
***
Pagi harinya, Ailee benar benar tidak dijemput oleh Kalingga. Untungnya Ailee sudah menyiapkan motor untuk ia bawa ke sekolah, jadi ia tidak perlu takut telat. Gadis itu memakai jaket dan helm full face miliknya. Ailee keluar dari area garasi rumahnya menuju ke sekolah. Pagi yang cerah, sama seperti biasanya. Entah apa yang akan terjadi di sekolah hari ini, yang jelas semoga semuanya baik baik saja. Dan semoga perasaan Kalingga untuknya terbuka.
Harapan Ailee dari tahun ke tahun pasti sama. Ia selalu berharap jika Kalingga menjadi kekasihnya. Namun entah mengapa harapan itu belum juga terwujud. Kalingga akan bersekolah di Harvard, masih satu kota dimana ia bersekolah di SMA. Sedangkan ia masih bingung, apa ia melanjutkan pendidikannya disana saja?
"Loh, itu Ling sama cewek? Siapa?" Gumam Ailee.
Tepat di depan sana ada Kalingga dan seorang wanita. Dia bukan Briella. Lalu siapa? Seragam yang dia pakai juga bukan seragam SMA sekolahnya.
Tin.. tin..
Ailee memberikan klakson pada Kalingga dan membuka helmnya. Ia melihat wanita itu melemparkan tatapan membunuhnya. Astaga, dia Vanesha. Adik sepupu Kalingga yang menyukai kakak sepupunya sendiri. Gila!
"Kenapa Ling?" Tanya Ailee.
"Buta mata lo?! Udah tahu motornya pacar gue mogok," cerca Vanesha.
"Tuli pendengaran lo? Gue nanya Kalingga bukan lo," lawan Ailee.
"Tuh, mobil jemputan kamu udah sampe. Berangkat sendiri sama supir itu, kakak gak sempet buat anterin kamu," ucap Ling.
"Aaah, kak Ling. Kok gitu sih, aku bela belain jauh jauh kesini loh kemarin. Aku mau ikut kakak ke sekolah," ucap Vanesha.
"Sekolah kita gak ngebolehin bawa anak anak. Mending lo pulang, belajar yang bener," ucap Ailee.
"Diem lo," ucap Vanesha.
"Oke. Aku duluan Ling," ucap Ailee. Ia kembali memakai helm miliknya dan melajukan motornya namun sebelum itu Kalingga lebih dulu menahannya.
"Terserah kamu Vanesha, kakak udah hampir telat. Bentar lagi bawahan papa kamu pasti bakalan kesini, kakak gak mau tanggung jawab. Kamu yang buat masalah ini, lebih baik pulang dan minta maaf sama mama papa kamu," ucap Kalingga. Ia melepaskan cekalan tangan Vanesha dan mengambil helm miliknya. Ia meminta Ailee turun dan duduk di kursi belakang. Sedangkan ia akan membawa motor Ailee.
"Kakak berangkat. Kamu pulang sama mereka," ucap Kalingga.
"Enggak bisa gitu dong!! Kakak harus sama aku," ucap Vanesha. Ia menarik Ailee yang sudah duduk di jok belakang dengan keras membuat gadis itu terjatuh karena tenaga Vanesha cukup kuat.
Tubuh Ailee terjatuh dengan keras ke atas aspal. Gadis itu mengaduh kesakitan. Bokongnya yang berisi pun tetap akan sakit ketika terjatuh dengan keras. Apalagi motor Ailee cukup tinggi di bagian belakangnya.
__ADS_1
"Rasain lo, makanya jangan coba coba buat ganggu-,"
"LOH KAK, KOK MALAH NOLONGIN DIA?!!" teriak Vanesha tidak suka.
Kalingga menghiraukannya dan menolong Ailee. Ia membuka helm full face Ailee. Terlihat wajah gadis itu memerah seperti sedang menahan rasa sakit.
"Bokong aku sakit," ucap Ailee.
"Gak usah manja!" Ucal Vanesha mendorong tubuh Ailee.
Tiba tiba di belakang mereka berhenti sebuah mobil. Itu mobil Kavin dan Ashel. Setelah mendapatkan kabar jika Vanesha kabur dari rumahnya karena ingin menemui Kalingga, kedua orang tua itu langsung menyusul Kalingga. Namun mereka malah melihat insiden seperti ini.
