Mengejar Cinta Mr. Ling

Mengejar Cinta Mr. Ling
173. Sosis


__ADS_3

***


Kalingga tersenyum miring mendengar ucapan Ailee. Gadis nakalnya ini benar benar menggoda sekali. Ingin rasanya Kalingga menerkamnya saat ini juga. Namun ia sadar, itu tidak boleh. Mereka masih terlalu remaja untuk bertindak sejauh itu. Namun tidak dapat dipungkiri jika Kalingga memang menginginkannya.


Sama halnya dengan Ailee. Dia bukan menginginkannya karena nafsu, namun dia menginginkan hal itu karena penarasan. Ia harus menahan naha rasa perasaannya ini agar tidak kebablasan. Sebab jika iya, yang hancur dia sendiri.


Ailee semakin mendekat dan duduk diatas pangkuan Kalingga. Gadis itu dengan nyamannya bersandar pada pria itu. Rasa lelah dan sakitnya berangsur menghilang setelah dia memeluk Kalingga. Nyaman sekali rasanya, entah sampai sejauh mana episode kisah hidupnya bersama dengan Kalingga. Namun jujur dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Ailee sangat sangat senang bersama dengan Kalingga. Apalagi pria ini menjadi alasannya untuk selalu bahagia.


Bahagianya yang dulu dengan sekarang memang berbeda. Dulu, dia hanya bahagia saat melihat Kalingga. Hanya dengan melihatnya dan mengganggunya saja mampu menaikan moodnya. Namun sekarang, bukan hanya mengganggu dan melihat. Ailee bahkan bisa dengan leluasa memeluk bahkan mencium pria ini.


"Keras banget," komentar Ailee sembari menekan nekan otot bahu tangan Kalingga.


"Yang empuk kan dada lo," ucap Kalingga.


"Otak kamu kayaknya cuma dada sama selang*angan ya?" Tanya Ailee.


"Iya, tapi cuma punya lo. Sayangnya gue belum lihat dengan nyata," ucap Kalingga. Ailee hanya menghela nafasnya dan memeluk Kalingga kembali. Sementara pria itu sedikit bergerak dan bangun lalu berjalan keluar kamar adiknya membawa pacarnya.


"Mau kemana? Nanti Bri nyariin, aku nitip sosis sama dia," ucap Ailee.


"Kenapa gak sosis gue aja?" Tanya Kalingga.


Kan, tidak Briella tidak Kalingga keduanya memiliki otak yang sama. Yaitu plus plus alias mesum. Bedanya otak plus plus Briella masih dibatas wajar, berbeda dengan Kalingga yang sudah diluar batas.


"Ling, jangan ngomong gitu. Ailee udah tahu lo bentukan punya cowok gara gara disuruh bikin makalah yang bahas organ vital pria. Kamu bilang gitu refleks otak aku jadi bayangin yang enggak enggak," ucap Ailee.


"Kenapa emangnya? Bagus kalo udah tahu, tapi bentukan punya gue beda dari yang lain. Ukurannya apalagi, mau lihat langsung biar real dan enggak fake?" Tanya Kalingga.


"Aku gigit ya kamu kalo ngomong gitu terus. Mual aku dengernya, soalnya jadi bayangin kalo yang aku makan itu-,"


"Punya gue?" Tanya Kalingga memotong ucapan Ailee.

__ADS_1


Tepat, memang sangat tepat dengan apa yang dikatakan oleh pria ini. Sejak Briella lebih dulu mengatakannya, pikiran Ailee jadi terdistrack, dia jadi membayangkan jika memang yang dimakannya bukan sosis mini market, melainkan sosis milik Kalingga. Hanya membayangkannya saja sudah membuatnya mual mual.


"Lingga," erang Ailee kesal. Gadis itu bahkan dengan tidak berperasaanya langsung menggigit bahu kanan Kalingga. Cukup keras dan gigi gadis ini sangat tajam, sudah pasti Kalingga akan kesakitan. Namun dia tidak mendorong Ailee, dia kasihan jika harus mendorongnya. Yang ada gadis ini akan kembali kesakitan. Lebih baik dia yang kesakitan.


"Sakit sayang," ucap Kalingga pelan. Dia memegangi bahunya yang baru saja di gigit Ailee.


