
***
Kavin dan Ashel belum tertidur, mereka masih menunggu kedatangan Kalingga untuk pulang. Sudah pukul setengah sebelas, namun Kalingga masih belum pulang. Sejak tadi, Ashel terus mendesak suaminya untuk menelepon Kalingga namun Kavin masih tetap diam. Ia berkata, akan menghubungi anaknya itu tepat di pukul sebelas.
"Mas, hubungin anak kamu ih. Ini udah malem," ucap Ashel.
"Sebentar sayang, masih belum pukul sebelas. Mungkin dia pulang terlambat," ucap Kavin.
"Mas ih, hubungin gak?!" Ucap Ashel galak.
"Sebentar lagi sayang," ucap Kavin sembari melirik jam rolex di tangannya. Ashel berkacak pinggang saat suaminya tidak mau menuruti keinginannya. Ia pun menarik ponsel yang berada di genggaman Kavin dan menghubungi anaknya sendiri.
"Astaga sayang. Gak sabaran banget sih," ucap Kavin.
"Itu anak aku, jelas kalo aku khawatir sama dia," ucap Ashel.
"Anak-,"
"Tidur di sofa kamu malam ini, jangan di ranjang," sambung Ashel memotong ucapan suaminya. Ia lantas langsung menghubungi anaknya dan mengabaikan suaminya. Sedangkan Kavin melotot tidak setuju. Mana bisa dia tidur tanpa mengecas?
"Gak di angkat. Anak itu kemana sih?! Kebiasaan kalo keluar suka gak inget waktu," ucap Ashel. Ia pun mencoba menghubungi nomor Kalingga lagi namun masih sama, tidak ada jawaban. Hanya suara operator saja.
"Apa aku cuma hubungin Ailee aja? Lingga pasti kesana," ucap Ashel. Ia pun dengan segera mencari kontak Ailee di dalam ponsel suaminya. Cukup lama menunggu akhirnya Ailee mengangkat teleponnya.
"Kenapa tante?" Tanya Ailee di seberang telepon.
"Kamu udah bobo ya? Tante jadi ganggu," ucap Ashel.
"Enggak tante, Ailee belum tidur," ucap Ailee.
"Kalingga ada disana nak?" Tanya Ashel.
"Loh, dia udah pulang dari satu jam yang lalu kok. Emang belum sampe?" Tanya Ailee.
"Belum Ail, kemana yah dia? Dia gak hubungin tante kalo mau keluar lagi. Tante jadi khawatir," ucap Ashel.
__ADS_1
"Nomornya gak aktif?" Tanya Ailee.
"Enggak. Gak aktif mulu dari tadi," ucap Ashel.
"Ailee coba teleponin dia ya? Kalo ada kabar nanti Ailee kasih tahu tante," ucap Ailee mencoba menenangkan Ashel.
"Iya nak. Makasih ya," ucap Ashel.
"Sama sama tante," ucap Ailee.
Tut.
Di sebrang rumah Kavinder, Ailee terdiam diatas tempat tidurnya. Kenapa Kalingga belum pulang? Sudah lewat satu jam. Apa mungkin dia ke apartementnya? Tapi kenapa pria itu tidak memberitahu keluarganya. Kasihan tante Ashel pasti cemas.
Ailee pun bergegas memakai sweater dan celana legging panjang. Ia keluar dari dalam rumahnya ditemani oleh seorang supir. Ailee sejak tadi berusaha menghubungi Kalingga namun tidak ada panggilan yang dijawab pria itu. Ailee terus mencobanya sampai Kalingga mematikan ponselnya sepertinya karena ketika Ailee menelepon lagi, operator menjawab jika nomor tidak dapat dihubungi.
"Kamu kemana sih?! Bikin khawatir aja tahu gak," gumam Ailee.
"Pak, kita ke kawasan apartement elite. Gak jauh dari sini," ucap Ailee.
Mobil melaju menuju ke apartement Kalingga. Ailee tahu karena pernah beberapa kali kesana. Semoga saja anak itu ada di apartementnya. Sekitar lima belas menit, Ailee sampai disana. Ia meminta supir menunggu di lobby apartement.
"Maaf pak, saya Ailee. Yang beberapa waktu lalu berkunjung kesini untuk bertemu Kalingga Alister," ucap Ashel pada petugas keamanan yang ada di depan lobby.
