Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
123. Diculik paksa


__ADS_3

***


Jika saja Ailee bisa memilih, mungkin dia tidak akan pernah mau sedekat ini dengan Kalingga. Mungkin dia akan memilih mencintai Kalingga dalam diam saja. ia tidak pernah menyangka jika semuanya akan berlalu seperti ini. Jika ditanya menyesal, tentu saja Ailee menyesal. bukan menyesal karena telah mencintai Kalingga, melainkan menyesal karena terlalu terbuka dengan perasaannya untuk mendapatkan Kalingga. Jika saja Ailee bisa menahan perasaannya, mungkin akhir dari kisah cintanya tidak akan pernah seperti ini. Mungkin dia tidak akan pernah kehilangan ciuman pertamanya.


Ailee akui, dia memang sering mencuri curi ciuman pada Kalingga. Tapi hanya sebatas mengecup saja. Ailee juga sering menerima ciuman Kalingga yang cukup panas. Ia akui, dia memang menginginkan hal yang lebih. Namun kembali lagi, dia masih memiliki masa depan yang panjang. Ailee masih menggunakan otaknya dalam bertindak. AIlee tidak munafik jika dia juga selalu menikmati permainan Kalingga. tapi tidak dengan perlakuan seperti ini. Perlakuan yang mampu membuat Ailee terus terusan dipaksa mundur oleh perilaku Kalingga dan keadaan.


Ailee tidak bisa bertindak, kedua tangannya dicekal oleh Kalingga. Ia hanya bisa menggerakan kakinya untuk membuat Kalingga enyah dari atas tubuhnya. Namun Kalingga sama sekali tidak terganggu. Dia masih terus mengecupi telinga Ailee sepuasnya. Dia benar benar suka sekali melihat Ailee tersiksa seperti ini. Apalagi mendengar rintihan yang keluar dari dalam mulut Ailee. Ia benar benar senang sekali.


"Gue suka suara lo," bisik Kalingga.


"Lep-pas-in g-gu-e," ucap Ailee terbata. Jelas saja terbata, titik sensitifnya sedang dipermainkan oleh Kalingga. Ailee ingin sekali menjerit, namun jika ia bersuara dengan lantang bukannya ucapan malah desah*n yang keluar.


Kalingga semakin liar, pria itu bahkan mengincar bibir Ailee. Namun sejak tadi gadis yang berada di bawahnya ini terus menghindar. Kalingga sedikit tidak suka dengan penolakan seperti ini. Tapi dia punya cara sendiri untuk melahap habis bibir itu. Kalingga melepaskan satu tangannya dan memegang tekuk Ailee. Cengkramannya di tangan Ailee semakin kuat, bahkan Ailee merasa jika tangannya sudah pasti memerah.


"Biasanya kan enggak takut, kenapa sekarang takut hm?" Bisik Kalingga. Ailee sekuat tenaga memejamkan matanya juga menutup rapat mulutnya. Benar benar tidak bisa dibiarkan, Ailee harus segera mengakhirinya. Tapi bagaimana caranya?!


"Bibir lo manis, candu buat gue. Sehari gak rasain bibir lo kayaknya ada yang kurang. Harusnya lo gak usah menjauh, karena dengan lo menjauh gue gak bisa merasakan bibir ini," ucap Kalingga pelan sembari mengusap bibir bawah Ailee.


Ailee membuang mukanya agar tangan Kalingga menjauh dari sana. Namun tangan itu justru kembali menariknya sehingga dia bertatapan kembali dengan Kalingga. Jari jempol Kalingga mulai masuk ke dalam bibir Ailee. Ailee sengaja membukanya, setelah jari jempol itu berada diantara giginya, Ailee lantas mengigitnya. Bukannya kesakitan Kalingga justru malah tersenyum.

__ADS_1


"Gue sering lihat cewek yang gigit tangan cowoknya pas mereka lagi s*x. So, lo mau gue melakukan itu?" Tanya Kalingga.


What the f*ck!!!


Tidak seperti itu. Ailee menggigitnya kuat supaya jari jempol itu pergi dari dalam mulutnya. Ailee tidak suka. Bagaimana ini?!


