
***
Kebahagiaan manusia sudah tertakar dan tidak mungkin akan tertukar. Tidak akan datang terlambat dan akan datang di waktu yang tepat.
Setelah menjalani hari hari yang sangat menyakitkan, kini Ailee sedang menikmati kebahagiaannya. Kedua orang tuanya selalu menyempatkan pulang dan menjenguknya meskipun mereka selalu pergi pergi lagi. Tapi tidak mengapa, toh ada perubahan sekecil itu pun Ailee sangat senang. Dan sekarang Kalingga, pria itu benar benar tidak sedingin dulu. Dulu, Kalingga pasti akan anti jika didekati oleh Ailee. Bahkan pria itu selalu menolak jika Ailee ingin menebeng pulang sekolah. Namun saat ini, Kalingga justru dengan mudahnya memberikan tumpangan pada Ailee.
Semalam mereka ribut. Ribut karena Kalingga terus menciumnya bahkan tangannya tidak tinggal diam. Ailee tentu saja risih jika lama lama seperti itu. Bahkan luka di bibirnya kembali berdarah karena pria itu kembali mengigitnya semalam. Belum lagi saat Ailee ketiduran, pria itu dengan sengaja menyingkap kaos miliknya dan membuat kissma*k di area dadanya. Bahkan kedua squishy Ailee terasa pegal dan kebas. Sepertinya pria ini memang bermain main disana saat Ailee tertidur lelap.
Lihatlah pagi ini, senyum mengembang di bibir pria itu tidak pudar. Entah apa yang membuatnya tersenyum seperti itu. Ailee sampai merinding sendiri.
"Ling, kita makan diluar aja deh. Sekalian Ailee pengen burger sama toast, enak kayaknya," ucap Ailee.
"Mcd?" Tanya Ling.
"Bukan, food truck yang waktu itu kita kunjungi loh. Bareng Bri sama Kai," ucap Ailee.
"Emang pagi pagi buka?" Tanya Ling.
"Buka. Cuma beda mangkal aja, sekalian beli ayam richese," ucap Ailee. Ling hanya mengangguk sekilas dan mengikuti langkah wanita itu keluar dari apartement. Mereka berjalan masuk ke dalam lift untuk sampai ke lantai bassement.
Di dalam lift mereka sama sama diam. Ailee memainkan ponsel sedangkan Ling bersidekap dada dan hanya diam saja. Ailee membuka room chatnya dengan Briella. Sahabatnya itu mengiriminya pesan semalam, namun baru pagi ini ia membalasnya. Karena semalam, tahulah kenapa Ailee tidak memegang ponsel sama sekali. Karena ia dipegang oleh Kalingga.
Ailee yang fokus pada ponsel pun membuat Kalingga sedikit kesal. Pria itu pun merebut ponsel Ailee.
"Chat sama siapa?" Tanyanya, seraya merebut ponsel Ailee.
"Adik kamu," ucap Ailee.
Benar. Di room chatnya memang tertulis Briella Natapraja. Ling yang kepo membawa isi chat terakhir itu. Adiknya meminta pap. Ling yang jahil pun menekan icon kamera dan memoto dirinya sendiri dengan keadaan gigi nyengir lebar. Ia pun mengirimkannya pada adiknya. Setelah mengirimkan foto pada adiknya. Ia pun memasukan ponsel itu ke dalam sakunya.
"Heh, itu ponsel Ailee. Balikin," ucap Ailee.
__ADS_1
"Nggak. Seharian ini lo cuma boleh sama gue aja, itung itung gue sewa lo seharian ini sampe nanti malem," ucap Ling.
"Dih, Ailee gak ada setuju tuh," ucap Ailee.
"Gue gak perlu setuju dari lo," ucap Ling.
"Pemaksa," rutuk Ailee.
Ling tidak menjawabnya dan keluar lebih dulu dari dalam lift dan berjalan menuju motornya. Ailee mengikuti pria itu. Ia tidak banyak protes lagi. Toh weekend ini pasti ia habiskan dengan hibernasi sepanjang weekend. Lumayan kan pergi dengan Kalingga, jarang jarang.