"Ah iya nona, saya ingat anda. Silahkan masuk," ucap petugas keamanan itu.
Ailee tersenyum dan mengucapkan terima kasih kemudian masuk. Ia langsung masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai teratas bangunan apartement ini. Cukup lama Ailee berada di dalam lift sampai akhirnya dia sampai di lantai seratus dua puluh sembilan. Ia pun keluar dan berlari menuju ke depan pintu apartement Kalingga. Sebelumnya Ailee sudah diberitahu pin untuk masuk ke apartement itu, jadi ia bisa dengan mudah masuk.
Tit.
Bunyi apartement terbuka. Ailee langsung masuk di mencari keberadaan Kalingga di dalam apartement itu. Namun ia tidak menemukan siapa siapa disana. Apartement ini kosong.
"Ck. Kemana sih kamu? Bikin khawatir," ucap Ailee. Ia mencoba mencari sesuatu disana, siapa tahu dia menemukan petunjuk. Cukup lama Ailee mencari, namun ia tidak menemukan petunjuk apapun.
"Gak ada petunjuk apapun. Kamu kemana sih Ling, kalo marah jangan gini caranya," ucap Ailee. Apa mungkin pria itu sakit hati karena ucapannya? Tapi sejak kapan Kalingga baperan?
__ADS_1
***
Sementara dilain tempat, Kalingga melajukan motornya dengan kecepatan sangat tinggi. Entah kemana tujuannya saat ini. Ia hanya terus menaiki motornya sejak tadi, sebenarnya dia ingin ke club. Tapi takutnya ketahuan papinya dan dia akan kena amukan.
Tadi ia menerima banyak notif dari papinya dan Ailee. Kalingga enggan menerima telepon itu saat ini jadi dia memilih mengabaikannya. Bahkan dia mematikan ponselnya saat sudah pusing dengan notifikasi yang muncul. Kalingga berhenti di depan sebuah sirkuit. Ini sirkuit besar, Kalingga pernah kesini satu kali dengan om Ardian. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam pintu masuk sirkuit.
Ternyata disini banyak sekali orang yang sedang balapan. Kalingga sedikit tertarik. Mungkin dengan balapan dia bisa melupakan ucapan Ailee. Ucapan Ailee benar benar terekam jelas di ingatannya.
'Ailee bisa melakukan hal yang sama dengan cowok lain'.
Entah kenapa dia cukup emosi mendengar ucapan Ailee yang mengatakan dirinya akan memiliki pria lain dan akan melakukan apa yang sering dilakukan Ailee padanya.
"Lo Kalingga?" Tanya seorang cowok berambut pirang ketika melihat Kalingga melepas helmnya. Kalingga hanya mengangguk sekilas.
"Gue mau ikut balapan. Sekarang," ucap Ling. Pria berambut pirang itu tersenyum miring dan menganggukan kepalanya dan meminta Kalingga bergabung dengan beberapa orang yang juga akan ikut balapan. Pria itu maju untuk memberitahu beberapa orang.
Kalingga dengan mudahnya masuk sebab dia sudah dikenal oleh beberapa orang disini. Kalingga sedang bersiap di arena start. Ada sekitar lima motor yang balapan.
Tak banyak membuang waktu, seorang langsung melambaikan bendera putih dan motor motor langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Kalingga memimpin di depan, dia memang memiliki keahlian di bidang ini. Namun tidak terlalu menekuninya.
Saat berusaha melupakan ucapan Ailee, otaknya justru semakin teringat. Konsentrasi Kalingga jadi buyar. Ia tidak bisa fokus lagi.
Di tikungan, ada seseorang yang menyalip. Kalingga yang tidak siap pun tidak bisa mengimbangkan motornya. Sehingga..
Sretttt...
Ckittttttt...
Brughhh....
Kalingga tidak dapat menahan laju motornya sebab ia menggunakan kecepatan terlalu tinggi. Tabrakan dengan pilar pembatas berisi banner banner sponsor pun ditabrak oleh Kalingga.
"Ailee," gumam Kalingga setelah ia terkapar dibawah aspal dengan keadaan tubuh yang tertimpa motor besarnya. Kalingga tidak memiliki tenaga, bahkan kepalanya tiba tiba terasa sangat pusing sekali.
Tbc.
__ADS_1