Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
293. Kambuh


__ADS_3

***


"Maaf om Fello, pesta perayaannya jadi kacau. Kalau aja mulut anak om gak sembarangan ngomong," tutur Ailee.


Keadaan tiba tiba kacau, Vanesha meracau dan terus berontak ingin menyerang Ailee namun ditahan oleh mamanya juga papanya. Sedangkan Ailee hanya diam menatap tajam ke arah Vanesha.


"LO EMANG JAL*NG! LO GILA! LO GAK PANTES JADI CEWEK KAK LINGGA," racau Vanesha.


"PERGI LO DARI SINI."


"PERGI SIAL*N."


Ailee hanya diam, di sampingnya Ashel memegang tangannya dan didepannya berdiri Kalingga. Bertindak seperti tameng untuk melindungi Ailee. Sayangnya Ailee tidak membutuhkannya.


Saat tengah dalam keadaan yang kacau, tiba tiba muncul sekretaris Faraz bernama Dani. Pria itu meminta waktu pada Faraz untuk berbicara.


"Kamu gak papa kan?" tanya Kalingga. Pria itu menangkup pipi Ailee. Mata keduanya bertemu. Sorot mata Kalingga memancarkan kegelisahan tentang keadaan Ailee sedangkan sorot mata Ailee memancarkan kekecewaan.


"Aku mau pulang. Sendiri," ucap Ailee.


"Gak baik kamu pulang sendiri sayang, biar Kalingga antar ya?" bujuk Ashel.


"Bener itu Lee, gue gak mau lo kenapa napa," ucap Briella.


Ailee menggelengkan kepalanya, "Aku bisa sendiri, terimakasih."


Setelah mengatakan hal tersebut Ailee pun segera pergi dari sana. Gadis itu berlari meninggalkan tempat memuakan tersebut. Sedangkan Kalingga, tentu saja ia mengejar kekasihnya itu.


"Mi, kasihan Ailee. Tuh mulut si cabe gila banget pake ngomong gitu," gerutu Briella.


"Sstt adek. Ayo masuk," ajak Ashel.


Sementara itu di depan pintu utama, Kalingga berhasil mengejar Ailee. Ia mendekap tumbuh ringkih kekasihnya. Jelas saja Kalingga tahu betul seperti apa perasaan Ailee saat ini. Sialnya mulut Vanesha benar benar tidak bisa mengatakan hal hal yang baik. Baru saja beberapa jam yang lalu Kalingga membuat mood gadisnya ini membaik. Namun kini sudah dijatuhkan lagi oleh Vanesha.


"Tenang sayang. Jangan dengerin ucapan cewek gila itu," Kalingga menenangkan Ailee. Pelukannya cukup erat. Ailee tidak menolak pelukan itu, ia membalasnya. Cukup lama mereka berpelukan, Ailee mengurai pelukannya dan menatap wajah tampan sang kekasih. Seumur hidup dia hanya akan jatuh cinta satu kali, dan semua cintanya hanya untuk Kalingga seorang.

__ADS_1


Tiba tiba Ailee mengalungkan kedua tangannya dan menarik kepala Kalingga. Yap, gadis itu mencium Kalingga lebih dulu. Awalnya memang hanya mencium, namun makin lama ciuman itu berubah ketika Kalingga mulai melum*tnya. Punggung Ailee bersandar pada pintu mobil miliknya.


Cukup lama, tapi akhirnya Ailee memutuskan mengakhiri ciuman tersebut.


"Aku sayang sama kamu, aku gak punya alasan buat gak cinta sama kamu. Tapi keluarga kamu buat aku kecewa," ujar Ailee.


Kalingga mengernyit mendengarnya. "Maksudnya apa sayang?"


Ailee terdiam, gadis itu melepaskan pelukan Kalingga.


"Aku marah kalo kamu anterin aku. Apalagi sampe kamu kejar aku. Aku gak akan maafin kamu kalo kamu tetep nekat," ucap Ailee tiba tiba. Kalingga semakin dibuat tidak mengerti, sama sekali.


"Kamu tahu kan kalo aku sayang banget sama kamu?" tanya Ailee.


Kalingga mengangguk.


"Sayang aku sama kamu gak akan pernah berubah. Tapi aku gak bisa terus terusan sama kamu," tuturnya.


"Maksud kamu apa sih yang? Kok aneh gini," ucap Kalingga.


