Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
245. Cinta Dan Obsesi Itu Berbeda


__ADS_3

***


Di kediaman Natapraja, Vanesha tengah terdiam sendirian di kamarnya. Disana tidak ada siapa pun. Hanya ada dia, mungkin juga ada kakaknya namun tidak ada satu ruangan dengannya. Sejak tadi, Vanesha sudah mencari keberadaan mamanya, namun dia tidak menemukannya. Bahkan keberadaan papanya juga tidak ia temukan. Vanesha sudah mencoba menelepon nomor mama dan papanya, namun nomor keduanya tidak aktif. Entah mereka ada dimana, Vanesha tidak tahu. Bahkan mereka pergi pun tidak diketahui oleh Vanesha.


Vanesha tengah terdiam, terdiam memikirkan bagaimana lagi caranya dia bisa mendapatkan Kalingga. Bahkan sudah dengan cara yang extrem pun Kalingga tetap tidak berada dalam genggamannya. Kenapa sangat sulit sekali untuk menaklukan manusia satu itu?


Semua keluarga sudah menolak kemauannya. Bahkan sepertinya sangat sulit untuk keluarganya memberikan restu. Apa Vanesha harus lebih gencar mendekati Kalingga? Jika Kalingga luluh, mungkin keluarga juga akan memberikan restunya kan?


Sayangnya, untuk meluluhkan Kalingga perlu waktu. Entah berapa lama, bahkan Vanesha sudah selama itu pun mencoba mendekati Kalingga dan mengambil hatinya namun Kalingga tetap tidak melirik ke arahnya.


"Ini semua gara gara Ailee. Harusnya dia gak pernah hadir di hidup kak Lingga. Kalo aja dia gak ada mungkin kak Lingga bisa sama gue," ucap Vanesha pelan.


Kentara sekali jika saat ini Vanesha sedang memikirkan sesuatu. Namun dia belum menemukan jalam keluarnya. Cukup lama terdiam, namun akhirnya dia tersenyum saat otaknya mendapatkan pencerahan. Mungkin dengan satu cara itu dia bisa mendapatkan atensi Kalingga.


"Makan."


Vanesha terlonjak kaget saat ada seseorang yang tiba tiba masuk dan menyimpan satu nampan piring di sampingnya. Dia adalah Virendra, kakaknya.


"Santai aja kali kak. Lo juga ikut ikutan benci gue gara gara apa yang gue perbuat, iya?" Tanya Vanesha.


"Lo punya otak dan harusnya bisa mikir. Jadi pikir sendiri," ucap Virendra. Pria itu mengambil duduk di samping adiknya. Mau sebagaimana pun sikap dan tingkah Vanesha, wanita ini tetaplah adiknya. Ya meskipun terkadang Vanesha selalu memancing emosinya. Namun Virendra tetap menyayanginya.

__ADS_1


"Mama sama papa kemana?" Tanya Vanesha.


"Mereka ribut gara gara lo. Gue kesini cuma mau bilang dan mohon dengan sangat sama lo. Stop bertingkah dan stop dengan drama yang setiap saat lo perbuat. Karena apa yang lo perbuat ini bisa buat hubungan kedua orang tua kita buruk. Syukur kalo papa mau maafin mama, kalo enggak kan mereka bisa bisa pisah. Lo mau jadi anak broken home?" Tanya Viren.


"Bodo amat soal itu. Kalo mereka berdua sayang sama kita, mereka gak akan ambil jalan itu. Itu pun kalo sayang," ucap Vanesha.


"Bisa gak sih lo gak egois? Berhenti ngejar sesuatu hal yang bukan buat lo. Kalingga sejak awal bukan takdir lo, tapi lo maksa dengan merecoki hidupnya. Dampak buruknya bukan cuma sama Kalingga aja, tapi sama keluarga kita juga. Gue gak akan tinggal diam, gue gak mau keluarga utuh kita hancur gara gara tingkah kekanakan lo ini," ucap Viren.


"Gue gak kekanak-kan kak. Harusnya yang lo salahin bukan gue, tapi Kalingga. Lo pikir sendiri, kalo Kalingga suka gue, gue gak mungkin bakal kayak gini," ucap Vanesha.


