dan ngajak gue pacaran," ucap Kalingga
"Terus kalo gue jelek, lo udah gak mau sama gue lagi? Gitu?" Tanya Lingga. Pria itu mendorong pelan pintu kamar Ailee menggunakan kakinya setelah dibuka oleh Ailee.
Entah kenapa Ailee tidak melihat kemunculan Magi, biasanya wanita itu akan datang menyambutnya. Tapi sekarang ia tidak melihatnya sepanjang jalan dari depan ke kamarnya.
Kalingga dengan pelan dan perlahan menurunkan Ailee ke atas kasur. Dia ikut duduk di pinggiran kasur Ailee.
__ADS_1
"Tidur yang nyenyak, besok gak usah motor motoran sama Briella. Kesehatan lo lebih penting," ucap Ling.
"Gak bisa sayang, Ailee udah terlanjur janji. Lagian, Briella kan gak pernah diijinin belajar naik motor sendiri, jadi gak papa Ailee yang ajak dia," ucap Ailee.
"Mami sama papi sengaja, dulu katanya waktu kita masih kecil, Briella diajak naik sepeda sama yang namanya Bagas. Katanya dia dibawa jatuh sampe sampe tangannya baret. Gue juga pernah hampir gagal tumbuh tinggi karena orang yang sama, yaitu Bagas," ucap Kalingga.
Dulu, ia memang tidak pernah mengingat apapun tentang masa lalunya. Hanya saja beberapa tahun terakhir maminya mengatakan hal itu, sekedar menceritakan kisah mereka saat masih kecil.
"Bagas? Siapa?" Tanya Ailee.
"Omnya Vanesha. Dia adiknya tante Ayu, tapi udah bertahun tahun katanya ada di pengawasan papi lagi. Katanya kecelakaan yang dilakukan pada Briella waktu itu disebabkan oleh dia. Yang waktu itu lo selamatin," ucap Kalingga.
Ailee terkejut mendengarnya. Gila!! Jika saja waktu itu dia tidak menabrak pembatas jalan mungkin dia akan terlambat menyelamatkan Briella. Pembatas jalan itu bukanlah pembatas menuju jurang, melainkan menuju ke salah satu hutan lebat. Di bagian paling dalam Ailee menemukan sebuah rumah kecil yang sangat tua. Keberaniannya untuk menyelamatkan sahabatnya mampu mengalahkan ketakutannya.
Saat itu, Briella di sekap disana. Bahkan keadaan gadis itu sudah jauh dari kata baik. Kaki Briella sengaja di rendam di dalam air es. Sampai sampai kakinya lecet lecet. Jika saja waktu itu Ailee tidak menarik Briella, mungkin tubuh gadis itu akan terendam kiloan es batu berbentuk balok.
Namun setelah berhasil menarik Briella, Ailee malah dihadapkan pada beberapa orang pria yang harus ia hadapi. Untungnya dia menguasai ilmu karate dan taekwondo ajaran kakeknya. Dia berhasil melumpuhkan semua pria itu dan membawa Briella pergi. Ia bahkan meninggalkan motornya. Namun ternyata, rintangannya tidak berhenti disana. Saat memasuki jalan raya, ada sebuah sedan putih yang melaju sangat kencang. Ailee hanya sempat mendorong tubuh Briella ke pinggir jalan, sedangkan dia tertabrak. Tubuhnya terpental jauh, setelah itu dia tidak ingat apa apa lagi.
Kejadian kelam sekali. Bahkan Ailee sampai sedikit trauma setelah sadar dari koma beberapa harinya.
__ADS_1
"Makanya papi selalu melarang Briella karena permintaan mami. Keluarga gue berhutang besar sama lo," ucap Kalingga. Ailee mendekatkan tubuhnya dan memeluk Kalingga. Jika terbayang kisah itu, dia jadi ketakutan sendiri.
Tbc.