"Kamu akan tahu nanti. Maaf, aku harus kecewain kamu juga nanti. Dan aku harap kecewa kamu berubah jadi benci. Sama seperti dulu."


"Aku pulang," pamitnya.


"Aku anter," tawar Kalingga.


"Aku bilang apa tadi? Lupa? Perlu aku ulang?"


"Tapi aku gak tenang biarin kamu bawa kendaraan dalam keadaan kayak gini," ucap Kalingga.


"Aku bisa. Lepasin."


Ailee memang keras kepala kadang kadang. Tidak ada pilihan lain, pria itu pun melepaskan cekalannya dan membiarkan kekasihnya masuk ke dalam mobil.


Ailee menutup pintu mobilnya lalu membuka kacanya. Ia menyerahkan sebuah paper bag kecil pada Kalingga. Kalingga menerima paper bag tersebut dan membukanya. Disana ada kotak kecil yang berisi cincin yang beberapa jam ia berikan pada Ailee.

__ADS_1


Kalingga mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Ailee.


"Let's break up. Jangan temuin aku lagi."


Setelah mengatakan hal itu, Ailee langsung tancap gas dan pergi dari sana sebelum dicegah lagi.


"AILEEEEE," teriak Kalingga kencang. Pria itu bahkan berlari menuju ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobilnya.


Maksud kekasihnya itu apa? Kenapa tiba tiba meminta putus? Pantas saja sikapnya aneh.


Sementara di dalam mobil, tak henti hentinya Ailee menitikan air matanya. Hatinya benar benar sangat sakit sekali saat mengatakan hal tersebut pada Kalingga.


Jika kalian berpikir Ailee akan melabrak Vanesha saat ia bertemu dengan wanita itu, kalian salah. Ailee orang pintar, jelas saja dia tidak akan bertindak murahan seperti itu. Dia memiliki cara lain, dan mungkin caranya sudah dilakukan oleh Gail.


"Maaf," lirih Ailee. Ia mengusap air matanya kasar. Yang sakit hati bukan hanya Kalingga, tapi ia juga. Bahkan mungkin Ailee lah yang paling tersakiti disini.


Dikhianati. Salah satu hal yang paling Ailee benci. Meskipun tidak dilakukan secara langsung oleh Kalingga, namun tetap saja dia bagian dari keluarga itu. Keluarga yang membuatnya kecewa.


Ailee menepikan mobilnya setelah mengambil jalan lain yang lebih jauh dari jalan sebelumnya. Dia yakin Kalingga tidak akan mengambil jalan ini.


"AAAAARRRGGGHHHHH."


"KENAPA? KENAPA HARUS KELUARGA KAMU YANG CELAKAIN ORANG TUA AKU?! KENAPA?!!"


Ailee berteriak histeris. Ia bahkan menjambak rambutnya dan memukul tubuhnya untuk menyalurkan amarah yang ada di dalam dirinya. Ailee tidak peduli dengan tampilannya nanti, bahkan mungkin kedua pipinya akan bengkak karena terus ditampar keras olehnya sendiri.


Namun semakin ia menampar, hatinya belum juga merasa lega. Dia ingin yang lebih. Ailee menghapus kasar air matanya dan membuka dashboard mobil miliknya. Mencari sesuatu yang ia butuhkan. Disana tidak ada benda tajam, tetapi ada cermin berukuran kotak kecil. Ailee mengambilnya lalu menekan kedua sisi cermin itu sampai terbelah jadi dua.


Ailee memejamkan matanya kuat kuat saat merasakan benda dingin itu menggores telapak tangannya. Perih dan sakit tentunya, tapi dia menikmatinya.


Jangan salah, Ailee tidak gila. Hanya saja caranya menyalurkan emosinya berbeda dengan kebanyakan orang. Beberapa bulan bahkan mungkin hampir satu tahun self harm yang ia punya tidak pernah kambuh. Karena kehadiran Kalingga yang membuatnya berpikir lebih logis lagi. Namun kini self harm itu kembali, penyebabnya karena keluarga Kalingga.


Orang yang sama. Dia yang menyembuhkan dan dia juga yang kembali membuatnya seperti ini lagi.


Ailee menatap aliran darah segar yang turun ke atas pahanya. Darah itu terus mengalir sampai mengotori dress miliknya.

__ADS_1


Tbc.


🥹🥹🥹🥹


__ADS_2