
***
Hidup bahagia?
Rasanya Ailee ingin tertawa sangat keras sekali saat ini. Namun mengingat disini ada Ethan, dia tidak mungkin melakukan hal itu. Dia harus menjaga harga dirinya apalagi selama ini Kalingga belum tahu kebenaran tentang dirinya. Ailee masih menutupinya, entah kapan dia akan mengungkapkan semuanya. Selama ini hanya dia seorang yang tahu keadaannya. Mungkin selamanya Ailee akan terus memendam semuanya sendiri. Biarlah waktu yang menyembuhkannya atau mungkin malah semakin memperburuknya. Saat ini Ailee sedang menikmati kewarasannya saja.
Sudah lama juga penyakit mentalnya tidak kambuh lagi. Akhir akhir ini memang tidak ada masalah yang mampu mengungkit penyakit lamanya. Perihal masalah kemarin yang disebabkan oleh Vanesha, beruntungnya Ailee mampu mengendalikan dirinya sehingga penyakit sialan itu tidak datang.
“Yang terlihat bahagia belum tentu sepenuhnya bahagia. Jangan terlalyu cepat menyimpulkan sesuatu jika anda belum menyelamnya sampai dasar,” ucap Ailee tersenyum ke arah Ethan.
Sedangkan Ethan hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman. Namun senyuman Ethan tentunya memiliki arti yang lain. Ailee bisa melihatnya.
“Ngomong ngomong, nama Ghani Ethan rasanya tidak asing di telinga ku. Aku seperti pernah mendengarnya, namun aku lupa,” ucap Ailee.
“Nama Ethan bukan hanya milik ku. Mungkin di belahan bumi lain juga ada yang menggunakan nama sama seperti ku,” ucap Ethan.
Ailee tersenyum miring mendengarnya. Berpura pura bodoh di depan orang pintar tidak ada salahnya. Ailee akan tetap diam seolah dia tidak tahu apa apa. Namun yang berada dalam posisi bahaya saat ini adalah Kalingga. Dan pria itu masih belum menyadari situasinya.
“Apa boleh aku bertanya?” Tanya Ailee.
“Tentu saja, apa yang ingin kamu tanyakan mahluk cantik?” Tanya Ethan.
“Apa kamu akan membenci seseorang jika kamu tahu orang itu berusaha mencari tahu tentang kehidupan kamu?” Tanya Ailee. Kalingga yang mendengarnya pun langsung menatap ke arah Ailee yang tengah tersenyum ke arahnya.
“Jika itu untuk kebaikannya, tidak masalah. Terkadang setiap orang melakukan tindakan yang tidak disukai orang yang dia sukai demi kebaikannya,” jawab Ethan.
“Tetapi bukannya di setiap kebaikan pada ada orang yang akan tersakiti? Bagaimana jika orang tersebut sakit hati dengan tindakan bodohnya?” Tanya Ailee.
__ADS_1
“Maka dia harus meminta maaf,” ucap Ethan.
Ailee menghela nafasnya dan tidak bertanya lagi, gadis itu memilih meminum jus miliknya. Kata maaf adalah kata kata yang sangat memuakan untuk Ailee. Dia paling tidak menyukai kata kata maaf itu.
Terlalu sering dikecewakan dan sering menelan apa apa sendiri, rasanya Ailee jadi orang yang cukup sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain.
“Gue gak bisa lama lama, masih ada urusan Ling,” ucap Ethan.
“Lo bisa pergi. Pacar gue masih makan,” ucap Kalingga.
“Ok. See you mahluk cantik,” ucap Ethan.
“Sampai berjumpa lagi, Giatrós,” ucap Ailee tersenyum. Ethan dan Kalingga mengernyit mendengar ucapan terakhir yang diucapkan oleh Ailee. Giatrós? Apa itu?
"Makan yang banyak biar makin gemoy. Enak loh peluknya," ucap Kalingga. Ailee hanya mengangguk sekilas sebagai jawabannya. Selain suka Kalingga, Ailee juga sangat suka makan. Apalagi jajan, dia sangat menyukainya.
