Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
76. Morning Kiss


__ADS_3

***


Seperti janjinya pada tante Ashel kemarin, Ailee benar benar datang ke rumah Kavinder. Bahkan Ailee sudah di teror dari jam enam pagi oleh Ashel. Ponselnya terus terusan berbunyi. Mau tak mau Ailee bangun dan segera bersiap untuk pergi ke rumah Ling.


Ailee memakai kaos putih oversize dengan bawahan celana legging. Tampilan sesantai ini ia pakai karena memang hanya akan membuat bakso saja dan tidak akan pergi keluar. Ailee malas menggunakan pakaian lain selain ini jika hanya dirumah.


Ailee sudah berada di rumah Ling. Ia sudah bersama tante Ashel sejak tiga puluh menit yang lalu. Ailee memberitahu bahan bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat bakso.


"Ailee, kakek kamu koki?" Tanya Ashel. Wanita itu sedang mencetak adonan bulat bulat sedangkan Ailee sedang memotong motong sayura sawi.


"Bukan, kakek seorang pebisnis. Sama kayak papi sama om Kavin. Cuma bisnis kakek di bidang properti, beliau juga punya bisnis di bidang kuliner," ucap Ailee.


"Pantas saja beliau pandai masak," ucap Ashel.


"Kakek memang sangat suka memasak. Bahkan ketika nenek masih ada, kakek lah yang selalu membuat makanan untuk keluarga," ucap Ale.


"Hebat banget," puji Ashel. Ailee hanya tersenyum saja.


"Tante, boleh kan Ailee bikin dessert?" Tanya Ailee.


"Boleh dong. Ambil aja bahan yang kamu perlu, jangan sungkan. Kayak sama siapa aja," ucap Ashel terkekeh.


Ailee hanya cengengesan saja. Ia pun melihat bahan apa saja yang ada. Ternyata disini sangat lengkap juga, tante Ashel memang orang yang selalu menyetok banyak bahan makanan.


"Tante ini kelapa parut?" Tanya Ailee. Ia mengeluarkan satu kotak makanan.


"Iya sayang. Tante kemarin habis bikin serundeng buat campuran ayam," ucap Ashel.


"Boleh dipake gak?" Tanya Ailee.


"Boleh sayang, pake aja. Lagian itu bakalan kebuang kalo tante enggak masak lagi," ucap Ashel.


"Oke," ucap Ailee. Gadis itu mengambil kelapa parut itu dan mencampurnya dengan garam lalu mengukusnya. Selain itu dia juga membuat adonan dari tepung ketan yang dipakaikan pewarna hijau. Ia mengaduknya sampai kalis. Selesai membuat adonan, Ailee mengiris gula merah jawa.


"Tante, kebanyakan bahan makanannya Indonesia banget ya," ucap Ailee.


"Iya. Om Kavin sukanya makanan Indonesia dan itu nurun ke anak anaknya," ucap Ashel.


"Ini udah mau siang anak sama bapak belum bangun juga," sambung Ashel.

__ADS_1


"Mungkin karena ini weekend tante jadi mereka bakalan bangun siang," ucap Ailee.


"Gak bisa. Mereka harus makan pagi bareng, tante bangunin dulu mereka ya sayang. Kamu lanjut aja masak," ucap Ashel.


"Iya tante," ucap Ailee.


Ashel pergi dari dapur meninggalkan Ailee yang sedang membentuk adonan bulat bulat dengan diisi potongan gula merah tadi. Selesai membuat adonan, Ailee mengeluarkan kelapa parut yang di kukus tadi dan menggantinya dengan adonan tadi. Ailee memasukan satu per satu adonan. Ia sangat tenang memasak. Selain itu di sebelah kompor yang digunakan untuk mengukus adonan, ada kuah bakso yang sudah dibuat olehnya. Disana ada beberapa potongan tulang sapi dan jando.


"Astaga," ucap Ailee terkejut saat ia merasakan ada tangan melingkar di perutnya. Ailee langsung membalikan tubuhnya namun lagi lagi ia dibuat terkejut karena bibirnya jadi sasaran juga.


"Morning kiss," ucap Ling serak.


"Mau Ailee getok?!" Ucap Ailee. Ia mengacungkan spatula yang dipegangnya.


"Galak banget masih pagi," ucap Ling.