Virendra menatap sinis ke arah adiknya, "Lo sadar gak sih kalo lo sama Kalingga itu bukan cinta, tapi obsesi."


Vanesha terdiam sembari melirik ke arah kakaknya. Obsesi? Rasanya tidak.


"Terserah. Yang jelas gue mau sama Kalingga, itu aja," ucap Vanesha acuh.


Apa yang dikatakan Viren memang ada benarnya. Sepertinya Vanesha bukan mencintai Kalingga, namun dia terobsesi untuk memiliki Kalingga. Bahkan mungkin bukan hanya Viren saja yang merasakannya, namun beberapa orang lain juga. Jika benar Vanesha mencintai Kalingga dengan tulus, mungkin semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Cinta tidak harus memiliki bukan? Namun bagi Vanesha cinta harus tetap memiliki. Memaksakan sesuatu untuk ia miliki.


"Suatu saay nanti lo akan mengerti kalo lo punya pikiran. Gue tekanin, gue gak akan pernah rela melihat kedua orang tua gue bubar gara gara tingkah laku lo yang kekanakan gini," ucap Virendra. Setelah itu pria itu pun pergi dari hadapan adiknya.


Meskipun masih ada sedikit rasa peduli dalam hatinya untuk Vanesha, namun jujur saja ada juga sedikit rasa muak dalam benaknya untuk Vanesha.

__ADS_1


***


Ailee merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya. Tidak ada chat atau pun video call dari Kalingga. Karena pria itu mengatakan jika hari ini dia diminta kembali mempelajari ilmu bisnis dengan abangnya. Ailee tidak masalah, lagi pula Kalingga sudah mengabarinya. Jadi Ailee tidak akan misuh misuh mencari kabar dari kekasihnya itu.


Ailee saat ini malah sedang bertukar pesan dengan anak anak SBA. Mereka semua juga sedang liburan. Masing masing dari mereka mengirimkan foto mereka yang sedang liburan. Bukan di Boston, namun beberapa negara yang tidak jauh dari Boston. Sebelumnya mereka memang sudah merencanakan untuk liburan bersama, namun Ailee masih bingung membagi waktunya. Apalagi sekarang dia sudah menjadi kekasih Kalingga. Yang artinya jika dia pergi tiba tiba dan mengatakan akan liburan mungkin Kalingga akan memaksa ikut. Atau jika dia tidak mengatakan dengan jujur, rasanya itu tidak pantas. Bagaimana pun Kalingga kekasihnya, jadi Ailee harus jujur dengannya.


Sampai saat ini, Kalingga masih belum mengetahui siapa Ailee di dunia sirkuit. Ailee bukan bermaksud untuk menutupinya, namun dia masih belum bisa mengatakan yang sebenarnya. Ailee masih takut jika Kalingga mengetahui dia siapa yang sebenarnya, maka Kalingga akan meninggalkannya.


Terkadang Ailee juga merasa pusing sendiri dengan apa yang tengah ia hadapi. Pikirannya terus berperang antara memberitahu Kalingga atau tidak. Dia masih bingung dengan dua hal itu. Namun yang pasti, Ailee akan mengatakan yang sebenarnya. Tetapi dia masih tidak tahu kapan waktu pastinya.


"Kadang gue overthinking sama pikiran sendiri. Antara kasih tahu apa enggaknya. Gimana reaksi dia ya kalo tahu gue Queen?" Gumam Ailee. Matanya menatap ke arah langit langit kamarnya.


Ailee memang terkenal dengan sebutan Queen di dunia sirkuit. Bahkan semua orang tahu siapa Queen. Apa mungkin Kalingga juga tahu Queen?


"Enggak," ucap Ailee sembari bangkit dari tidurnya. "Kalo iya dia tahu, kenapa dia gak pernah bahas soal itu? Apa gue aja yang tanya duluan ya?"


"Kayaknga iya deh, harus gue tanya duluan. Kalingga tahu enggaknya soal Queen. Setahu gue, dia juga suka balapan di sirkuit bahkan juga pernah balapan di sirkuit gue."


Tbc.


__ADS_1


Mas lingga kebanyakan gula kayaknya, senyumnya maniezzz bgt🥹🥹🥹


__ADS_2