Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
111. Speechless


__ADS_3

***


Pagi pagi, Kalingga harus mandi besar. Baru kali ini lagi dia bermimpi seperti ini sampai kasurnya basah. Mau tak mau Kalingga harus mengganti spreinya. Untungnya basahnya tidak sampai kasur, jadi Kalingga hanya mengganti spreinya saja. Kalingga mengusap usap rambutnya yang basah dan berjalan menuju walk in closetnya untuk memakai baju seragam. Meskipun semalam dia mengatakan tidak akan sekolah dan memilih untuk tetap istirahat. Namun entah kenapa ia berubah pikiran. Ia ingin sekolah, biar nanti dia meminta Kairav untuk membawa mobil saja agar dia bisa nebeng.


Kalingga dengan cepat memakai seragam miliknya. Ia menyisir rambutnya juga memakai gel rambut agar rambutnya anti badai. Selesai memakai seragam dan menata rambut, Kalingga menyiapkan buku pelajarannya hari ini kemudian membawanya turun ke lantai satu. Sudah pukul tujuh pagi kurang. Ia harus cepat. Di luar kamar, Kalingga berpapasan dengan Kairav.


"Lah, kok lo udah pake seragam? Bukannya masih bed rest?" Tanya Kai.


"Enggak, bosen di rumah. Lo bawa mobil bang, sekalian jemput Ailee," ucap Ling. Pria itu berjalan lebih dulu. Kairav melongo mendengarnya. Kalingga memintanya untuk menjemput Ailee? Benar itu Kalingga? Ada apa dengan pria itu? Kenapa baru kali dia terlihat care pada Ailee?


"Woi tunggu," teriak Kairav. Pria itu mengejar adiknya dan berjalan bersampingan.


"Yakin jemput Ailee?" Tanya Kai.


"Yakin. Gue udah chat dia, setelah makan kita jemput dia," ucap Ling.


"Oke. Bagusnya lo jadian aja sama dia," ucap Kai. Pria itu langsung ngibrit lari karena takutnya Kalingga akan memelintirnya. Padahal Kalingga tidak akan melakukan hal itu, tubuhnya juga belum sembuh total dari luka luka yang dia dapat kemarin.


Mereka berjalan menuju ke meja makan. Disana sudah ada Kavin dan Ashel juga Briella. Di susul oleh Kairav dan Kalingga.


"Loh kak, kok udah pake seragam? Bukannya bed rest?" Tanya Briella.


"Udah gak papa. Lagian ketinggalan pelajaran, kita udah tingkat akhir," ucap Kalingga.


"Iya juga sih, tapi kan kakak belum bener bener sembuh. Kalo nambah parah gimana?" Tanya Briella.

__ADS_1


"Itu benar Lingga, kamu istirahat saja dulu. Jangan berangkat sekolah dulu," ucap Ashel.


"Enggak mi, Lingga gak papa," ucap Kalingga. Pria itu menarik kursi yang berada di sebelah papinya. Sejak kejadian kemarin, papinya belum berbicara lagi padanya. Sepertinya papinya masih marah padanya. Namun saat Kalingga akan menarik roti tawar, tiba tiba Kavin memberikan roti tawar yang sudah di olesi coklat. Memang hanya Kavin dan Kalingga saja yang selalu makan roti selai di pagi hari. Mereka berdua jarang sekali makan nasi.


"Makasih pi," ucap Ling.


"Hm," ucap Kavin.


Ashel tersenyum kecil melihatnya. Secuek apapun Kavin ketika sedang marah, dia pasti akan tetap perhatian pada anaknya itu. Apalagi Kalingga adalag copy-an Kavin. Berbeda dengan Kairav dan Briella yang jadi copy-an Ashel. Namun meskipun begitu, mereka tetap saling melengkapi.


Setelah selesai sarapan, mereka semua bersiap untuk pergi ke sekolah sedangkan Kavin ke kantor. Ashel sendiri hanya diam di rumah saja. Ia hanya menjadi ibu rumah tangga yang baik. Namun meskipun begitu, tidak jarang juga Ashel harus menghadiri meeting menggantikan ayah Adi.


"Beneran nih kita jemput Ailee?" Tanya Kairav. Pria itu sengaja memancing atensi semua orang.