"Ya abisnya main peluk peluk tiba tiba mana Ailee lagi ngaduk. Kan ngagetin," ucap Ailee.


"Cepet tua tahu rasa," ucap Ling. Ia berjalan ke arah kulkas dan membukanya. Ia mengambil air putih dingin.


"Gak tahu, belum rasain. Udah pernah sih rasain bibir kamu, bahkan lidah kamu juga," ucap Ailee.


"Minta dong, haus juga," uap Ailee.


"Sini," ucap Ling. Ailee menurut dan berjalan mendekat ke arah Kalingga. Ia hendak meraih gelas yang dipegang oleh Kalingga namun pria itu lebih dulu memegang kepala belakang Ailee dan menyatukan bibir mereka lagi. Ailee membelalakan matanya dan berusaha mendorong tubuh Kalingga namun susah. Pria itu cukup kuat mencengkram kepalanya. Belum lagi satu tangannya yang memegang gelas juga menekan pinggangnya. Kalingga bergerak membuka bibir Ailee agar air itu mengalir pada mulut Ailee. Ailee yang bibirnya sudah di gigit oleh Kalingga pun mau tak mau membuka bibirnya sehingga air itu mengalir.


Kalingga tersenyum puas saat air di dalam mulutnya mengalir pada mulut Ailee. Ia menahan pipi Ailee agar gadis itu tidak memuntahkan airnya. Ia harus menelannya.


"Telen gak?" Ucap Kalingga memaksa.


Ailee menggelengkan kepalanya, antara jijik dan aneh. Entahlah.


"Telen dulu baru gue lepasin," ucap Ling.


Ailee pun menelannya. Lagi lagi Kalingga tersenyum puas. Ia melepaskan tangannya dari pipi Ailee.


"Good girl, baby," ucap Ling.


Namun Ailee langsung berjalan cepat ke wastafel dan memuntahkan air itu. Ia mual mual tidak jelas dan berkumur kumur dengan air kran. Kalingga melotot melihatnya. Tidak biasanya gadis ini menolak apa yang ia lakukan. Namun lihat lah saat ini, dia memuntahkannya. Berarti dia berbohong.

__ADS_1


"Astaga, Ailee. Kamu kenapa sayang? Kok muntah muntah," ucap Ashel yang baru saja datang bersama Kairav dan Kavin. Briella masih tidur karena semalam dia marathon drama korea kesukaannya.


"Hamil pasti mi, sama Kalingga," celetuk Kairav yang langsung mendapat jitakan manja dari papinya, Kavin.


"Ngawur," ucap Kavin.


"Sakit pih," ucap Kairav. Ia mengelus pelan jidat sebelah kirinya yang sedikit sakit.


Ailee sendiri mengambil tissue dan mengelap bekas air di mulutnya.


"Gak papa tante, Ailee cuma eneg aja hirup aroma kuah yang belum dikasih jeruk nipis itu. Ini masih pagi juga," ucap Ailee.


"Kamu ini. Ya udah kamu duduk dulu sana, buar tante yang sajikan makanannya," ucap Ashel.


"Gak papa tante. Ailee masih bisa atasi kok," ucap Ailee. Ia pun beralih pada masakannya. Kukusannya sudah matang, ia mengeluarkannya satu persatu dan menggulingkannya pada kukusan parutan kelapa tadi.


Kavin, Kairav, dan Kalingga sudah duduk di kursi meja makan sedangkan Ashel menghidangkan makanan untuk mereka. Tak lama Briella datang bergabung.


"Hei you," teriak Briella pada Ailee. Ailee otomatis menoleh.


"Paan?"


"Love you," ucap Briella.


"Jijik," ucap Ailee. Briella hanya terkekeh pelan menanggapi ucapan Ailee. Ia pun duduk di sebelah abangnya.


Tak lama, ailee menyodorkan piring berisi makanan berbentuk bulat hijau ke hadapan keluarga Natapraja itu.


"Itu apaan Lee?" Tanya Kairav.


"Makanan," ucap Ailee polos.


"Ye, kamu bajing*n. Gue tahu itu makanan tapi makanan apa? Baru lihat bentukannya kayak gitu," ucap Kairav.


"Bentuknya gemoy, jingle," ucap Briella.


"Namanya klepon," ucap Ailee.


Tbc.

__ADS_1


Kalingga solimeh tu pay o👹


__ADS_2