Kalingga terus memperhatikan Ailee yang sedang lahap makan sembari menonton film kartu di ponsel Kalingga. Ailee tentu saja menyadari jika dia diperhatikan oleh Kalingga. Namun Ailee berusaha tidak terganggu.
***
"Dari yang gue lihat, dia gak sekuat kenyataannya. Dia kayak punya beban yang cukup berat."
"Keadaannnya emang kelihatan kayak baik baik aja, bahkan gak akan ada yang expect kalo dia punya penyakit mental. Dari pandangan gue, dia tipekal orang yang sulit terbuka."
"Gue lihat juga, banyak luka yang ia tutupi. Bukan luka fisik, namun luka bathin. Lo tahu sendiri bahayanya luka bathin itu kayak apa. Saran gue, jangan sampe buat dia tertekan. Karena hal itu yang akan memicu penyakit mentalnya kambuh."
"Soal penyakit mentalnya, lo harus konfimasi waktu dia rehab ke psikiater. Gue emang dokter psikolog, tapi gue gak bisa bantu banyak soalnya hal tadi bukan mediasi. Gue hanya berasumsi soal penyakit mentalnya. Gak parah, tapi cukup berbahaya."
__ADS_1
Ucapan ucapan Ethan tadi terus terngiang ngiang di telinga Kalingga. Sesaat setelah mereka selesai makan, Ailee mengajaknya bermain di time zone yang jaraknya tidak jauh dari restoran tadi. Saat Ailee main, Kalingga beralibi ke toilet karena ingin pipis. Padahal nyatanya dia menelepon Ethan di luar time zone.
Penyakit mental? Apa benar kekasihnya memiliki penyakit seperti itu? Tapi kenapa? Apa awal yang membuatnya sampai memiliki penyakit seperti itu. Awalnya Kalingga menyangkalnya. Namun saat pikirannya teringat akan satu hal, dia pun mempercayai ucapan Ethan.
Orang normal tidak akan mungkin membuat luka pada dirinya sendiri. Bahkan luka sayatan. Luka sayatan itu kembali memenuhi pikiran Kalingga. Apalagi pernyataan Ethan hari ini cukup membuatnya tertampar. Jadi selama ini, tawa dan senyum yang ditampilkan oleh kekasihnya hanyalah palsu?
"Kenapa setelah ketemu Ethan, kamu jadi banyak diem kayak gini?" Tanya Ailee.
"Enggak papa sayang, aku cuma pengen istirahat aja. Tapi sama kamu, kebetulan apartement aku yang ada disini udah diberesin. Kita kesana ya?" Ajak Kalingga.
"Bobo bareng?" Tanya Ailee. Mata keduanya saling bertatapan. Entah kenapa rasanya cukup sakit hati sekali menatap mata teduh ini. Kalingga masih benar benar tidak menyangka dengan apa yang diucapkan Ethan hari ini. Dia ingin menyangkalnya, tapi itu semua sepertinya tepat sasaran. Ethan bukan dokter psikologi abal abal. Dia sudah memiliki sertifikat resmi dan dia juga tidak mungkin membohongi Kalingga.
"Diem lagi. Kenapa sih?!" Tanya Ailee kesal.
Cup...
"Gak papa. Aku cuma pengen bobo siang sama kamu. Nanti sore mami minta kamu datang ke rumah buat makan malam bareng. Mau ya?" Uvap Kalingga.
"Mau mau aja kalo soal makan," ucap Ailee gercep.
"Gadis pintar. Sekarang kita ke apartement dulu baru nanti sore ke rumah," ucap Kalingga.
"Iya sayang," ucap Ailee. Gadis itu mengeratkan pelukannya pada tangan kiri Kalingga. Jari keduanya saling bertaut.
Sebenarnya Ailee juga ingin tidur, semalam dia begadang dan tidurnya belum cukup. Kalingga memang peka. Ailee yakin pria ini hanya beralibi saj jika dia mengantuk. Terlihat jelas mata kedua pria ini tidak terlihat mengantuk, berbeda dengan kedua mata Ailee yang sudah mengantuk bahkan ***** seperti ini.
"Hidup kamu penuh teka teki banget. Tapi aku yakin, cepat atau lambat aku akan memecahkan teka teki kehidupan kamu," bathin Kalingga berbisik.
__ADS_1
Tbc.