Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
150. Danau


__ADS_3

***


Dapat memiliki seseorang yang sudah kita cintai sejak lama memang sangat luar biasa senang sekali. Itulah yang Ailee rasakan setelah dia mengganti statusnya bersama Kalingga. Bukan lagi pertemanan, melainkan sepasang kekasih. Meskipun Ailee tahu, dengan seperti itu Kalingga sudah mengingkari janjinya pada papinya. Om Kavin memang menyetujui hubungan mereka berdua. Namun Ailee tetap saja merasa tidak enak dan sedikit merasa bersalah.


Ailee kadang berpikir, kenapa bisa dia memiliki perasaan pada Kalingga. Mengingat dulu saja sikap Kalingga padanya benar benar sangat kasar dan sangat tidak baik. Entah kasar dari perilaku atau pun kata katanya. Terkadang Ailee masih sering mengingat kata kata menyakitkan yang pernah ia dengar dari mulut Kalingga.


Dia sudah memaafkan Kalingga. Namun rasa sakit akan tetap ada sampai kapan pun.


Ingatan wanita itu sangat tajam. Mau seberapa puluh tahun lamanya pun, jika dia disakiti oleh seseorang dia akan terus mengingatnya. Memaafkan memang jalan terbaik untuk menyelamatkan dirinya agar tidak terus tenggelam dalam rasa sakit itu. Namun ternyata, ingatannya terus mengambil alih.


"Mas Ling, sini," teriak Ailee. Gadis itu sedang berada di salah satu tempat yang sering di datangi oleh Kalingga saat sedang pusingnya menghadapi kehidupan. Tempat ini berada cukup jauh dari keramaian, mengingat Kalingga memang tidak terlalu menyukai keramaian.


Tempat ini sangat luas. Terbentanga dari sisi kiri sampai kanan. Di depan mereka ada sebuah danau besar. Rindang dengan pohon pohon di sampingnya. Danau ini sangat sunyi sekali.


Memang setelah dari butik tadi, Kalingga langsung membawanya pergi entah akan kemana. Ternyata Kalingga membawanya ke tempat indah dan sunyi ini. Kesukaan Ailee dan Kalingga sama, keduanya suka dengan tempat tempat yang sunyi.


"Jangan lari lari kalo diatas sini. Kalo jembatannya tiba tiba bolong terus lo nyemplung kan ribet," peringat Kalingga. Mereka memang sedang berada diatas sebuah jembatan yang terbuat dari kayu. Jembatan itu tidak membentang sepanjang jalan, melainkan hanya panjang sedikit melewati danau dari sisi.


"Gak papa, palingan juga kehabisan nafas terus meningg-,"


"Ngomong apa sih, kok jadi ngawur gitu?! Udah ayo ke sana lagi. Jangan disini," ucap Kalingga. Dia tidak suka sekali mendengar ucapan Ailee yang seperti ini. Dia lebih senang mendengar ucapan Ailee yang random.


Ailee sendiri hanya becanda soal apa yang dia bicarakan tadi. Dia hanya ingin mengetes Kalingga, ternyata pria ini tidak mau dia meninggal. Apa ini bagian dari rasa sayangnya.


"Aaaaa, lihat itu bunga. Ayo kesana," ucap Ailee. Gadis itu balik menarik tangan Kalingga dan membawanya menuju ke tanaman bunga yang mungkin sengaja ditanam pengelola kota. Bunga bunganya indah sekali. Namun tidak sebanyak bunga yang ada di Belanda.


"Ling, kapan kapan kita ke Belanda yuk? Ailee pengen pergi kesana sama kamu, disana banyak bunga. Ailee suka bunga," ucap Ailee.

__ADS_1


"Gue maunya ke Miami, nanti kita ke pantai. Lo pake bikini, seger mata gue lihatnya," ucap Lingga.


Duk.


"Ashh, sakit heh. Kasar banget jadi cewek," ucap Kalingga. Pria itu mengusap pelan bahu tangannya yang di geplak oleh Ailee. Gadis ini memang sangat suka sekali menggeplak tangannya. Kalingga benar benar jengah sekali. Tapi dia menyayangi wanita ini.