"Astaga, Ailee," ucap Ashel saat melihat darah di sikut Ailee.
"Bawa ke rumah sakit. Ling sama Ailee ijin enggak masuk aja hari ini. Ling, angkat Ailee ke mobil papi," ucap Kavin.
"Iya pi." Kalingga dengan sigap memangku tubuh Ailee dan berjalan masuk ke dalam mobil Kavin. Kalingga mendudukan Ailee di kursi penumpang. Di sampingnya ada Ashel yang duduk dan menahan darah yang keluar dari sikut Ailee.
"Vanesh, ikut naik mobil ini," ucap Kavin.
"I-iya ompi," ucap Vanesha. Ompi adalah singkatan dari om papi. Vanesha memang selalu memanggil Kavin dengan sebutan ompi sedangkan pada Ashel ia memanggil tanmi singkatan dari tante mami.
***
Ailee sejak tadi berpikir, bagaimans caranya tangannya ini mendapatkan luka. Sedangkan saat jatuh tadi dia tidak menggunakan sikutnya untuk menahan tubuhnya. Melainkan bokongnya. Tolong lah, saat ini bokong Ailee sangat sakit sekali. Bahkan untuk duduk pun susah. Sepertinya benturannya sangat kuat.
"Dok, bokong dia sakit katanya tadi. Sampe nangis anaknya," celetuk Kalingga.
"Tentu saja akan sakit. Karena pasien jatuh dengan posisi bokongnya lebih dulu. Namun tenang saja, itu akan sembuh setelah mendapatkan olesan salep," ucap dokter.
"Terimakasih dok," ucap Kavin.
"Sama sama. Saya permisi dulu," ucapnya. Kavin hanya mengangguk sekilas.
Kavin meminta Ailee dan Kalingga tidak masuk karena percuma, gerbang sekolah mereka sudah pasti tertutup dan tidak akan mengijinkan muridnya masuk. Jadi Kavin dengan segera menghubungi wali kelas Kalingga dan Ailee jika kedua anak itu ijin tidak masuk karena kecelakaan.
"Ailee gak papa?" Tanya Ashel.
__ADS_1
"Bokong Ailee sakit. Gak bisa duduk," ucap Ailee.
"Masa iya gak bisa. Sini gue bantu," ucap Kalingga gemas. Pria itu menarik tangan Ailee agar wanita itu duduk. Namun justru wanita itu meringis kesakitan.
"Ling, jahat ih. Kasar mulu," ucap Ailee. Wajahnya memerah dengan sedikit air mata di ujung matanya.
"Lingga, kasihan Aileenya," ucap Ashel.
"Lebay dia," ucap Kalingga.
"Emang lebay," ucap Vanesha.
"Diem ya lo, ini gara gara lo. Kalo aja lo gak tarik gue, gue udah ikut ulangan harian," ucap Ailee kesal.
"So pinter padahal nilainya zonk," ucap Vanesha.
"Mulut lo lemes banget, udah tahu salah bukannya minta maaf malah belagu. Gue tuntut lo tahu rasa, masih muda udah masuk penjara," ancam Ailee kesal.
Ashel dan Kavin saling pandang. Baru kali ini mereka mendengar ucapan Ailee yang sepertinya sangat kesal. Biasanya Ailee sangat lemah lembut.
"Udah, udah. Ailee ikut tante pulang ke rumah ya? Orang tua kamu masih di luar negeri kan?" Tanya Ashel.
"Masih," ucap Ailee.
"Angkat pacar kamu," ucap Kavin.
"Ompi, kak Ling pacar aku," ucap Vanesha.
"Udah Vanesh, ayo pulang," ucap Ashel. Ia menarik tangan gadis itu keluar diikuti oleh Kavin sedangkan Kalingga mengangkat tubuh Ailee.
"Ling, bayangin kamu gendong Ailee kayak gini mau ke kamar buat malam pertama," ucap Ailee.
"Gue banting lo, mau?" Ancam Kalingga.
Cup..
"Pemarah," ucap Ailee mengecup pipi Kalingga.
__ADS_1
Tbc.