Bibir Ailee kembali menjadi santapan Kalingga bahkan tekuk Ailee ditahan agar Ailee bisa diam ketika Kalingga menciumnya. Nafsu Kalingga selalu meledak ledak ketika bersama Ailee. Lihat saja, di bawah sana miliknya sudah bereaksi hanya dengan menghirup aroma tubuh Ailee. Biasanya Kalingga akan tahan dan juga menahannya, namun entah mengapa kali ini berbeda.


Ciuman Kalingga terus menuntut bahkan dia dengan kasarnya menggigit bibir Ailee agar gadis ini membuka mulutnya. Tidak perlu waktu lama, Kalingga sudah mampu menerobos mulut Ailee. Mengabsen setiap inci bagian mulut Ailee. Sementara Ailee sudah kehabisan tenaga. Dia benar benar tidak tahu harus apa lagi. Tenaganya habis untuk melawan Kalingga sedangkan Kalingga belum juga menghindar dari atas tubuhnya.


Tubuh Ailee sudah lemas. Kepalanya pening, mungkin karena terlalu lama berciuman. Kalingga terlihat tidak mau melepaskan ciumannya, padahal Ailee sudah kehabisan oksigen. Namun meskipun begitu, Kalingga juga masih memiliki perasaan. Dengan sendirinya dia melepaskan Ailee sehingga gadis itu bisa bernafas.


"Jangan bertingkah kalo gak mau di hukum," ucap Ling.


"Mau lo apa?" Tanya Ailee pelan.


"Lo," jawab Kalingga.


"Kenapa gue? Masih banyak cewek-,"

__ADS_1


"Cewek emang banyak, tapi bukan lo," ucap Kalingga memotong ucapan Ailee.


"Gue cuma mau sama cowok yang sayang sama gue, yang cinta sama gue, juga cowok yang bisa jadi sandaran disaat gue lagi cape," ucap Ailee.


"Gue gak bisa soal yang kedua. Yang ketiga, gue berusaha. Selagi lo percaya gue, gue bakalan berusaha buat jadi pendengar sekaligus rumah buat lo pulang," ucap Kalingga. Sontak Ailee membuka matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah mata teduh Kalingga. Mata teduh itu benar benar menyejukan hatinya.


"Kenapa lo gak bisa sayang sama gue? Sayang aja enggak gimana mau cinta? Apa gue seburuk itu buat dicintai sama lo?" Tanya Ailee.


"Jangan ajukan pertanyaan sensitif, gue lagi males ribut. Gue cuma mau meluk lo semalaman ini. Anggaplah gue nyulik lo," ucap Ling. Pria itu merebahkan tubuhnya dan menarik tubuh Ailee agar miring. Kalingga juga menarik tangan Ailee agar bisa ia jadikan bantalan untuk tidur. Kemudian yang sebelahnya lagi ia tarik untuk memeluknya.


"Gue suka disini. Ini tempat ternyaman buat gue. Tapi gue gak bisa balas perasaan lo," ucap Ling. Pria itu memeluk erat tubuh Ailee. Melupakan emosinya tadi. Berdekatan dengan Ailee selalu mudah menyulut emosinya, namun bersama Ailee juga dia mudah kembali tenang.


"Gue udah hubungin Magi, lo nginep di rumah gue malam ini," sambungnya.


Tidak kah Kalingga berpikir jika tindakannya ini benar benar akan membuat Ailee semakin sakit hati? Ailee sengaja menjauh untuk melupakan pria ini, namun dengan tidak tahu dirinya Kalingga kembali menarik dirinya untuk kembali mendekat. Apa susahnya dia mencari wanita lain, lama lama Ailee akan semakin susah melupakan pria ini. Waktu perpisahan sudah di depan mata, seharusnya dia fokus pada ujian ujian sekolah yang akan dia hadapi nanti. Tapi Kalingga malah datang dan selalu membuyarkan konsentrasinya.


"Kenapa harus sebrengs*k ini? Kenapa gue harus suka sama cowok brengsek kayak lo?"


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2