Cup.


"Maaf cinta. Abisnya kamu mesum mulu, Ailee udah jengah dengernya. Coba sesekali kami enggak mesum, Ailee pasti gak akan geplak kamu terus," ucap Ailee.


"Oke, gue gak akan mesum asalkan lo kiss gue tiap detik," ucap Kalingga.


"Gila," umpat Ailee.


"Mulutnya," ucap Kalingga.


Kalingga mengambil ponselnya dan diam diam memotret Ailee. Shitt, tiba tiba matanya menajam saat melihat paha mulus milik Ailee yang terekspos karena dia sedikit menunduk. Meskipun disini tidak ada orang, Kalingga tetap saja tidak mau paha itu terekspos. Apalagi dia belum pernah menjamahnya. Eh.


"Jangan nunduk kalo gak niat ngasih gue jatah," ucap Ling. Pria itu menarik tubuh Ailee agar kembali tegak.


"Kenapa?" Tanya Ailee.


"Gak. Kita cari makan aja sekarang, gue gak mau lo kurus kerempeng. Lo harus berisi biar empuk, enak nanti gue rem*s rem*snya," ucap Kalingga.


"KALINGGA ALISTER, STOP MESUMNYA!!".


***

__ADS_1


Tempat makan pilihan Kalingga jatuh di sebuah cafe outdoor. Cafe itu tidak berada jauh dari area danau tadi, sekitar sepuluh menit dari sana. Ailee dan Kalingga sedang duduk bersama disana. Mereka sedang menunggu pesanan mereka. Sebenarnya, Ailee sedang menginginkan sekali makan sushi dan kimbap. Namun jarak restoran Korea cukup jauh dari sini. Dia tidak bisa menempuhnya karena Kalingga tidak menyetujuinya. Pria itu berkata sudah lapar dan ingin segera makan. Ya sudah Ailee menurut saja.


Ailee sejak tadi terus tersenyum lebar. Sesuatu hal yang sangat indah ini benar benar terjadi. Rasanya ini semua seperti mimpi, namun ini di kehidupan nyata.


"Makan, senyum senyum mulu," ucap Kalingga. Pria itu menyodorkan potongan steak ke mulut Ailee yang langsung diterima baik oleh wanita di depannya.


Kalingga dan Ailee memesan steak. Namun selain steak Ailee juga memesan kentang goreng, sosis bakar dan es krim vanilla. Gadis itu memang sangat rakus, namun untungnya berat badannya selalu tetap stabil.


"Sebelumnya, kamu pernah bayangin hal ini terjadi gak?" Tanya Ailee.


"Enggak. Dulu kan gue gak suka sama lo, malah lebih ke gak suka lihat lo," ucap Kalingga.


Jujur namun menyakitkan. Ailee hanya tersenyum kecil menanggapinya. Mungkin Kalingga benar benar belum merasakan cinta murni yang Ailee berikan. Tak apa, masih banyak waktu.


"Becanda, jangan dianggap serius terus," ucap Kalingga setelah menyadari raut wajah gadis di depannya yang berubah.


"Gak papa, itu emang bener kok. Lanjutin makannya, Ailee gak akan bicara lagi," ucap Ailee tersenyum.


Kalingga tiba tiba menyimpan garpu dan pisau yang dia gunakan untuk memotong steak itu dan menarik tangan Ailee.


"Please, gue bener bener becanda. Gue gak maksud buat nyakitin lo lagi," ucap Kalingga.


"Its okay, semua butuh proses," ucap Ailee.


"Bagus kalo lo ngerti. Lo udah kenal gue lama, seharusnya lo tahu gue orangnya kayak gimana. Gue akan berbicara apa yang ingin gue katakan tanpa peduli orang lain menerimanya atau tidak," ucap Kalingga.


"Iya. Semuanya memang butuh proses. Kamu bilang kamu belum tahu cinta, semoga setelah kamu tahu apa arti mencintai, aku masih memiliki perasaan yang sama."

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2