"Makanya jangan bandel," ucap Ailee. Gadis itu membuka kancing kemeja teratas milik Kalingga sehingga bahu yang tadi dia gigit terekspos. Ailee langsung menciumnya.


"Mendingan?" Tanya Ailee.


Kalingga menggeleng, "His*p sayang."


"Kok his*p?!" Tanya Ailee.


"Please, kali ini aja. Selain disana, di leher juga gak papa," ucap Kalingga.


"Gak mau, nanti merah gimana? Hilangnya sulit, waktu kamu ke Ailee juga gitu. Hilangnya butuh waktu," ucap Ailee.


"Please," ucap Kalingga.


"Nanti kalo itu kamu berdiri lagi gimana? Masa kamu mandi lagi," ucap Ailee.


"Gak akan berdiri, asal lo lakukan apa yang gue mau," ucap Kalingga.


"Satu aja tapi," ucap Ailee.


"No, gue gak bisa ngerasain sensasinya," ucap Kalingga.


"Kalo ada yang lihat gimana? Kan malu," ucap Ailee.


Astaga, gadisnya ini benar benar banyak omong sekali. Padahal tinggal dia lakukan apa yang diinginkan Kalingga, maka semuanya akan beres.

__ADS_1


"Lakukan atau aku yang melakukan," perintah Kalingga.


***


Sementara itu di mini market, Briella sudah mendapatkan roti Jepun yang selalu dia pakai. Dia membawa keranjang belanjaan yang ada di depan meja kasir. Karena selain membeli roti jepun, dia juga ingin jajan yang lain. Apalagi ada Ailee, dia jadi memiliki teman gibah. Dan gibah harus ditemani cemilan supaya gibahnya nikmat.


Briella menyusuri lorong cemilan. Di keranjangnya sudah ada beberapa snack. Dia juga sudah mengambil beberapa jenis sosis. Namun sosis yang diminta Ailee ada di depan. Jadi dia akan membelinya nanti sembari membayar saja.


Briella hendak mengambil snack ciki kesukaannya, namun sial kenapa snack ciki itu berada di rak paling tinggi. Biasanya ciki itu tidak disana. Namun kenapa sekarang ada disana?! Briella tidak bisa menjangkaunya, apa iya dia harus menaiki rak dibawah rak itu supaya dia bisa menjangkaunya? Rasanya tidak mungkin. Yang ada dia akan merusak barang barang di rak bawah.


"Ini gimana tuhan, kok jauh banget sih," gerutu Briella.


Gadis itu kebingungan. Dia tidak ingin pulang sebelum bisa mengambil snack cikinya. Apa dia minta tolong kasir? Tapi di depan hanya ada satu kasir dan tidak ada karyawan lainnya, ditambah kasir cukup ramai.


"Aaaa, gimana ini," ucap Briella kebingungan. Gadis itu mencoba kembali menjangkaunya. Namun tangannya tidak sampai ke atas rak itu.


Ditengah kebingungannya, tiba tiba ada sebuah tangan yang mengambilkan ciki tersebut untum Briella. Sontak saja dengan gerakan refleks Briella menoleh ke arah belakangnya. Disana ada seorang pria dewasa dengan setelan casualnya. Pria itu memberikan ciki tersebut pada Briella.


Briella melongo melihat pria itu. Dia cukup tampan dan lumayan tinggi. Namun tunggu dulu, ada tahi lalat di dagunya. Dan menurut Briella itu sangat manis sekali.


"Terimakasih, tapi bisakah ambilkan empat lagi? Satu tidak cukup untuk saya," ucap Briella.


Pria itu hanya terkekeh pelan dan menuruti ucapan Briella. Ciki itu ditambah sehingga totalnya jadi lima. Briella berbinar melihatnya, akhirnya dia bisa mendapatkan ciki kesukaannya.


"Terimakasih," ucap Briella tersenyum. Gadis itu pun segera pergi dari sana untuk membayar belanjaannya. Untungnya saat sampai di kasir, disana sepi. Jadi dia bisa dengan cepat membayarnya.


Tak lama, pria tadi juga melakukan pembayaran di kasir, namun tiba tiba dia memberikan Briella sebuah susu kotak. Briella mengernyit.


"Wait.."


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2