"Lah, doi yang nyuruh bukan kemauan gue," ucap Kairav.


"Masa?" Tanya Briella memastikan.


"Iya."


Sedangkan Kalingga hanya diam saja. Ia tidak minat menanggapi. Di depan rumah, sudah ada dua mobil. Satu mobil untuk Kavin dan satu mobil untuk si kembar dengan tambahan Ailee.


"Kalian mau jemput Ailee dulu?" Tanya Ashel.


"Iya mi, kak Ling yang minta katanya," ucap Briella. Sedangkan Kalingga langsung menyosor menarik lembut tangan maminya dan menciumnya kemudian memeluk maminya.

__ADS_1


"Jagain calon mantu," ucap Ashel. Kalingga mengernyit namun tidak bertanya. Paling paling yang dimaksud adalah Ailee. Ashel tersenyum saat tidak ada jawaban dari Kalingga, wanita itu pun mengecup pelan kening anaknya. Begitu pun Kalingga. Ini memang sudah menjadi rutinitas si kembar pada maminya sebelum pergi. Sedangkan pada Kavin, Kai dan Ling hanya mencium tangan dan memeluk seperti pria. Briella sendiri sama saja. Terlebih dia anak cewek satu satunya.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil, Kairav menyetir dengan Briella di sampingnya. Sedangkan Kalingga duduk di kursi kedua. Ia memainkan ponselnya. Kairav melajukan mobilnya menuju ke rumah Ailee. Sesampainya disana, Ailee baru saja keluar rumah hendak masuk ke mobil.


"E buset besti gue keren banget," ucap Briella saat melihat tampilan Ailee. Gadis itu memang selalu necis sekali penampilannya. Lihatlah saat ini, dia memakai seragam dipadukan dengan jaket levis sobek sobek. Ia memakai kaos kaki hitam sepanjang lutut. Dipadukan dengan sepatu full hitam.


"Kok kalian kesini enggak ke sekolah?" Tanya Ailee.


"Jemput besti lah, masa iya besti gue baru keluar rumah sakit gak kita jemput. Ya gak bang," ucap Briella.


"Yoi coy, masuk Lee," ucap Kai.


"Oke," ucap Ailee. Gadis itu pun masuk ke dalam mobil yang dibawa Kairav. Ailee duduk di kursi kemudi.


"Kalian-," ucap Ailee menggantung saat melihat pria yang semalam ia mimpikan meng-unboxingnya ada disana juga. Ailee speechlees, ia benar benar syok sampai tidak bisa berkata kata.


"Jalan bang," ucap Briella. Kairav langsung melajukan mobilnya tanpa aba aba. Ailee yang belum siap pun hampir terhuyung karena masih duduk menghadap ke arah Kalingga, bukan ke arah depan. Jadi saat mobil maju, Ailee hampir terjatuh, namun untungnya Kalingga dengan sigap menarik tubuh Ailee untuk duduk kembali dengan benar. Kairav yang melihatnya melalui kaca yang berada diatasnya pun tersenyum licik. Pria itu kembali berulah, membanting stir kanan sehingga tubuh Ailee menubruk tubuh Kalingga. Sebab Kalingga berada di sebelah kanan.


"Bang ih, yang bener bawa mobilnya. Lo gak kasihan sama Ailee? Dia baru aja balik dari rumah sakit masa harus masuk lagi," gerutu Briella. Sedangkan Kairav hanya terkikik geli. Ia pun berjalan biasa lagi.


Sementara Ailee langsung kembali ke posisinya dan sedikit berdehem untuk menetralkan detak jantungnya yang berdisko ria. Baru kali ini ia merasa kikuk sekali dengan keadaan. Biasanya kan tidak seperti ini. Ini semua gara gara Kairav, andai saja pria itu tidak banting stir, pasti Ailee tidak akan menubruk tubuh Kalingga. Biasanya Ailee akan menempel pada Kalingga, namun kali ini dia hanya diam saja dan menjaga jaraknya. Kalingga tentu saja merasa aneh dengan itu semua, namun ia tidak banyak bertanya.


Tbc.


Ramein heh😠

__ADS_1


__ADS_2