Sementara itu dilain tempat, lebih tepatnya di kediaman Rafello dan Ayu. Briella berteriak heboh setelah mendapatkan kiriman pap dari Ailee. Ia kira Ailee akan diam diam mencuri foto kakaknya. Tahunya Ailee mengirimkan foto kakaknya full face dengan wajah menyebalkan. Meskipun begitu Briella tetap heboh.
Kavin buru buru menahan anak gadisnya itu agar tidak memberitahu pada siapa pun. Biarlah dia yang tahu saja. Kebetulan Kavin dan anaknya Briella sedang bersantai di taman yang ada di mansion Rafello. Kairav sendiri sedang memancing dengan Vanesha dan Virendra. Dua kakak beradik anak Ayu dan Fello. Mereka berbeda satu tahun. Virendra kelas sebelas SMA sedangkan Vanesha baru kelas sepuluh.
"Diem dek, papi sama mami sebenarnya udah tahu karena kakak kamu yang bilang duluan minta ijin gak ikut kesini," ucap Kavin menahan tangan anaknya.
"Yang bener pi? Alesannya apa?" Tanya Briella.
"Ish, gitu amat sama anak," ucap Briella. Dengan sengaja ia semakin menggeser duduknya mendempet ke arah papinya. Ashel hanya mendengus kesal.
"Pi, apa?" Tanya Briella.
"Dia bilang males sama Vanesha, centil suka nempel nempel ke dia. Tahu sendiri kakak kamu kutubnya kayak gimana," ucap Kavin.
"Iya sih pi. Tapi kok dia jadi deket sama bestinya Bri? Ya gak papa sih yang ada Bri seneng, tapi takutnya dia begitu sama Ailee karena gabut doang," ucap Briella.
"Mana lihat pap-nya?" Ucap Ashel. Briella pun memberikan ponselnya.
Ashel terkikik geli melihat foto yang ada di ponsel anak gadisnya. Disana terlihat sekali raut bahagia dari anak keduanya yang sangat cool.
"Mami sama papi restuin hubungan mereka kan? Kalo misalnya mereka suatu saat nanti berjodoh?" Tanya Briella.
__ADS_1
"Apapun pilihan kalian, selagi itu baik dan kami tahu babat, bebet, dan bobotnya. Kami akan merestui kalian," ucap Kavin.
"Gak tahu sih, Bri sukanya Ailee sama kak Ling. Gak boleh sama yang lain, pokoknya harus," ucap Briella.
"Doain aja," ucap Ashel.
***
Ailee dan Kalingga sudah berada di food truck yang sempat di kunjungi oleh mereka beberapa waktu yang lalu. Ternyata benar, di pagi hari food truck ini berjualan di beda tempat. Ailee memesan burger, toast dan milk caramel late. Begitu pun dengan Kalingga, hanya saja pemuda itu memilih kopi sebagai minumannya.
"Ling, gak baik tahu kamu pagi pagi udah minum kopi. Bagus minum susu kayak Ailee," ucap Ailee sembaei mengangkat gelas susu karamel miliknya.
"Boleh boleh aja, tapi gue maunya susu lo," ucap Kalingga.
Uhuk... uhuk...
Ailee tersedak bukan main mendengar ucapan Kalingga. Ia menepuk nepuk pelan dadanya dan menyimpan toast miliknya.
"Ih, mesum," ucap Ailee saat batuknya sudah reda.
Ling hanya mengangkat bahunya acuh dan kembali fokus memakan burger miliknya. Diselingi dengan memakan kentang goreng. Ailee hanya mendengus kesal dan kembali memakan toastnya dengan gerakan cepat.
"Bayangin, suatu saat nanti kita kesini pas udah sama sama dewasa. Apa body lo masih kayak gini? Rata dan gak menarik," ucap Ling.
"Gak mau ngebayangin hal yang belum tentu terjadi. Lagian, Ailee nanti bakalan berubah total pas udah dewasa. Bakalan jaga penampilan dan mungkin merubah penampilan jadi bad girl," ucap Ailee tertawa.
"Muka lo udah bad, gak usah jadi bad girl," ucap Kalingga.
"Ih, ngeselin deh," ucap Ailee sedikit lebih keras.
Tbc.
__ADS_1